Monday, September 25, 2023

Falling Down Is an Accident, Staying Down Is a Choice

 

Falling Down Is an Accident, Staying Down Is a Choice

Hidup ini penuh dengan tantangan dan rintangan yang dapat membuat kita terjatuh. Terkadang, kita menghadapi kegagalan, kekecewaan, atau bahkan kehilangan yang membuat hati kita hancur. Tetapi bagaimana kita merespons saat kita terjatuh, itulah yang menentukan arah perjalanan kita. Sebagai manusia, kita memiliki kekuatan untuk memilih untuk bangkit kembali, bahkan ketika segalanya tampak suram.

Terjatuh adalah Bagian dari Perjalanan

Pertama-tama, mari kita ingat bahwa terjatuh adalah bagian alami dari perjalanan hidup. Tidak ada yang pernah mencapai kesuksesan tanpa pernah mengalami kegagalan. Terjatuh adalah pengalaman yang mengajarkan kita pelajaran berharga. Saat kita gagal atau terjatuh, kita memiliki kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.

Kesalahan atau Kecelakaan?

Ada saat-saat dalam hidup kita ketika kita mengalami kecelakaan yang benar-benar di luar kendali kita. Ini bisa berupa situasi yang mendalam seperti penyakit serius, kehilangan orang yang kita cintai, atau peristiwa tragis lainnya. Di sinilah kita menyadari bahwa terjatuh bukanlah hasil dari kesalahan kita, tetapi kecelakaan yang tak terduga.

Selalu Ada Pilihan untuk Bangkit Kembali

Meskipun kita tidak selalu dapat mengendalikan situasi yang kita hadapi, kita selalu memiliki kendali atas bagaimana kita meresponsnya. Membangkitkan diri setelah terjatuh adalah pilihan. Ini adalah tindakan keberanian dan tekad untuk tetap berdiri di bawah, meskipun kita mungkin merasa hancur.

Belajar dan Tumbuh

Saat kita memilih untuk bangkit kembali, kita mulai belajar dan tumbuh. Kita memahami bahwa setiap kegagalan atau kecelakaan adalah peluang untuk menjadi lebih kuat dan bijaksana. Kita mendapatkan wawasan tentang diri kita sendiri, kekuatan kita, dan nilai-nilai kita yang sejati.

Dukungan dari Orang Lain

Tidak perlu melalui perjalanan ini sendirian. Dukungan dari keluarga, teman, atau bahkan seorang profesional dapat menjadi penting. Terkadang, berbicara tentang apa yang kita alami atau mencari bantuan adalah langkah pertama yang penting dalam membangun kembali hidup kita.

Terjatuh adalah bagian dari kehidupan, dan terkadang kita mungkin menghadapi kecelakaan yang tidak kita inginkan. Tetapi di antara semua itu, kita memiliki kekuatan untuk memilih untuk bangkit kembali. Itu adalah pilihan yang memerlukan tekad, keberanian, dan ketahanan. Jadi, saat kita terjatuh, ingatlah bahwa kita dapat memilih untuk tetap berdiri di bawah, mengambil pelajaran dari pengalaman itu, dan terus melangkah maju.

Friday, September 22, 2023

Bongkar Pikiran

Bongkar Pikiran

Pikiran kita adalah pusat dari semua yang kita lakukan dalam hidup. Mereka adalah mesin pencari utama yang menentukan apakah kita akan mencapai impian kita atau tidak. Jadi, menarik kalau kita bicarakan bagaimana kita bisa membuat pikiran kita jadi lebih oke!

Pikiran Positif, Hasil Positif

Kamu pasti pernah dengar kalimat "Pikiran positif menghasilkan hasil positif," kan? Itu bener banget! Jadi, pertanyaannya sekarang adalah, apa yang kamu simpan di dalam pikiranmu?

"Delete" Hambatan dari Pikiranmu

Nah, kamu harus mulai menghilangkan segala hal yang bisa menghambatmu. Mungkin itu adalah keraguan, kebiasaan negatif, atau bahkan pemikiran pesimis. Kalau kamu nggak mengidentifikasinya, kamu nggak bisa menghilangkannya, kan?

Budayakan Pikiran yang Produktif

Setelah kamu mengenali hambatan-hambatan itu, sekarang saatnya menggantinya dengan pikiran yang bisa bikin kamu maju. Alihkan perhatianmu ke tujuan dan impianmu, bukan fokus terus pada masalah-masalah yang menghambat.

Pikiran Kita Juga Butuh Olahraga

Mengelola pikiranmu itu kayak nge-gym, harus dilatih terus biar makin kuat. Cobain meditasi, baca buku yang bisa bikin kamu termotivasi, atau ajak ngobrol teman-teman yang selalu dukung kamu. Semua ini bisa bantu kamu biar pikiranmu tetap positif dan produktif.

Pastikan Lingkunganmu Mendukung

Selain urusan pikiran sendiri, penting juga nih buat perhatiin lingkungan di sekitarmu. Kalau kamu terus-terusan dikelilingi orang-orang atau situasi yang negatif, bisa bikin kamu sulit maju. Jadi, pertimbangkan buat ubah lingkunganmu biar lebih mendukung.

 

Pesan utamanya simpel: Hapus segala sesuatu dalam pikiranmu yang nggak bermanfaat buatmu. Terkadang kita perlu sesekali membongkar pikiran kita, biar refesh dan re-focus-ing. Pikiranmu adalah aset terbesarmu dalam meraih impian dan tujuan. Jadi, jangan biarkan pikiran negatif menghalangi langkahmu. Jaga pikiranmu tetap positif, fokus pada tujuanmu, dan terus maju menuju keberhasilan yang kamu impikan.

Ingatlah, semuanya dimulai dari pikiranmu. Kalau kamu bisa bersihkan dan kuatkan pikiranmu, kamu akan lebih percaya diri dan siap menghadapi semua tantangan yang datang!

Top of Form

 


Friday, April 14, 2023

Anak Kecil, Pria Tua dan Perlombaan Lari

Anak Kecil, Pria Tua dan Perlombaan Lari

 

Dahulu kala ada seorang anak laki-laki atletis yang haus akan kesuksesan. Untuk siapa pun, kemenangan adalah segalanya dan kesuksesan pun terkadang diukur hanya dengan jumlah kemenangan yang mampu diraih. Suatu hari anak laki-laki itu sedang mempersiapkan diri untuk lomba lari di desanya yang kecil. Dirinya dan dua anak laki-laki lainnya bersiap untuk berkompetisi. Desa sangat ramai. Warga telah berkumpul untuk menyaksikan tontonan olahraga. Setelah mendengar kabar mengenai anak laki-laki kecil yang mengikuti perlombaan itu, seorang pria tua yang bijak rela melakukan perjalanan jauh untuk menjadi saksi perlombaan besar di desa kecil itu.

Perlombaan dimulai.

Tampak seperti panas yang datar di garis finis, seperti sebuah fatamorgana terlihat di ujung dekat garis finish. Anak laki-laki itu memacu lebih cepat dan memperkuat tekadnya. Dia berhasil mencapai garis akhir dan menjadi yang pertama. Kerumunan sangat gembira dan bersorak serta melambai pada bocah itu Orang tua bijak itu tetap diam dan tenang tanpa mengungkapkan perasaan. Namun bocah lelaki itu merasa bangga dan terhormat mendapat sorakan yang ramai.

