Tuesday, August 30, 2016

BENAR dan BENAR

                BENAR dan BENAR

Tentu kita semua tahu kalo dunia ini diciptakan secara seimbang. Jika ada siang, maka ada malam, ada panas maka ada dingin, ada terang maka ada gelap, demikian juga dengan manusia, ada laki-laki dan ada perempuan, ada tinggi ada rendah, dan tentu ada BENAR maka ada SALAH.

                Yang BENAR pun terkadang tiap orang pengetahuan tentang ke-BENAR-an nya berbeda. Terlepas dari latar belakang suku, agama, ras, adat istiadat, atau hal-hal lainnya seperti jabatan atau umur. Sebagai contoh, ada orang yang sedang buru-buru mau pergi kerja atau kuliah, atas dasar buru-buru dan menghindari telat, maka ia mem-BENAR-kan dirinya untuk melawan rambu-rambu lalu lintas. Itu adalah salah satu contoh, dan mungkin masih banyak contoh-contoh atau pengalaman-pengalaman yang pernah kita alami lainnya.

Contoh di atas adalah salah satu contoh yang mungkin hampir kebanyakan orang melakukan nya, atau mungkin kalian termasuk salah satu nya ? perlu diakui bahwa penulis disini pun pernah melakukan nya, hehe. Tapi yang penting semakin banyak kita mengakui kesalahan atau mengenal kesalahan kita, maka semakin mudah kita memperbaiki diri, karena tulisan ini dibuat bukan untuk menghakimi seseorang atau kelompok tertentu, tapi untuk mengevaluasi dan memotivasi diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi tentunya.

Nah, balik lagi ke topik, kita pasti sering melihat di sekitar kita orang-orang yang hidup nya bisa teguh berdiri di atas kebenaran, dan sebalik nya kita juga pasti sering melihat orang-orang yang tidak melakukannya.

Ada kisah menarik, sebagai contoh yang kedua, contoh kali ini berasal dari pengalaman Christian Herter, yang sedang berjuang untuk bisa memenangkan masa jabatan gubernur Massachusetts kedua kalinya. Disuatu sore, sampailah ia di café yang saat itu sedang memberikan makanan gratis kepada setiap pengunjung. Christian Herter saat itu merasa lapar karena ia belum makan sejak siang.

Ia pun ikut mengantri untuk mendapatkan makanan gratis tersebut, akhirnya tiba berhadapan dengan wanita yang bertugas menghidangkan daging ayam. Wanita itu menaruh sepotong daging ayam ke piring Herter. Karena didorong oleh rasa laparnya, Herter menyapa petugas wanita itu dengan permohonan, “maafkan saya, saya lapar sekali, bolehkah saya minta tambah ayam sepotong lagi?” wanita itu menjawab, “maaf, saya hanya boleh memberikan sepotong ayam kepada setiap orang” “tapi saya lapar sekali” Herter mencoba meyakinkan. “Tidak, hanya satu potong untuk satu orang,” sahut pelayan wanita itu.

Chritian Herter sangat terkenal sebagai gubernur yang ramah dan penyabar, namun kali ini ia bertekad untuk menggunakan sedikit kekuasaannya
“Anda tahu siapa saya ?” kata Herter, “sayalah gubernur Massachusetts!” akan tetapi dengan tidak gentar sedikit pun pelayan wanita itu pun menjawab, “anda tahu siapa saya ? sayalah wanita yang diberikan wewenang untuk memberikan ayam satu orang satu potong. Silahkan bapak duduk karena masih banyak yang mengantri!”, demikian wanita itu menjawab.

Dari kisah itu kita bisa belajar, bahkan seseorang akan menggunakan kekuasan atau jabatan nya untuk mem-BENAR-kan dirinya. Dan dari kisah itu kita juga bisa belajar bahwa kita tidak perlu takut untuk bisa menyuarakan kebenaran.

