Berperang dan Menanglah
!!
Selalu ada
hal baru untuk ditulis dan diceritakan. Sepertinya Sang Empunya Alam ini selalu
membuat ciptaan nya seolah ‘memanggil’ dan mencari tuannya, untuk dapat
menyampaikan setiap pesan-pesan kehidupan. Dan seperti nya saat ini saya
kembali beruntung karena dapat menangkap dan menyampaikan pesan-pesan tersebut.
Sebelum menuliskan nya, tentu saya tidak lupa menyapa secangkir kopi, yang
sudah saya siapkan sebelumnya.
Kali ini,
Sang Empunya Alam ini seakan membiarkan mahkluk nya yang paling sempurna untuk ‘bernyanyi’.
Nyanyain disini bukanlah tentang nada atau lirik, tapi tentang sikap yang
terpancar dari mahkluk yang sempurna, yaitu manusia. Bersyukur sekali rasanya
bisa menangkap satu dari sekian banyak nyanyian
tersebut. Dalam beberapa hari terakhir ini nyanyian yang berhasil saya tangkap
adalah nyanyian tentang peperangan. Perang ini bukan tentang adu fisik, atau
adu kekuatan senjata, tapi perang melawan setiap sifat-sifat buruk yang ada
dalam diri setiap manusia, mahkluk yang dianggap ciptaan paling sempurna dari
Sang Empunya Alam ini.
Siapa dari
temen-temen disini yang pernah berperang ? Perang melawan ego sendiri, perang
melawan kemalasan, perang melawan ketidak-pede-an, dll. Saya yakin pasti
temen-temen pernah mengalami nya. Diantara banyak nya jenis peperangan itu, semuanya
mengacu kepada satu hal, yakni diri sendiri. Jadi tidaklah salah jika saya
sebut bahwa dalam konteks ini peperangan kita adalah melawan diri sendiri. Mengapa
penting bagi kita untuk berperang melawan diri sendiri ? Karena peperangan kita
dengan segala hal yang ada diluar sana baik itu mengenai peperangan di dunia
kerja, dunia pendidikan, kuliah, sekolah, bahkan di dunia pergaulan pun itu
semua ditentukan oleh sikap kita, karena tak jarang justru sikap kita yang
tidak sesuai dengan kebenaran itu yang menimbulkan peperangan yang sesungguhnya.
Seberapa
banyak dari kita yang pernah atau bahkan sering mendengar istilah ‘perang
melawan diri sendiri’ ? namun bukan itu yang penting, pertanyaan selanjutnya
adalah seberapa banyak dari kita yang telah memenangkan peperangan tersebut ? jawaban
nya tentu akan berbeda, karena setiap orang punya pengalaman yang berbeda-beda
pula.
Ada sebuah
kisah menarik tentang betapa pentingnya kita menaklukan diri sendiri. Dalam sebuah
kejuaraan lomba lari yang diikuti oleh ribuan pelari dari berbagai daerah, ada
seorang pelari yang berhasil mencuri perhatian banyak orang. Ia berhasil mencuri
perhatian banyak orang karena pencapaian nya dalam kejuaraan tersebut. Ia berhasil
menjuarai kejuaraan lomba lari tersebut dan bahkan meninggalkan pelari-pelari
lain dibelakangnya dengan jarak yang sangat jauh. Sontak hal itu menjadi bahan
perbincangan, tidak hanya diantara pelari yang mengikuti lomba tersebut, tetapi
termasuk orang-orang yang menonton pun tergugah dengan pelari itu. Saat
diwawancarai tentang kunci kemenangan nya itu, sang pelari menjawab dengan
bijaknya, bahwa kunci kemenangan nya adalah ia tidak berpikir untuk mengalahkan
pelari lain dalam lomba tersebut, ia hanya fokus untuk mengalahkan record nya
sendiri. Ia berkata bahwa pelari yang sibuk untuk mengalahkan orang lain akan
kalah karena ia sibuk melihat orang lain, dan akan tertinggal, sedangkan ia
hanya fokus pada tujuan nya untuk memecahkan recordnya sendiri tidak peduli
orang lain akan mengejarnya atau bahkan menyusul nya atau tidak. Ia bertanding
melawan diri nya sendiri, bukan melawan pelari lain.
Dari kisah
tersebut kita dapat belajar bahwa kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas
kemampuan kita megalahkan orang lain, tetapi ketika kita mampu mengalahkan diri
sendiri. Karena ketika kita berlari di jalur kemenangan yang kita impikan, kita
harus melawan dan mengalahkan rasa takut, rasa malas, rasa ketidak-pede-an, ke-ego-an,
dan semua sifat-sifat buruk lainnya. Itulah kemenangan yang sejati, ketika kita
mampu mengalahkan diri sendiri.
So,
udah saat nya bagi setiap kita juga mampu untuk mendapatkan kemenangan yang
sejati itu, bukan kemenangan atas orang lain, tapi kemenangn atas diri sendiri,
melawan setiap keterbatasan diri, melawan sifat-sifat yang menghambat kita
untuk untuk bertumbuh. Dan yakinlah bahwa setiap kesaksian dari kemenangan sejati
kita sudah dinantikan oleh orang lain disekitar kita.
Semangat ‘n God Bless