Perlombaan kedua diadakan dan dua penantang muda yang bugar maju untuk berlari dengan seorang anak laki-laki. Perlombaan dimulai dan tentu saja anak laki-laki kecil itu masuk dan finis pertama sekali lagi. Lagi-lagi kerumunan sangat gembira dan bersorak serta melambaikan tangan pada bocah itu menyambut kemenangannya. Orang tua bijak itu tetap diam dan tenang kembali tanpa mengungkapkan perasaan apapun. Namun anak laki-laki itu merasa bangga.

Orang tua yang bijak melangkah maju dan memberi anak laki-laki kecil itu dua penantang baru; seorang wanita tua yang lemah dan seorang pria buta. “Apa ini perlombaan kuis?” anak laki-laki kecil ini bertanya, seakan heran melihat dua penantang baru nya. “Bukan, ini perlombaan. Sama seperti yang sebelumnya kau lakukan” jawab orang bijak itu.

Perlombaan dimulai dan anak laki-laki itu adalah satu-satunya yang mencapai garis fakhir, sedangkan dua penantang lainnya masih berdiri di garis start. Anak laki-laki kecil itu sangat gembira dia mengangkat tangannya dengan gembira di tengah-tengah kerumunan penonton yang menyambut kemenangannya. Namun, pria tua bijak itu tetap diam, tidak menunjukkan ekspresi apapun terhadap anak laki-laki kecil itu.

Apa yang telah terjadi? mengapa orang-orang tidak bergabung dalam kesuksesan saya? Dia bertanya. Pria tua bijak itu menjawab, “mengapa kau tidak mencoba mengajak kedua penantang mu itu untuk ikut berada di garis akhir?” Mendengar itu, anak kecil sedikit berdiri di tengah orang buta dan wanita tua yang lemah, lalu membawa kedua penantang itu berjalan perlahan ke garis finis dan melewatinya. Orang-orang dan kerumunan sangat gembira dan bersorak dan melambai pada bocah itu. Orang bijak tersenyum dengan lembut menganggukkan kepalanya. Anak kecil itu merasa bangga dan terhormat. “Pak tua, saya tidak mengerti, kerumunan itu bersorak untuk siapa? yang mana salah satu dari kami bertiga yang mereka soraki? Anak kecil itu bertanya kepada pria tua bijak.

Pria tua yang bijak menatap mata anak laki-laki itu sambil meletakkan tangannya di bahu anak laki-laki itu dan menjawab dengan lembut, “nak, untuk lomba ini kamu telah memenangkan lebih banyak dari pada lomba apa pun yang pernah kamu ikuti sebelumnya dan untuk lomba ini orang banyak bersorak bukan untuk pemenang manapun, tetapi karena kalian semua pada akhirnya berhasil ada di garis akhir”

Dalam hidup, apa yang Kita jalani? untuk apakah kita merasakan rasa haus akan kesuksesan? Haus memenangkan pencapaian-pencapaian dalam hidup. Namumn terkadang yang tidak kalah penting adalah bukan tentang hanya sekedar kita menang, tapi tentang “siapa yang kita lawan?” dan jika Kita selalu menang melawan semua orang maka orang-orang akan segera berhenti bersorak untuk kita.

Di akhir hidup kita, jika kita melihat ke belakang, pertanyaannya adalah siapa yang berlari di sebelah kita dalam lomba ini? Jika mereka lebih lemah dan tua apakah kita membantu mereka melewati garis akhir? apakah kita semua menyelesaikannya bersama-sama? karena itu adalah balapan terbaik yang pernah kita jalankan, yaitu menyelesaikan pertandingan dan membantu orang lain menyelesaikan pertandingannya juga.

            Jadi larilah. Lomba ini sama seperti kehidupan kita, tapi jangan lupa, tidak penting jika kita menang, hal lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjalankan dan menyelesaikan lomba tersebut.

Thursday, April 13, 2023

Aktif dan Reaktif

Aktif dan Reaktif


Ada seorang wanita muda bernama Sophia. Sophia selalu merasa seperti dia menjalani kehidupan yang biasa saja. Merasa hidup yang ia jalani hanya seperti di permukaan dan tidak pernah benar-benar merasa puas. Dia tahu ada sesuatu yang lebih dalam di dalam dirinya. “Percikan” inspirasi yang sangat ingin dibebaskan, tetapi Sophia selalu melihat ke dunia luar untuk mendapatkan validasi dan makna berharga lain yang selalu ia cari dari luar dirinya.

Dia selalu mengejar harta benda dan kekayaan yang sukses serta pengakuan orang lain. Namun, setelah dia menabrak dinding kecemasan, Sophia menyadari sesuatu dalam hidupnya yang perlu diubah. Sophia mencari makna baik dan kebijaksanaan serta belajar bahwa “kepenuhan sejati” jiwa nya hanya bisa datang dari dalam diri nya sendiri. Dia memulai perjalanan nemenukan diri. Berlatih untuk memperhatikan dirinya sendiri, untuk bermeditasi, untuk menenangkan kebisingan dunia luar dan menyesuaikan dengan suara batinnya. Saat Sophia menggali lebih dalam ke dalam pikirannya sendiri, dia mulai melihat pola pemikiran negatif yang memicu kecemasannya.


            Dia belajar untuk menantang pikiran-pikiran ini dan mulai membingkainya dalam cahaya yang lebih positif. Rasa takut yang ia alami juga membantu Sophia mendapatkan bimbingan dari seseorang yang bijak. Seorang terapis yang membantunya melihat keindahan dunia batinnya sendiri. Dengan setiap sesi rasa takut, ia belajar menelaah hal-hal apa saja yang membuatnya hidup dari luar ke dalam. Hal-hal yang membuatnya lebih membutuhkan validasi dari dunia luar daripada dari dalam dirinya sendiri.

Dia mulai memahami bahwa sumber sebenarnya dari kekuatannya terletak pada dirinya sendiri. Perjalanan Sophia tidak mudah dan ada kemunduran di sepanjang jalan pembelajaran hidupnya, tetapi dengan setiap langkah, dia belajar untuk memercayai suara batinnya sendiri dan hidup dari dalam ke luar. Hidup mempercayai kemampuan dari dalam diri, tanpa menggantungkan hidup dalam pengakuan dari dunia luar. Dia tidak lagi mengejar validasi eksternal tetapi malah menemukan pemenuhan dalam penemuan dirinya sendiri..

Melalui Perjalanan Sofia kita dapat belajar bahwa pemenuhan sejati hidup kita, hanya dapat datang dari dari dalam diri kita sendiri. Memercayai suara batin kita sendiri, menemukan keindahan dalam diri kita sendiri.

Menjadi pribadi yang aktif mempengaruhi dunia luar, bukan reaktif yang dipengaruhi dunia luar.

Jangan biarkan orang lain dalam situasi menempatkan dan menjatuhkan kita. Mari menjadi pribadi yang selalu tetap kuat dan selalu tetap tenang. Aktif bukan reaktif




Wednesday, April 12, 2023

Transformasi Pencuri

             Transformasi Pencuri

            Di sebuah Desa terpencil yang terletak di tengah Pegunungan Himalaya yang menjulang tinggi, sekelompok biksu menjalani kehidupan yang damai dan tenang sambil memberikan bimbingan spiritual kepada penduduk desa. Suatu hari Seorang Pencuri terkenal berjalan ke Desa dengan membawa musibah dengan cara mencuri dari rumah salah satu penduduk desa. Orang-orang menjadi marah dan pihak berwenang dipanggil untuk membawa pencuri itu ke Pengadilan.

