Problem
Solving
Kita
semua pasti setuju kalau umur bukanlah satu-satu nya hal untuk mengukur kedewasaan
seseorang. Selain umur, salah satu hal yang penting untuk mengukur kedewasaan
seseorang itu adalah kemampuan “problem
solving” atau bagaiama seseorang
itu menyelesaikan masalah dalam hidupnya.
Apa
itu masalah ? mungkin kita mendefinisikan masalah itu berbeda-beda, namun
secara garis besar masalah itu adalah ketidaksesuaian antara apa yang kita
harapkan dengan apa yang kita dapatkan. Sederhananya adalah kesenjangan antara
harapan dan kenyataan.
Pada
umumnya, ada 2 sumber masalah yang dialami setiap orang, yaitu berasal dari
dalam diri sendiri (internal) dan dari luar diri (eksternal). Contoh masalah
yang bersumber dari internal seperti rasa cemas, tidak percaya diri, dll. Sedangkan
contoh masalah yang berasal dari eksternal seperti konflik dengan lingkungan.
Masalah
itu bersifat relatif. Dalam artian setiap orang memaknai dan menyikapi (respon)
masalah itu berbeda-beda. Nah, inilah yang penting, bagaimana kita memaknai dan
menyikapi masalah, karena itu menentukan kedewasaan kita. Oleh sebab itu,
penting bagi kita untuk memiliki kemampuan “problem solving” ini. Mengapa penting ? tentu dong, karena
dengan itu kita dapat mengembangkan diri kita menjadi lebih baik, terutama
dalam hal membangun kepercayaan diri, kepemimpinan, dan belajar dalam
pengambilan keputusan.
Ada
sebuah kisah menarik, suatu hari ada seorang pemuda yang datang ke rumah seorang
kakek yang sangat terkenal karena kebijaksanaannya. Pemuda ini datang dengan
harapan bahwa si kakek mampu membantu menyelesaikan permasalahan yang
dialaminya. Ketika pemuda tersebut menceritakan permasalahannya kepada si
kakek, si kakek ini dengan santai mendengarkan sambil memberikan sedikit tawa.
Setelah
selesai mendengarkan, si kakek membawakan segenggam bubuk yang pahit rasanya
dan segelas air putih. Setelah memberikannya kepada pemuda itu, si kakek
menyuruh untuk memasukan bubuk pahit tersebut ke dalam segelas air yang
dibawakan si kakek tadi dan menyuruh pemuda tersebut untuk meminumnya. Setelah diminum,
Pemuda tersebut mengeluh karena meraskan pahit dalam mulutnya, lalu si kakek
kembali memberikan segenggam bubuk pahit tersebut dan menyuruh pemuda itu untuk
mencampurkan nya dengan air yang ada di danau di depan rumah si kakek.
Setelah
mencampurkan segenggam bubuk pahit itu ke dalam danau, si kakek kembali
menyuruh pemuda itu untuk meminum nya, namun kali ini pemuda itu tidak
merasakan pahit di mulutnya. Dengan bijak si kakek menjelaskan, bubuk tersebut
menggambarkan permasalahan mu, dan air yang di dalam gelas dan danau
menggambarkan hati mu. Jadi jika kita punya masalah dan memasukan ke dalam hati
kita yang hanya “segelas air” maka masalah itu tetap akan terasa pahit,
sedangkan jika memasukan masalah itu ke dalam hati kita sebesar “danau” maka
rasa pahit itu pun tidak akan kita rasakan.
Jadi
hatimu lah yang menentukan permasalahan itu ‘pahit’ atau tidak. Setelah mendengar
penjelasan si kakek, dengan bangga pemuda itu pulang dengan sukacita.
Dari
kisah di atas, kita belajar bahwa untuk menyelesaikan permasalahan yang kita
alami, yang pertama dan yang terpenting bagi kita adalah untuk memperbesar
kapasitas hati kita. Jangan jadikan hati kita hanya sebesar “segelas air” tapi
perbesar kapasitas hati kita sebesar “danau”. Lalu bagaimana agar kita mampu
memperbesar kapasitas hati kita ? nah, caranya tentu dengan banyak mengucap
syukur. Karena dengan mengucap syukur, kita dapat mencipatakan suasana hati
yang kondusif serta bukti bahwa kita percaya akan pertolongan Tuhan dalam hidup
kita.
selain
memperbesar kapasitas hati kita, kita juga harus menyusun strategi. Nah, dalam hal ini,
percayalah bahwa setiap orang yang memiliki masalah, mempunyai kemampuan untuk
menyelesaikannya. Yang terpentig
adalah kita harus mengenal betul kemampuan yang ada dalam diri kita. Disamping
itu, ada dua alternatif dalam menyusun strategi pemecahan masalah
.1. Divergent Thinking
Kita mungkin mencoba untuk membuat berbagai macam solusi
alternatif untuk masalah kita. Setelah itu, kita pasti mempertimbangkan berbagai
kemungkinan jika strategi dan solusi tersebut dilakukan.
strategi ini untuk untuk
memperkecil beberapa kemungkinan sehingga berpusat kepada satu
strategi dan solusi yang terbaik.
Jadi teman-teman, mulai sekarang siap dong untuk bertumbuh
menjadi dewasa dalam pemikiran dan respon kita ? siap dong untuk tidak takut lagi menghadapi masalah
? yap, tetep semangat n God bless
Orang
pandai memecahkan masalah, orang genius mencegah masalah –Om Albert-
No comments:
Post a Comment