Penting untuk kita semua tahu bahwa setiap kita diberikan wewenang oleh Tuhan untuk menyatakan kebenaran,  kita juga diberikan kuasa dan kemampuan dari Tuhan untuk melakukan nya.

Karena selain karena perintah Tuhan, kita juga harus menyatakan kebenaran itu karena lingkungan sekitar kita membutuhkan nya.

SALAH tetaplah SALAH walalupun banyak orang yang mempercayainya

BENAR teteplah BENAR walaupun tidak ada yang mempercayainya

SALAH tetaplah SALAH walaupun banyak orang yang melakukannya

BENAR tetaplah BENAR walaupun hanya kita yang melakukannya

SALAH tetaplah SALAH walaupun banyak yang mendukungnya

BENAR tetaplah BENAR walalupun tanpa dukungan

 “kesalahan jika terus dibiarkan akan ditentang ketika dibenarkan”


Tuesday, August 16, 2016

Aktif atau Reaktif ? MERDEKA !!

Aktif atau Reaktif ? MERDEKA !!

                Kayanya ga asik ya kalau di bulan agustus kita ‘ga ngebahas tentang bangsa kita, bangsa Indonesia. Udah menjadi jadwal rutin bahwa setiap bulan agustus di tiap tahun nya kita memperingati Hari Ulang Tahun(HUT) negara kita. Dan kita patut berbangga pada hal itu, karena hal itu menggambarkan semangat kita dalam menyambut kemerdekaan bangsa ini. Di tahun ini tepat 71 tahun bangsa kita merdeka. Kita semua pasti tahu bahwa bukan hal yang mudah untuk bisa merdeka, dan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, banyak perjuangan, pertumpahan darah, bahkan nyawa melayang untuk bisa merebut kemerdekaan bangsa kita.
                Kita semua juga mungkin tahu bahkan, setelah Indonesia memproklamirkan kemeredekaan nya pun masih ada peperangan yang terjadi, sebut saja konflik antara Indonesia dan Belanda, dan hadirnya organisasi NICA, ada juga pertempuran Surabaya yang terjadi 10 November 1945, pertempuran ambarawa, dan pertempuran-pertempuran lainnya, termasuk hingga peperangan melawan PKI, dan bahkan sampai saat ini pun bangsa kita masih terus berperang, ya, berperang melawan bangsa sendiri.
                Kalau begitu, genaplah sudah pesan yang disampaikan oleh Bung Karno “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih susah karena melawan bangsamu sendiri
Jika melihat dari isi pidato presiden RI saat ini, Presiden Joko Widodo, dalam pidato kenegaraannya hari ini tgl 16 Agustus 2016, beliau juga mengatakan dalam pidato nya bahwa bangsa ini belum berhasil menang melawan pengangguran dan kemiskinan. Inilah peperangan yang sedang bangsa kita hadapi.
Sayangnya tidak semua orang di bangsa ini menyadari hal itu, bahkan tidak sedikit juga yang membuka “kran” peperangan baru, dengan mengangkat isu SARA.
Yang bangsa kita butuhkan adalah momentum kebersamaan !! tanpa melihat adanya perbedaan. Jika dalam peperangan sebelum bangsa ini merdeka saja kita semua bisa bersatu, tanpa melihat Suku, Agama, Ras, Adat istiadat, atau hal lainnya, kebersamaan itulah yang membawa kita kepada kemenangan yang memerdekakan.
Menjadi berbeda ketika saat ini yang terlihat di bangsa kita adalah lebih dominannya kepentingan kelompok diatas kepentingan bangsa ini, jika mengaca pada bidang politik, seakan semuanya sudah tergambarkan disana. Bagaimana yang terlihat bukannya gotong royong, bukan semangat persatuan, tetapi masyarakat dipertontonkan sikap saling menjatuhkan, saling menjegal, saling mencari kepentingan dan kemnangan masing-masing kelompok politik.