Namun, para biksu memiliki ide yang berbeda, mereka percaya pada kekuatan transformatif dari sikap berbelas kasih dan ingin memberikan kesempatan kedua kepada pencuri untuk mengubah cara hidupnya. Mereka menawarinya tawaran agar dia bisa tinggal bersama mereka dan mempelajari jalan kehidupan mereka dengan imbalan mereka akan membebaskannya dari pengadilan. Pencuri setuju. Awalnya penduduk desa khawatir dan skeptis akan tetapi, dia secara bertahap mulai mengalami perubahan dalam kehidupannya. Para Biksu mengajarinya arti hidup yang sebenarnya, pentingnya kasih sayang dan kekuatan pengampunan. Dia bukan lagi orang yang sama seperti sebelumnya.


Seiring berlalunya waktu, transformasi pencuri menjadi lebih terlihat jelas dan ajaran Biksu menjadi sebuah harapan bagi penduduk desa, tetapi kemudian takdir berkata lain. Seolah memberikan pukulan, seorang musafir tiba di desa menuduh pencuri yang telah bertransformasi menjadi lebih baik itu, telah mencuri darinya.

Penduduk desa yang mulai merasa Pencuri itu dalam kepribadian baru sekarang mulai goyah. Penduduk desa yakin bahwa pencuri telah kembali ke cara hidupnya yang lama tetapi, para biksu yang telah menyaksikan transformasi pencuri, tidak mau menyerah padanya, mereka berdiri di sisinya siap untuk membelanya dengan hidup mereka.

Tindakan mereka memunculkan rangkaian peristiwa yang kacau yang akan mengubah jalannya sejarah penduduk desa selamanya. Bentrokan antara penduduk desa dan para biksu menjadi pembicaraan Kota saat Orang Luar turun ke desa untuk menyaksikan drama yang sedang berlangsung. Kabar bergema dengan suara-suara marah ketika semua orang memihak tetapi, di tengah kekacauan itu terjadi keajaiban. Musafir/pengelana yang datang untuk menuduh pencuri tiba-tiba berubah pikiran. Ia tergerak oleh pencuri karena berhasil mengubah kesediaan para biksu untuk membelanya.

Dia memaafkannya dan memutuskan untuk membatalkan tuduhannya. Penduduk desa juga mengakui transformasi pencuri. Mereka menyadari bahwa para biksu selama ini benar dan bahwa belas kasih memang bisa menaklukkan semua.

Kisah transformasi pencuri dan keyakinan tak tergoyahkan biksu padanya menjadi pembicaraan Kota dan berita tentang kisah mereka segera menyebar jauh dan luas. Kisah keberanian dan keyakinan mereka dirayakan sebagai contoh kekuatan belas kasih dan pengampunan yang sebenarnya dan pencuri yang dulunya merupakan simbol ketakutan dan teror kini menjadi harapan contoh dari apa yang bisa dicapai ketika seseorang mau berubah.

 Anda lihat? Dalam hidup ini kita selalu bisa berubah. Kita selalu bisa menjadi apa yang Kita inginkan, menjadi apa yang Kita inginkan. Mungkin sekarang Kita adalah “pencuri” tetapi besok kita akan menjadi “mercusuar cahaya” atau harapan baru untuk komunitas kita. Berbelas kashi memang memiliki kekuatan untuk menaklukkan semua.



Tuesday, April 11, 2023

Pengendalian Diri. Persepsi dan Asumsi

  Pengendalian Diri. Persepsi dan Asumsi


Di sebuah hutan yang lebat, seorang pria sedang berjalan di sepanjang jalan sempit membawa tas besar di punggungnya. Dia sedang dalam misi untuk menemukan dukun yang dikenal memiliki kemampuan penyembuhan yang hebat. Pria itu telah mendengar bahwa dukun tersebut dapat menyembuhkan penyakit apa pun tidak peduli seberapa parah dan dia sangat ingin mencari bantuannya.

Saat dia berjalan, pria itu bertemu dengan seorang biksu yang sedang duduk di sisi jalan, tenggelam dalam meditasi. Pria itu berhenti dan bertanya kepada biksu itu “apakah kamu tahu di mana dukun itu bisa ditemukan? Biksu itu membuka matanya dan menatap pria itu “dukun yang kamu cari tidak jauh, tapi hati-hati karena ada harimau di Hutan ini. Dia ganas dan tidak dapat diprediksi dan kamu harus waspada.” Jawab Biksu tersebut. Pria itu berterima kasih kepada Biksu itu dan melanjutkan perjalanannya dengan mata yang tajam.


            Akhirnya dia bertemu dengan dukun yang menyambutnya dengan hangat dan menawarkan bantuan untuk penyakitnya tetapi ketika dukun hendak memulai ritual penyembuhannya, pria itu mendengar geraman keras. Dia berbalik dan melihat harimau muncul dari semak-semak. Mata harimau itu tertuju pada dirinya. Pria itu panik dan berlari. Ia menjatuhkan tasnya saat dia melarikan diri tetapi, dukun yang melihat kesusahan pria itu mengerti apa yang terjadi. Dia tahu bahwa harimau itu tidak mengejar pria itu tetapi sesuatu yang ada di dalam tas itu. Pria itu memiliki sepotong daging yang tersimpan di dalam tas yang ia bawa. Daging itu ia bawa sebagai persembahan kepada dukun. Dukun dengan cepat melemparkan tas ke arah harimau yang menerkamnya dengan penuh semangat.

Saat harimau berpesta daging, dukun menoleh ke pria itu dan tersenyum. “Anda lihat?” Tanya Dukun itu. Biksu yang mengatakan tentang harimau kepadamu sebelumnya, itu semua adalah kesalahpahaman. Harimau ini hanya menginginkan makanan yang Anda bawa. Pria itu tertegun. Dia begitu terjebak dalam ketakutan dan kecemasannya sendiri sehingga dia benar-benar salah memahami situasinya. Namun kata-kata Dukun beresonansi dengannya dan dia mulai melihat bagaimana persepsinya sendiri dan keyakinan membentuk pengalamannya, sehingga pria itu meninggalkan hutan dengan pemahaman yang baru ia pelajari.

Dunia ini apa adanya. Dia juga memahami pentingnya kasih sayang dan empati karena hanya melalui pemahaman Dukun dan pemikiran cepat dia dapat menghindari situasi yang berpotensi berbahaya. Dia berjalan pergi. Pria itu merasakan kedamaian dan pencerahan yang belum pernah dialami sebelumnya dan dia tahu bahwa dia akan membawa pelajaran ini bersamanya seumur hidupnya. Anda lihat? Dalam hidup ini, pengalaman kita dibentuk oleh bagaimana kita menafsirkan dan memahami dunia di sekitar kita. Penting untuk melepaskan prasangka atau asumsi kita dan bias untuk melihat hal-hal sebagaimana adanya. Selalu berusaha untuk memahami orang lain dan bertindak dengan kebaikan dan kasih sayang serta selalu hidup di saat ini dengan kebaikan hati yang terbuka.


