Wednesday, June 8, 2016

Apa 'Peran'mu ?

APA ‘PERAN’MU ?

Seseorang mulai menyadari ‘peran’ nya ketika memasuki masa remaja. Masa remaja ini dialami mulai usia 11 – 19 tahun. Banyak yang menyadari  masa remaja ini adalah  fase dimana seseorang mencari jati dirinya. Ini merupakan fase yang sulit, karena dalam fase ini seseorang mulai diperhadapkan seperti dalam sebuah persimpangan, yakni antara masa anak-anak dan masa dewasa. Di masa transisi ini seseorang mengalami masa sulit karena ia akan mengalami hal yang yang tidak pernah ia alami sebelumnya di masa anak-anak.  Nah, pada masa ini lah seseorang juga akan mulai bertanya-tanya tentang dirinya seperti, siapa aku ? bagaimana aku di masa depan ? apa yang dapat aku lakukan ? dan pertanyaan lain yang berkaitan dengan kehidupannya, yang selanjutnya hal itu disebut dengan identitas.

Setiap kita memiliki identitas. Identitas kita sebagai warga negara, identitas sebagai kaum laki-laki atau perempuan, identitas sebagai orang tua, identitas sebagai anak, identitas sebagai kaum pekerja, atau mahasiswa, atau pelajar dan identitas lain yang mengacu kepada ciri atau keadaan diri kita. Identitas juga sering disebut dengan jati diri. Ada sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi dan yang sering kita dengar yaitu istilah ‘mencari jati diri’. Istilah itu digunakan untuk menggambarkan seseorang yang masih labil, atau dengan kata lain menggambarkan seseorang yang tidak tahu bagaimana harus bertindak, bersikap, atau ‘berperan’ dalam hidupnya. Kita telah dipercayakan Tuhan di dunia ini untuk menjalankan ‘peran’. Dan untuk itulah kita hidup ! dan ‘peran’ yang Tuhan percayakan itu tentu adalah ‘peran’ yang baik. Namun kenyataan nya tidak semua orang yang ada di dunia ini, menjalankan ‘peran’ kebaikannya. Dari hal itu muncul pertanyaan, apa yang menyebabkan mereka demikian ? dan muncul juga pertanyaan lanjutan seperti, apakah mereka masih memiliki identitas atau ‘peran’ yang Tuhan percayakan ?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita harus sepakat terlebih dahulu akan satu hal, dalam hal ini kita percaya bahwa setiap kita telah diberikan Tuhan ‘peran’ yang baik, setuju ? sepakat ? ayo kita bayangkan lagi ketika kita lahir, kita yakin bahwa kita telah ‘diberikan identitas’, yakni identitas sebagai pemenang, sehingga kita dapat lahir ke dunia ini. Jadi kita sepakat bahwa dari awal, identitas kita adalah seorang pemenang ! Namun selanjutnya, banyak hal yang mempengaruhi perkembangan identitas atau jati diri seseorang itu seperti diantaranya keluarga, budaya, agama, lingkungan, dll,  yang membuat identitas itu pudar bahkan hilang.
Lingkungan-lingkungan tersebutlah yang selanjutnya membentuk identitas kita. Seharusnya semua berjalan baik, bahkan semakin baik. Namun masalahnya tidak semua lingkungan tempat kita hidup dan berkembang memiliki dampak yang positif buat hidup kita. Bagi seseorang  yang hidup dalam lingkungan yang baik, maka ia akan menjadi seseorang dengan identitas yang semakin baik, lalu bagaimana dengan yang tidak ? seseorang yang hidup dan berkembang dalam lingkungan yang tidak baik tidak menutup kemungkinan bahwa hal itu akan berdampak yang tidak baik pula pada idenitas orang tersebut.
Bagaimana solusinya agar kita tetap bisa memiliki identitas kita sebagai pemenang ? yang pertama tentu kita harus kembali dan semakin dekat kepada Sang Pemberi Identitas yaitu Tuhan yang telah menciptakan kita. Selanjutnya, adalah solusi yang saya dapatkan dari sebuah pengetahuan tentang pengembangan diri manusia yaitu NLP ( Neuro, Linguistic, programming ) .
Ada 4 area dalam diri anda yang mampu digunakan untuk  mendapatkan transformasi yang lebih baik lagi. 4 Area yang akan saya bahas kali ini, akan saya urutkan sesuai dengan lapisan-lapisan kesadaran manusia, mulai dari yang paling disadari sampai yang tidak disadari.
Area Pertama : KATA!
Yes, “Kata”.  Setiap kata yang keluar dari mulut kita, itu merupakan perwakilan dari citra diri  dan dunia kita.  Jadi, gunakanlah kata-kata yang menunjukan dunia yang kita inginkan, bukan yang kita hindari.
Contoh : Hidup saya Runyam. —-> Perbaikannya : Hidup saya penuh dengan pembelajaran.
Area kedua : Pengalaman!
Pengalaman kita sangat terkait dengan “Mental movie”- Setiap reaksi kita dimulai dari menta movie / film internal dalam pikiran kita, dan mental movie tersebut seringkali mengambil database dari pengalaman-pengalaman kita. Oleh karena itu, dengan merubah mental movie pada pikiran kita , kita mampu memaknai ulang pengalaman kita.
Area Ketiga : Persepsi!
Area ini termasuk pada lapisan kesadaran yang  cukup dalam, umumnya manusia tidak sadar tetang persepsi yang mereka miliki.  Persepsi kita membuat kita melihat dunia secara berbeda dengan orang lain. Cara kita melihat dunia, ditunjukan dengan perilaku kita. Jika kita dapat mem-persepsikan sesuatu dengan lebih bijak, maka tanpa disadari perilaku kitapun berubah.
Area Ke-empat : Intensi!
Area ini merupakan area yang paling dalam, yang berpengaruh lebih besar dari pada  ketiga area sebelumnya. Seringkali manusia tidak sadar akan alasan atau tujuan dasar perubahan mereka (Reason behind the Reason) . Manusia cenderung bertindak dengan alasan yang tidak solid, yah tidak heran jika perubahan itu hanya sementara, atau tidak optimal. Oleh karena itu jika kita ingin berubah/ transformasi, temukan alasan sesungguhnya. Ketika kita sudah menemukan alasan sesungguhnya, kita mungkin akan menemukan cara yang efisien dan efektif dalam mencapai transformasi kita.
            percaya bahwa identitas kita adalah pemenang ? siap bertindak sebagai pemenang ? So, jangan lagi kita berpikir bahwa diri kita tidak berharga dan tidak berpotensi, dan jangan lah kita membatasi diri kita sendiri, karena dunia ini sudah menunggu pemenang-pemennag seperti kita. Semangat !

penulis:hendrijoharis@gmail.com


No comments:

Post a Comment