APA
‘PERAN’MU ?
Seseorang
mulai menyadari ‘peran’ nya ketika memasuki masa remaja. Masa remaja ini
dialami mulai usia 11 – 19 tahun. Banyak yang menyadari masa remaja ini adalah fase dimana seseorang mencari jati dirinya.
Ini merupakan fase yang sulit, karena dalam fase ini seseorang mulai
diperhadapkan seperti dalam sebuah persimpangan, yakni antara masa anak-anak
dan masa dewasa. Di masa transisi ini seseorang mengalami masa sulit karena ia
akan mengalami hal yang yang tidak pernah ia alami sebelumnya di masa
anak-anak. Nah, pada masa ini lah seseorang
juga akan mulai bertanya-tanya tentang dirinya seperti, siapa aku ? bagaimana
aku di masa depan ? apa yang dapat aku lakukan ? dan pertanyaan lain yang
berkaitan dengan kehidupannya, yang selanjutnya hal itu disebut dengan
identitas.
Setiap kita
memiliki identitas. Identitas kita sebagai warga negara, identitas sebagai kaum
laki-laki atau perempuan, identitas sebagai orang tua, identitas sebagai anak,
identitas sebagai kaum pekerja, atau mahasiswa, atau pelajar dan identitas lain
yang mengacu kepada ciri atau keadaan diri kita. Identitas juga sering disebut
dengan jati diri. Ada sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi dan yang
sering kita dengar yaitu istilah ‘mencari jati diri’. Istilah itu digunakan untuk
menggambarkan seseorang yang masih labil, atau dengan kata lain menggambarkan
seseorang yang tidak tahu bagaimana harus bertindak, bersikap, atau ‘berperan’
dalam hidupnya. Kita telah dipercayakan Tuhan di dunia ini untuk menjalankan
‘peran’. Dan untuk itulah kita hidup ! dan ‘peran’ yang Tuhan percayakan itu
tentu adalah ‘peran’ yang baik. Namun kenyataan nya tidak semua orang yang ada
di dunia ini, menjalankan ‘peran’ kebaikannya. Dari hal itu muncul pertanyaan,
apa yang menyebabkan mereka demikian ? dan muncul juga pertanyaan lanjutan
seperti, apakah mereka masih memiliki identitas atau ‘peran’ yang Tuhan
percayakan ?
Untuk menjawab
pertanyaan di atas, kita harus sepakat terlebih dahulu akan satu hal, dalam hal
ini kita percaya bahwa setiap kita telah diberikan Tuhan ‘peran’ yang baik,
setuju ? sepakat ? ayo kita bayangkan lagi ketika kita lahir, kita yakin bahwa
kita telah ‘diberikan identitas’, yakni identitas sebagai pemenang, sehingga
kita dapat lahir ke dunia ini. Jadi kita sepakat bahwa dari awal, identitas
kita adalah seorang pemenang ! Namun selanjutnya, banyak hal yang mempengaruhi perkembangan
identitas atau jati diri seseorang itu seperti diantaranya keluarga, budaya,
agama, lingkungan, dll, yang membuat
identitas itu pudar bahkan hilang.
Lingkungan-lingkungan
tersebutlah yang selanjutnya membentuk identitas kita. Seharusnya semua
berjalan baik, bahkan semakin baik. Namun masalahnya tidak semua lingkungan
tempat kita hidup dan berkembang memiliki dampak yang positif buat hidup kita.
Bagi seseorang yang hidup dalam
lingkungan yang baik, maka ia akan menjadi seseorang dengan identitas yang
semakin baik, lalu bagaimana dengan yang tidak ? seseorang yang hidup dan
berkembang dalam lingkungan yang tidak baik tidak menutup kemungkinan bahwa hal
itu akan berdampak yang tidak baik pula pada idenitas orang tersebut.
Bagaimana
solusinya agar kita tetap bisa memiliki identitas kita sebagai pemenang ? yang
pertama tentu kita harus kembali dan semakin dekat kepada Sang Pemberi
Identitas yaitu Tuhan yang telah menciptakan kita. Selanjutnya, adalah solusi
yang saya dapatkan dari sebuah pengetahuan tentang pengembangan diri manusia
yaitu NLP ( Neuro, Linguistic, programming ) .
Ada 4 area dalam diri anda yang mampu digunakan untuk
mendapatkan transformasi yang lebih baik lagi. 4 Area yang akan saya bahas kali
ini, akan saya urutkan sesuai dengan lapisan-lapisan kesadaran manusia, mulai
dari yang paling disadari sampai yang tidak disadari.
Area Pertama : KATA!
Yes, “Kata”. Setiap kata yang keluar dari mulut kita,
itu merupakan perwakilan dari citra diri dan dunia kita. Jadi,
gunakanlah kata-kata yang menunjukan dunia yang kita inginkan, bukan yang kita
hindari.
Contoh : Hidup saya Runyam. —-> Perbaikannya : Hidup saya
penuh dengan pembelajaran.
Area kedua : Pengalaman!
Pengalaman
kita sangat terkait dengan “Mental movie”- Setiap reaksi kita dimulai dari
menta movie / film internal dalam
pikiran kita, dan mental movie tersebut seringkali mengambil database dari pengalaman-pengalaman kita. Oleh karena itu, dengan merubah mental
movie pada pikiran kita , kita mampu memaknai ulang
pengalaman kita.
Area Ketiga : Persepsi!
Area ini termasuk pada lapisan kesadaran yang cukup
dalam, umumnya manusia tidak sadar tetang persepsi yang mereka miliki.
Persepsi kita membuat kita melihat dunia secara berbeda dengan orang lain. Cara
kita melihat dunia, ditunjukan dengan perilaku kita. Jika kita dapat
mem-persepsikan sesuatu dengan lebih bijak, maka tanpa disadari perilaku kitapun
berubah.
Area Ke-empat : Intensi!
Area ini merupakan area yang paling dalam, yang berpengaruh
lebih besar dari pada ketiga area sebelumnya. Seringkali manusia tidak
sadar akan alasan atau tujuan dasar perubahan mereka (Reason behind the Reason)
. Manusia cenderung bertindak dengan alasan yang tidak solid, yah tidak heran
jika perubahan itu hanya sementara, atau tidak optimal. Oleh karena itu jika kita
ingin berubah/ transformasi, temukan alasan sesungguhnya. Ketika kita sudah
menemukan alasan sesungguhnya, kita mungkin akan menemukan cara yang efisien
dan efektif dalam mencapai transformasi kita.
percaya
bahwa identitas kita adalah pemenang ? siap bertindak sebagai pemenang ? So,
jangan lagi kita berpikir bahwa diri kita tidak berharga dan tidak berpotensi,
dan jangan lah kita membatasi diri kita sendiri, karena dunia ini sudah
menunggu pemenang-pemennag seperti kita. Semangat !
penulis:hendrijoharis@gmail.com
No comments:
Post a Comment