Tuesday, May 4, 2021

Titik Hitam dan Kertas Ujian

Titik Hitam dan Kertas Ujian


Suatu hari seorang profesor memasuki kelasnya dan meminta murid-muridnya untuk mempersiapkan diri untuk ujian dadakan. Mereka semua menunggu dengan cemas di meja masing-masing untuk ujian dimulai. Sang Profesor membagikan ujian dengan teks terbalik, masih menghadap ke bawah. Seperti biasa setelah dia menyerahkan semuanya teks ujian tersebut, dia meminta siswa untuk membalikan kertas ujian yang sebelumnya diberikan dengan posisi terbalik. Murid-murid terkejut sebab dalam kertas tersebut tidak terdapat pertanyaan apapun. Hanya titik hitam di tengah kertas.

Profesor melihat ekspresi wajah semua orang, dan segera memberi tahu mereka hal berikut: “Saya ingin Anda menulis tentang apa yang Anda lihat disana.” Para siswa yang bingung memulai tugas yang tidak bisa dijelaskan. Di akhir kelas profesor mengambil semua kertas ujian dan mulai membacanya keras di depan semua siswa. Semuanya tanpa pengecualian mendeskripsikan tentang titik hitam dalam kertas ujian tersebut. Setelah semua kertas dalam kelas sudah dibaca, semua tampak terdiam dan profesor mulai menjelaskan, “Saya tidak akan menilai Anda dalam hal ini, saya hanya ingin memberimu sesuatu hal untuk kalian pikirkan. Tidak ada yang menulis tentang bagian putih dari kertas ujian tersebut, semua orang hanya fokus pada titik hitam”


Dan hal yang sama terjadi dalam hidup kita namun kami bersikeras untuk fokus hanya pada 
titik hitam. Masalah kesehatan, kekurangan uang yang rumit, hubungan dengan anggota keluarga, kekecewaan dengan seorang teman, “titik hitam” sangat kecil jika dibandingkan untuk semua yang kita miliki dalam hidup kita tapi merekalah yang mencemari pikiran kita, mengalihkan pandangan kita dari titik-titik hitam dalam hidup kita. Nikmati masing-masing berkat kita dalam hidup ini, hal itu yang memberi kebahagiaan kita dalam menjalani hidup. Kemudian bel berbunyi dan murid-murid pergi ke luar kelas untuk menjalani  kegiatan mereka.

Terkadang dari hal sederhana seperti kisah diatas, kita bisa mempelajari hal baik di dalamnya. Jika kita hanya fokus pada ‘kesialan’ kita tentang masalah kesehatan yang kita miliki, terkadang hal itu membuat kita lupa bahwa sebenarnya lebih dari 90% hidup kita diberkati, terdapat banyak hal indah lainnya. Kemungkinan dengan peluang itu setiap hari memberi kita kesempatan baru, harapan baru. Jangan abaikan masalah kita tetapi lebih fokus pada sesuatu yang baik dalam hidup kita.

Thursday, April 29, 2021

Tawa, Kematian dan Kembang Api

 Tawa, Kematian dan Kembang Api


Pada suatu ketika di negeri Cina kuno hiduplah tiga orang biksu tua. Nama mereka tidak diingat sampai hari ini karena mereka tidak pernah mengungkapkannya kepada siapa pun. Di Cina mereka hanya dikenal sebagai tiga biksu yang tertawa.

Mereka selalu bepergian bersama dan tidak melakukan banyak hal lain kecuali tertawa. Mereka memasuki desa atau kota lalu berdiri di tengah alun-alun/pusat kota utamanya dan mulai tertawa. Perlahan tapi pasti orang yang tinggal dan bekerja di sana serta orang-orang yang lewat tidak bisa menahan dan mulai turut tertawa juga. sampai keriuhan tawa mengumpul seperti sebuah kelompok kecil sampai akhirnya tawa itu menyebar ke seluruh desa atau kota. Saat itu tiga biksu tua pindah ke desa berikutnya. Tawa mereka adalah satu-satunya doa dari semua pengajaran mereka karena mereka tidak pernah berbicara dengan siapa pun. Mereka baru saja menciptakan situasi itu.

Mereka dicintai dan dihormati di seluruh wilayah Cina. Orang-orang tidak pernah tahu seperti itu guru spiritual sebelumnya atau setelahnya. Mereka sepertinya memberitakan bahwa menjalani kesempatan dalam kehidupan itu harus dijalani sama seperti kesempatan untuk tertawa. Semudah itu. Seolah-olah mereka telah menemukan sejenis lelucon ‘kosmik’. Oleh sebab itu mereka bepergian dan terus tertawa selama bertahun-tahun menyebarkan kegembiraan dan kebahagiaan ke seluruh penjuru Cina, sampai suatu hari, saat berada di sebuah desa tertentu di provinsi utara, salah satu dari mereka meninggal. Orang-orang teerkejut dan berdatangan dari jauh. Meninggalkan ladang tanpa pengawasan untuk beberapa hari hanya untuk menyaksikan dua biksu lainnya dan bagaimana reaksi mereka terhadap peristiwa dramatis ini.

Orang-orang mengharapkan mereka menunjukkan kesedihan atau bahkan menangis dan seluruh desa datang ke tempat itu dimana ketiga biksu itu berada. 2 masih hidup dan satunya telah meninggal. Namun dua biksu yang tersisa justru tertawa lebih keras. Mereka tertawa dan tertawa dan tidak bisa berhenti. Sehingga beberapa dari orang-orang itu mendekati mereka dan bertanya mengapa mereka tidak berduka sama sekali untuk teman mereka yang telah meninggal. Kemudian salah satu dari biksu itu mencoba menanggapi, “Alasan kamu tidak bersedih atau bahkan menangis adalah karena kemarin dalam perjalanan menuju desa kalian, dia mengusulkan taruhan tentang siapa di antara kita yang mau mengalahkan dua lainnya dan mati lebih dulu dan sekarang dia menang. Orang tua sialan” lanjutnya mencoba menanggapi santai. Dia bahkan punya wasiat. Dalam tradisinya bahwa diharuskan untuk membasuh orang mati dan mengganti bajunya sebelum menempatkannya di tumpukan kayu pemakaman, tapi biksu tua itu secara eksplisit memintanya tinggalkan pakaian lama itu padanya karena dia tidak pernah kotor sehari pun. “Saya tidak pernah membiarkan semua kotoran dalam dunia untuk menjangkau-ku, melalui tawa-ku.”, itulah yang tertulis dalam pernyataan wasiatnya.


Jadi tubuh lelaki tua itu diletakkan di atas tumpukan kayu api dengan pakaian yang dia kenakan saat dia tiba. Dan saat api menyala dan mulai membakar pakaiannya. Semua orang keheranan. Tiba-tiba bermunculan kembang api dengan ratusan warna meledak ke segala arah. Akhirnya orang-orang yang berkumpul di sana juga ikut tertawa dengan dua orang bijak itu.

Lihatlah, dalam hidup, dalam hidup kita, mungkin satu-satunya alasan kita ada di sini, di bumi ini, agar kita bisa tertawa dan tertawa dan tidak pernah berhenti mengalami kegembiraan dan tawa. Jadi, lain kali, jika kita menghadapi masalah, bercerminlah dan ‘tertawalah’, biarkan masalah pergi karena tawa kegembiraan dan sukacitamu. Itulah yang membuatmu hidup. Bersukacitalah senantiasa.


Wednesday, April 28, 2021

Hanya Semangkuk Nasi

Hanya Semangkuk Nasi 


Pada suatu ketika hiduplah seorang pria bijak yang dikenal karena memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang sulit. Suatu hari dia kedatangan dua pengunjung yang membutuhkan nasihatnya. Mereka berdua adalah pria muda yang sopan dan masing-masing dari mereka bersikeras saling melempar giliran untuk bertanya lebih dulu kepada orang bijak tersebut.

Setelah beberapa diskusi akhirnya mereka menyimpulkan bahwa pada dasarnya pertanyaan mereka sama. Jadi mereka memutuskan untuk berbicara pada orang bijak itu secara bersamaan. Salah satu pemuda itu bertanya pada tuan bijak, “masalah kita serupa, kita berdua hanyalah karyawan level rendah yang diperlakukan buruk di tempat kerja. Bahkan kami tidak dihormati sama sekali dan atasan kami terus-menerus menekan kami, bisakah Anda memberi kami solusi, haruskah kami harus berhenti dari pekerjaan kami?”


Orang bijak itu menutup matanya dan bermeditasi. Cukup lama kedua pemuda itu menunggu dengan sabar sampai akhirnya orang bijak itu membuka matanya, dia memberi mereka jawaban dalam tiga kata “hanya semangkuk nasi” Mendengar jawaban itu, kedua pemuda tersebut berterima kasih kepada orang bijak dan segera pulang.

Mereka mulai merenungkan jawabannya saat mereka berjalan kembali pulang ke kota setelah beberapa saat salah satu dari mereka memecah sunyni dalam perenungan mereka. “Menarik, bagaimana menurutmu jawaban orang bijak itu?” Pemuda lainnya menanggapi dengan bijak, “cukup jelas bahwa mangkuk nasi mewakili makanan sehari-hari kita”

“Saya setuju” Kata pemuda pertama, “menurutku dia memberi tahu kita bahwa pekerjaan itu tidak lebih berarti dari sekedar mencari nafkah.” “ya, jika kamu benar-benar ingin melakukannya, hanya itu yang kami dapatkan dari pekerjaan yaitu makanan sehari-hari kita” Akhirnya mereka memilih untuk mengambil keputusan yang berbeda. Salah satu dari mereka terus bekerja di tempat yang sama sedangkan yang lain menyerahkan surat pengunduran diri.

Segera setelah dia kembali, dia pulang ke pedesaan dan kembali ke kehidupan nya untuk bertani. Setelah beberapa tahun pemuda ini mencapai kesuksesan yang cukup besar sebagai petani. Dia menggunakan apa yang telah dia pelajari di kota, mengimpor benih. Buah dan sayur yang dia tanam menjadi tanaman yang tumbuh dengan kualitas yang tinggi bahkan dikenal sebagai yang terbaik di kawasan ini. Dia tidak hanya menikmati keuntungan besar tetapi juga mendapatkan reputasi sebagai seorang ahli dalam pertanian.

Pemuda yang lain yang bertahan di tempat kerja juga melakukan nya dengan baik. Ia melakukannya dengan baik seolah-olah dia menjadi “seseorang yang berbeda”. Dia mengambil tugas yang sulit dan memperlihatkan kemampuan untuk menangani kesulitan. Dia naik pangkat dan menerima promosi sampai dia menjadi seorang manajer.

Suatu hari mereka berdua bertemu lagi. Mereka dipertemukan dalam sebuah kesempatan yang tidak terduga. Setelah mereka bertemu satu sama lain mereka menyadari bahwa mereka telah mengambil dua jalur yang sangat berbeda. Berdasarkan jawaban yang sama persis dari orang bijak yang mereka temui sebelumnya. Mereka berdua kaya dan bahagia tapi sebenarnya jalan mana yang paling benar?

“Sungguh aneh” Ucap manajer itu, bingung.

“Orang bijak itu mengatakan hal yang sama untuk kita dan kita berdua mendengarnya dengan cara yang sama juga, lalu mengapa kamu berhenti?” Petani itu juga bingung.

Aku segera mengerti kata-katanya orang bijak itu bahwa pekerjaan itu tidak lebih dari sekedar sarana untuk mendapatkan makanan sehari-hari. Jadi mengapa memaksakan diri untuk tinggal di situasi yang mengerikan hanya untuk semangkuk nasi? Berhenti itu adalah jelas keputusan yang tepat untuk dilakukan. Mengapa kamu bertahan?” Tanya Petani. “Aku juga berpikir demikian” Manajer itu tertawa. “Pekerjaan itu tidak lebih dari semangkuk nasi, jadi kenapa aku harus jadi begitu kesal?”

Segera setelah aku mengerti ini, aku menyadari tidak perlu bagiku untuk menjadi begitu kesal. Meskipun aku menerima banyak pelecehan dan dianggap rendah, Aku tidak harus menaggapi nya secara personal. Jadi tentu saja aku bertahan pada pekerjaan itu. Bukankah itu yang orang bijak itu maksud? “Sekarang Aku benar-benar bingung” Ucap Petani, menanggapi. “Apakah yang dia maksud itu adalah jalanmu atau jalanku? Mari kita pergi dan menemuinya lagi”

Sekali lagi mereka menemui orang bijak itu dan menjelaskan alasan kunjungan mereka. “Seperti yang Anda lihat tuan, kami benar-benar ingin tahu arti sebenarnya dari nasihat Anda bertahun-tahun yang lalu. Dapatkah Anda memberi kami?” Lagi, orang bijak itu memejamkan kedua matanya. Dan kembali kedua pemuda menunggu dengan sabar seperti sebelumnya.

Setelah selesai, orang bijak membuka matanya dan memberi mereka jawabannya lagi dalam tiga kata. “Hanya perbedaan pemikiran.”

Kalian mengerti? Lihatlah, dalam hidup kita, kita semua memiliki jalan masing-masing untuk diikuti. Keadaan pikiran kita sama seperti sungai mengalir menuruni bukit. Tidak peduli arah mana yang akan kita ambil, kita akan sampai pada tujuan kita. Kebahagiaan tiap-tiap oorang memiliki caranya sendiri. Jadi, pergilah dan raih kebahagiaan kita. Itu hanya semangkuk nasi.


Thursday, April 22, 2021

Resonansi Dalam Mangkuk

 Resonansi Dalam Mangkuk


Pada suatu ketika ada seorang pria yang sedang mencari mangkuk dengan kualitas yang bagus. Jadi dia pergi ke toko porselen paling terkenal di kota. Untuk menguji kualitas mangkuk tersebut, dia mengambil salah satu dari mangkuk itu dan membenturkan nya dengan lembut dengan mangkuk yang lainnya.

Tes nya adalah sebagai berikut: Saat membenturkan mangkuk yang satu dengan mangkuk yang lain, jika dia bisa mendengar resonansi yang indah, maka dia tahu bahwa dia telah menemukan mangkuk yang bagus.

Tampaknya pria itu tidak beruntung pada percobaan pertamanya, karena suara yang tercipta justru membosankan. Dia mencoba yang kedua tidak berhasil juga. Kemudian dia mencoba yang ketiga dan yang keempat betapa mengecewakannya. Tidak ada mangkuk yang dipamerkan yang mampu menimbulkan resonansi yang indah, suara indah yang sangat ia nantikan.

Ahli pengrajin tua itu melihat nya, dan tau bahwa pria itu terlihat kebingungan. “Hai, anak muda” Sapa ahli pengrajin tua itu. Sambil mengambil salah satu mangkuk lain yang ada di pajangan di toko itu. “Mengapa Anda tidak menggunakan mangkuk ini untuk menguji nya? bukan yang di tangan Anda.” Lanjutnya, memberi saran.

Jadi pria itu melakukan apa yang dikatakan orang tua itu dan sekarang saat dia membenturkan mangkuk itu dengan mangkuk lainnnya yang dipajang di toko tersebut. Setiap mangkuk seolah ‘bernyanyi’.  “Mangkuk-mangkuk ini berhasil menghasilkan resinansi yang bagus” Ucap pria itu. Senang.

“Tapi kenapa dalam percobaan sebelumnya aku tidak bisa mendengar resonansinya?” Tanya pria itu kebingungan.

“Karena mangkuk yang kamu gunakan untuk untuk menguji nya adalah mangkuk yang cacat” Kata tuannya, “Maafkan aku tapi itu salah satu yang rusak dan akan dibuang” Lanjutnya.

Tidak kah kita sadari? Dalam hidup, dalam hidup kita, kita tidak bisa mengharapkan mendapatkan resonansi dari mangkuk yang lain, jika mangkuk yang kita miliki adalah mangkuk yang buruk, cacat atau bahkan mangkuk yang sudah sepantasnya dibuang. Tak jarang hal itu juga terjadi dalam kehidupan kita.

How can u expect love if u cant love?

How can u expect the beauty, if you only see “the ugly” in everyone else?

How can u see the truth, if you yourself just lie?

Give to receive ‘n life will be yours



Wednesday, April 21, 2021

Ahli Teh dan Seorang Samurai

Ahli Teh dan Seorang Samurai

 

Pada suatu ketika di gunung hiduplah sang ahli teh yang terkenal keahliannya. Dalam seni ini tak tertandingi dan banyak yang datang dari jauh untuk duduk di rumah tehnya. Tetapi suatu hari seorang samurai yang tidak sabar terbakar lidahnya marah pada teh hijau tuannya, dia menantang tuannya untuk berduel.

Saat prajurit itu menghunus pedangnya, tuannya berpaling ke murid mudanya. Saya tidak melakukan apa-apa selain membuat teh seumur hidup saya. Duel ini pasti akan menjadi akhir dari hidup saya. Rumah teh ini akan menjadi milikmu, muridku. Siswa itu berteriak dan menangis, “tidak tuan, ambil pedangku ini, berjuanglah. Angkat pedang ini sama seperti engkau mengangkat teko teh mu itu.”


Sang master berjalan perlahan ke arah halaman dan samurai itu bergegas untuk menyerang. Lalu tuannya menutup matanya dan mengangkat senjatanya mengarah ke surga dengan ‘anggun’ dan dengan kekuatan yang sama seperti ketika dia melakukan ritual minum teh nya.

Melihat keseimbangan yang dilakukan oleh ahli teh itu, sang samurai panik dan berpikir orang tua ini pasti ahli pedang. Samurai itu pergi melarikan diri dari rumah teh tersebut dan tidak pernah kembali lagi.

Kalian lihat? Dalam hidup kita, untuk benar-benar menguasai satu keterampilan jauh lebih baik daripada mencoba belajar berbagai keterampilan. Untuk tampil lebih tangguh di dunia ini kita perlu terus-menerus ‘ditekan’ untuk melakukan banyak tugas dan mampu beradaptasi dengan situasi apa pun. Namun apa yang benar-benar membuat sesuatu hal itu efektif dalam bekerja dan bermain adalah menemukan apa yang benar-benar kita kuasai dan mencurahkan energi sebanyak mungkin untuk mengembangkan diri kita dalam hal tersebut.

Jadi singkirkan semua rintangan, lakukanlah apa yang ingin kita lakukan dan nikmatilah.

Serta percaya pada keahlian unik kita tersebut mampu membuat kita melewati situasi apa pun dalam kehidupan kita.


Tuesday, April 20, 2021

Doa di tengah Pulau

Doa di tengah Pulau


Pada suatu ketika sebuah kapal pesiar rusak selama badai di laut dan hanya dua orang di dalamnya yang bisa berenang ke pulau kecil pulau seperti gurun. Hanya dua orang yang selamat yang merupakan teman baik yang tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Mereka setuju bahwa mereka tidak punya pilihan lain selain untuk berdoa kepada Tuhan. Namun untuk mengetahui doa siapa yang lebih “jitu”, mereka setuju untuk membagi wilayah di antara mereka dan tinggal di seberang pulau.


Hal pertama yang mereka doakan adalah makanan. Keesokan paginya orang pertama melihat ada sebuah pohon yang berbuah lebat di sisi pulau dan dia bisa memakan buahnya. Sebidang tanah orang lain tetap ada namun tandus. Setelah seminggu, orang pertama merasa kesepian dan dia memutuskan untuk mendoakan seorang istri. Keesokan harinya kapal lain karam dan satu-satunya yang selamat adalah seorang wanita yang berenang ke sisi wilayahnya di sisi lain pulau di sana tidak terjadi apa-apa.

Segera orang pertama berdoa untuk sebuah rumah, pakaian dan lebih banyak makanan. Keesokan harinya, seperti sihir semua hal itu diberikan kepadanya tapi orang kedua masih tidak punya apa-apa. Akhirnya orang pertama berdoa untuk sebuah kapal sehingga dia dan istrinya bisa meninggalkan pulau di pagi hari.

Dia menemukan sebuah kapal berlabuh di sisi wilayah di pulau itu. Orang pertama naik ke kapal beserta istri dan memutuskan untuk meninggalkan pria kedua di pulau yang dia anggap bukan manusia dan tidak layak untuk menerima berkah Tuhan karena tidak ada doanya yang telah dijawab.

Dan ketika kapalnya akan pergi, orang pertama mendengar suara dari surga, “booming”

“Mengapa Anda meninggalkan rekan Anda di pulau tersebut?”

“Berkat saya adalah milik saya sendiri, karena sejak dulu saya lah yang berdoa untuk semua itu.” Jawab orang pertama.

“Berbeda dengan doa orang kedua, doanya semua tidak dijawab dan sebagainya dia tidak pantas mendapatkan apapun.” Lanjutnya menjawab.

“Anda salah.” Suara itu menegurnya. “Dia hanya punya satu doa yang saya jawab, jika bukan karena itu, Anda tidak akan bisa menerima semua berkat yang saya berikan.” Lanjutnya lagi.

“Katakan padaku apa doa orang kedua itu?” Tanya orang pertama, penasaran.

“Dia berdoa semoga semua doamu terjawab” Jawabnya.

Kalian lihat? Dalam hidup ini sementara kita hidup berdampingan dengan keluarga kita dan juga sebelum kita berdoa untuk diri kita sendiri, jangan lupa untuk mendoakan teman kita juga.

Berdoalah, tapi jangan hanya fokuskan doa kita itu hanya untuk diri kita sendiri.

Peka-lah, doakan juga lingkungan dan teman-teman kita.


Monday, April 19, 2021

Menaklukan Samurai


Menaklukan Samurai


Pada suatu ketika di Jepang kuno seorang siswa muda tinggal di kuil bergengsi. Ia melayani Zen Master yang paling terkenal pada masanya dan dengan demikian ia juga bisa mempelajari kehidupan Zen Master tersebut. Siswa itu adalah seorang yang sangat rajin dan selalu melakukan yang terbaik untuk menyenangkan tuannya dan layak mendapatkan pelajaran dari Zen Master itu.

Zen Master itu juga puas dengan muridnya dan suatu hari dia memutuskan untuk mempercayakannya dengan tugas penting. Ia ditugaskan untuk mengirim surat untuk seseorang di kota Kyoto secepat mungkin. Dalam keadaan apa pun surat itu bisa saja hilang atau bahkan jatuh ke tangan yang salah. Ini sangat penting. Tanpa membuang banyak waktu siswa itu mengemasi beberapa bekal dan sebilah pedang. Dia bepergian dengan cepat untuk beberapa waktu sampai dia mencapai sungai dengan jembatan sempit di atasnya di jembatan berdiri seorang samurai yang telah bersumpah untuk menantang 100 orang pertama laki-laki siapa pun yang akan mencoba untuk menyeberang.

Samurai itu sudah membunuh 99 orang dan dia bersemangat untuk menyelesaikan tugasnya dengan membunuh siswa muda ini. “Anda sudah menginjak jembatan ini, sekarang Anda harus melawan saya untuk mempersiapkan diri mati” Dia berteriak kepada siswa muda yang ketakutan itu. Siswa muda itu teringat akan surat yang ia bawa, dia memohon samurai untuk mengizinkannya lewat untuk membawa surat itu kembali ke tuannya dan bersumpah bahwa dia akan kembali untuk menemui takdirnya.

Samurai itu mengabulkan keinginannya dan menijinkan siswa muda itu untuk melewati jembatan untuk mengantar surat. Sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Sepanjang jalan siswa muda itu memikirkan tentang hal-hal yang mengerikan. Sesampainya di Kyoto, ia menceritakan apa yang dia hadapi di perjalanan ketika mengantar surat itu dengan harapan bahwa dia akan membantunya.

Tuan hanya berkata “tidak mungkin kamu bisa mengalahkan samurai dalam pertarungan pedang jadi kamu akan mati. Aku akan memberitahumu cara yang terbaik untuk menemui kematianmu. Ketika kamu mencapai jembatan, angkat pedangmu di atas kepala dan tutup matamu lalu diam dan tunggu saat kamu merasakan sesuatu yang dingin menyentuh tengkorakmu, itu akan menjadi kematianmu.

Sekali lagi siswa tersebut meninggalkan kuil. Kali ini bersiap untuk menemui ajalnya. Begitu ketika dia mencapai jembatan dan melihat seorang samurai yang menunggunya, dia melakukannya dengan tepat seperti yang diperintahkan oleh tuannya tadi. Dia mengangkat pedangnya di atas kepala lalu menutup matanya dan menunggu sentuhan dingin kematian

Ketika samurai melihatnya seperti itu, dia tiba-tiba berpikir bahwa siswa muda itu pasti telah bertemu master yang benar-benar hebat karena dia tidak pernah melihat sikap seperti itu dengan mata tertutup atau ketenangan sebelum pertarungan. Segera samurai itu menjatuhkan pedangnya sendiri dan mendatangi dia sambil berkata “oh tuan yang hebat maafkan kelalaian saya dan biarkan saya menjadi hamba-mu dan untuk mempelajari penguasaan pedang sebenarnya dari darimu”

Kalian lihat? Dalam hidup ini. terkadang kita menemukan diri kita sendiri ada dalam situasi dimana sepertinya tidak ada jalan keluar. Namun di saat-saat seperti itu kita harus melakukannya dengan tetap tenang dan konsentrasi menjadi 100%. Bayangkan jika siswa muda itu akan menangis dan memohon untuk hidupnya, samurai itu kemungkinan besar akan menertawakannya dan memotongnya menjadi beberapa bagian. Jika siswa tersebut meminta dia untuk membiarkan dia melewati jembatan itu dengan upaya yang putus asa untuk menyerangnya, hasilnya mungkin adalah sama. Namun siswa itu bereaksi dengan tenang dan menampilkan Zen yang sangat tinggi bahwa dia lebih unggul dari samurai tersebut dan dengan demikian samurai membungkuk di depan siswa karena dia sebagai seorang samurai memperhatikan segera bahwa dia telah menemukan seseorang yang unggul dalam menguasai Zen pada siswa muda itu.

Jadi tidak peduli seberapa buruk situasi yang kita hadapi atau mungkin tidak peduli betapa putus asa kita akan keadaan, kita bisa mengingat cerita siswa muda tadi untuk menutup mata kita dan tetap tenang maka  ‘samurai’ akan membungkuk di depan kita juga.

Wednesday, April 7, 2021

Tidur Di Tengah Badai

Tidur Di Tengah Badai

 

Sekali waktu di italia hiduplah seorang petani. Dia adalah seorang pria yang baik dan pekerja keras yang memiliki pertanian yang bagus dan makmur yang merupakan pencapaian seumur hidupnya. Sama seperti kita semua,  semua waktu yang telah ia habiskan dan lalui, tidak bisa terulang kembali. Setiap hari dia seperti menaruh sedikit beban tambahan ke bahunya. Selalu melakukan upaya yang lebih dalam hidupnya. Sangat melelahkan.

Suatu hari dia memutuskan untuk menemukan seseorang yang bisa membantunya mengelola pertaniannya. Orang itu harus memiliki rasa percaya diri dan peduli terhadap pertaniannya.

Jadi, suatu hari petani itu menunggangi kudanya dan pergi ke desa terdekat dengan maksud mencari seseorang yang dia butuhkan. Sambil melihat sekeliling alun-alun, dia melihat seorang pemuda. Dia tinggi tapi juga cukup kurus. Satu-satunya pria muda yang ada di sana. Jadi petani itu memutuskan untuk menemuinya.

“Saya mencari seseorang yang bisa membantu saya dengan pertanian saya, apakah Anda sedang mencari pekerjaan?”

“Saya tidak keberatan sama sekali Pak.” Pemuda itu menjawab.

“Apakah Anda memiliki pengalaman mengerjakan tugas-tugas pertanian?” Tanya petani itu.

“Saya bisa tidur selama badai malam” Jawab pemuda tersebut.

“Maaf..?” Petani itu membalas sambil terkejut.

“Saya bisa tidur selama badai malam.” Dia kembali menjawab dengan jawaban sebelumnya dengan tenang.

Petani itu mengira bahwa pemuda ini entah bagaimana pasti mengalami gangguan, jadi dia meninggalkannya di sana dan melanjutkan berkeliling di kota.

Sepanjang hari dia berjalan di jalanan kota kecil itu tetapi dia tidak dapat menemukan siapa pun yang mau bekerja di pertaniannya.

Saat malam menjelang petani itu kembali ke alun-alun untuk mendapatkan kudanya dan menuju pulang ke pertaniannya. Sesaat dia memperhatikan bahwa pemuda jangkung yang sebelumnya ia temui masih duduk disana.

“Siapa namamu?” Dia mencoba menyapa nya lagi dengan pendekatan yang berbeda.

“Ferman Campolios” Pemuda itu menjawab.

Sebagai petani yang telah lelah dan pasrah, dia pikir itu tidak akan membuat perubahan apapun untuk mencobanya lagi.

“Fairman Campolius, bisakah Anda mengerjakan pekerjaan pertanian?” Dia bertanya.

“Saya bisa tidur selama badai malam” Sekali lagi, ia menjawab dengan jawaban yang sama.

Dia tidak berpikir panjang, karena tidak mempunyai banyak pilihan lain. Akhirnya petani itu mengajak permuda tersebut ke pertaniannya. Pemuda itu terlihat cukup bahagia untuk mengikutinya.

Beberapa minggu berlalu, Ferman Campolius itu bekerja di pertanian tetapi petani itu tidak benar-benar memiliki waktu yang cukup untuk memeriksanya sejak dia sibuk sendiri sampai jam satu

Malam.

Suatu malam, badai dahsyat meletus, petani itu tahu angin akan meniup dan menakuti ternak serta meledakkan gerbang gudangnya dan serta kandang-kandang hewan peliharaannya. Jadi, dia bergegas ke kamar Ferman Campolio untuk membangunkannya.

“Ferman Campolius, bangun!!” Dia berteriak saat badai menderu di luar, tapi tetap saja dia tidak menerima jawaban Ferman Campolios.

Sekali lagi dia berteriak putus asa dengan hasil yang sama jadi dia pergi ke kandang seorang diri dan siap untuk menghadapi malapetaka ketika dia melihat kandang kuda dan gerbang gudang keduanya ditutup jerami dan karung pakan semuanya diperbaiki dengan baik dan hewan-hewan itu aman dan sehat di dalam kandang mereka.

senyum muncul di wajah petani tua itu. Campolius benar-benar bisa tidur selama malam badai.

Kalian lihat? Dalam hidup ini, jika kita tahu apa yang kita lakukan, jika kita siap, maka kita juga bisa ‘tidur dalam badai’ apa pun. Tidak peduli apa yang kita lakukan dalam hidup, tetap tenang dan selalu bersiaplah untuk melakukan pekerjaan kita dan tahu akan tanggung jawab itu.

Cerita pemuda italia itu sangat sederhana tapi memiliki nilai yang besar. Saat ditanya tentang pengalaman bekerja untuk di pertaniaan si Petani tersebut, dia hanya menjawab bahwa dia bisa tidur di badai malam. Dan dia benar-benar melakukannya. Bahkan dengan sangat baik.

Semua tanggung jawab yang diberikan oleh si Petani dapat diselesaikan dengan sangat baik. Bahkan di tengah badai malam pun (situasi yang kacau), dia bisa tidur dengan tenang, tanpa ada tanggung jawab yang terlewatkan.

Menarik.

So, sudah siap tetap tidur tenang di tengah badai malam?

Wednesday, June 3, 2020

Langkah Baru Keberanian


       Pohon-pohon terkuat tumbuh di hutan paling lebat di mana mereka harus berjuang untuk setiap tetes air, setiap inci sinar matahari. Tetapi itulah bagaimana menjadi hebat. Ada perjuangan. Ini adalah bagaimana kita akan menaklukkan semua rintangan seumur hidup dan menjadi juara. Seorang juara adalah seseorang yang menolak untuk menyerah. Tidak ada yang buruk dari kegagalan, tidak perlu juga merasa malu jika mengalami kegagalan. Kemenanagan hari ini adalah dampak kegagalan kemarin. Kegagalan hari ini adalah bekal untuk kemenangan hari esok. Jangan lupakan itu.

Langkah Berani, keberanian, langkah baru
                Jangan berkecil hati hanya karena mungkin kita sedang jatuh. Tenangkan diri Anda dan bangun lagi. Bagaimanapun, kita memutuskan apa yang kita inginkan. Apakah kita akan bekerja keras atau tidak bekerja keras. Kita bisa menjadi penentu permainan, Game Changer! Jika kita memutuskan untuk menjadi penentu permainan.

Merangkul dan berteman dengan pejuang di dalam diri kita
Merangkul dan berteman dengan prajurit di dalam kita
Dan kita akan menikmati perjalanan

Tidak ada yang bisa menghentikan kita karena kita yang menentukan dan memutuskan kapan kita menyerah. Dan bukan ‘masalah’ nya.

                Jika kita menijinkan sesuatu itu terjadi, makan itu akan terjadi. Tetapi kita harus memilih. Kehidupan itu berbicara tentang keputusan: kita memilihnya, kita harus menjalaninya. Jangan seperti 99% orang di luar sana. Menghabiskan uang, waktu, dan pemikiran mereka tentang sampah, tentang hal-hal yang tidak menjadi perhatian mereka. Jangan pasif, aktif. Bersikaplah proaktif.

Mimpikan hidupmu. Hidupi mimpimu.
Jadilah tangguh
Bersikaplah kuat
Ikuti keinginan kita, ikuti impian kita. Jadilah penentu, dan pencipta mimpi-mimpi kita.

                Jadilah aktor utama dalam cerita kita. Ciptakan hidup kita seperti sebuah film. Sebuah film yang akan kita nikmati. Kita yang menentukan akhir ceritanya sendiri. kita pula yang memainkannya sendiri. Percayalah pada diri sendiri karena kalau tidak, tidak akan ada orang lain yang akan melakukannya. Kebanyakan orang menyerah tepat ketika mereka akan mencapai tujuannya. Mereka berhenti di garis terakhir sebelum tujuan mereka tercapai. Mereka menyerah pada menit terakhir pertandingan. Satu langkah dari kemenangan. Jadi, jangan pernah menyerah.

                Kitatidak akan menyerah. Ketika masa-masa sulit, jadilah kuat. Percaya pada diri sendiri. Dan kita tidak harus bergantung pada orang lain. Mulai dan selesaikan apa yang sudah kita mulai dan lakukan. Tidak peduli apapun itu, ikuti saja impian kita dan semuanya akan jatuh ke tempatnya. Ke tempat kemana impian itu akan mendarat. Semuanya akan baik-baik saja. Kita akan baik-baik saja. Jangan merendahkan diri. Jangan menurunkan harapan kita. Klaim hal-hal yang kita inginkan dalam hidup. Tidak ada atau tidak seorang pun yang dapat memberi tahu kita apa yang dapat atau tidak dapat kita miliki dalam hidup ini. kita adalah kapten dari kapal kita.

                Di lautan yang besar, berbahaya, dan tak menentu ini, yang bahkan bisa menelan kita dengan mudah, jika kita membiarkannya. Kita adalah kapten di kapal luar biasa yang kita miliki ini, kapal yang terbuat dari kayu yang paling kuat. Dibuat untuk tahan terhadap cuaca yang paling ekstrim. Kita mengatur layar ke arah yang kita inginkan.

Lihatlah ke cermin. Dan lihat pada mata kita. Apa yang kita lihat?
Kita melihat harapan. kita melihat perubahan. Kita melihat kekuatan. Kita melihat keberanian. Kita melihat semua yang kita inginkan.
Kita yang  putuskan. Lihatlah mata kita. Semua ada di sana. Kita memiliki kekuatan.

                Untuk menciptakan surga kita di bumi. kita menciptakan kekuatan di dalam diri kita. Percayalah, kita bisa mewujudkannya. Mari kita mulai langkah baru penuh keberanian. Mulailah hari ini.