Pertanyaan nya adalah, apa yang bisa kita lakukan ?
Jika kita melihat lagi dalam proses pembentukan kemerdekaan bangsa ini, bangsa ini dipelopori oleh anak muda, bernama Soekarno, bagaimana tidak, bahkan di umurnya yang saat itu baru berumur 27tahun, ia sudah merancang bentuk negara ini, melalui kongres sumpah pemuda.
Kita harus melihat dan menyadari bahwa bangsa ini dibangun oleh pemuda-pemuda yang ada di bangsa kita. Itu juga yang seharusnya menyadari kita bahwa, semangat pemuda itulah yang bisa membawa kita turut membangun bangsa ini.
Tak bisa dipungkiri bahwa bangsa kita sedang ada dalam peperangan itu. Berperang melawan bangsa nya sendiri.  Ironinya, tidak sedikit dari pemuda bangsa kita juga yang pesimis dan bahkan mengutuki bangsa ini.
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)
Sebagai contoh akhir-akhir ini di moment bulan kemerdekaan ini, banyak akun di media sosial yang mem-posting tentang hal-hal yang membangun semangat persatuan, tapi kalo kita lihat di kolom komentar, justru banyak yang malah “adu pintar” di kolom komentar, atau bahkan mengutuki bangsa ini. Itu adalah fenomena yang tak ter-elak-kan.
Ada 2 sikap yang bisa kita pilih dalam menanggapi hal-hal seperti itu
Yang Pertama, adalah sikap AKTIF
sikap aktif disini berarti kita tidak terpengaruh dengan situasi tersebut, sebaliknya kita lah yang memberikan pengaruh buat mereka. Sikap ini penting dimiliki oleh setiap kita untuk menciptakan semangat persatuan. Karena yang dibutuhkan bangsa ini adalah orang-orang yang mau menjadi dampak, dan menciptakan semangat kebersamaan itu, bukan orang-orang pesimis yang turut larut mengutuki bangsa ini.
Yang Kedua, adalah sikap REAKTIF
Sikap reaktif disini berarti kita yang terpengaruh oleh situasi, dan tidak bisa mempengaruhi situasi tersebut. Jika situasi yang terjadi adalah kekacauan, orang-orang yang memilih sikap reaktif mereka akan cenderung mengikuti situasi tersebut, mereka tidak muncul dengan solusi, tapi muncul untuk turut merusak situasi. Orang-orang reaktif adaah orang-orang pesimis yang mudah terpengaruh.
Kita sebagai pemuda dan tulang punggung bangsa, tentu tahgu sikap mana yang harus kita ambil. Bangsa ini butuh pemuda-pemuda dengan jiwa-jiwa semangat ‘Soekarno’ yang dimasa mudanya ia gunakan untuk ‘merancang’ kemerdekaan bangsa ini.
Ada sebuah statement menarik yang berkata :
 “jangan mengutuki kegelapan, tetapi bawalah terang kepada kegelapan itu”
Mari, kita sama-sama menjadi pemuda yang membawa TERANG, bukan pemuda yang mengutuki kegelapan.
Artikel kali ini akan saya tutup dengan sebuah statement menarik dari seorang penulis dan comedian Panji Pragiwaksono
“ada 2 tipe pemuda, yang pertama adalah pemuda yang membawa perubahan, yang kedua adalah pemuda yang menuntut perubahan,” kamu pemuda yang mana ? –Panji Pragiwaksono-


Tuesday, August 2, 2016

Standar Hidup Yang ‘Ga Standar

Standar Hidup Yang ‘Ga Standar

                Jika berbicara tentang standard hidup, maka setiap orang ingin memiliki standar hidup yang tinggi, karena standar hidup yang tinggi berbanding lurus dengan kepemilikan akan barang-barang mewah atau jasa-jasa, dan juga terkait dengan pendapatan seseorang yang tinggi. Hal-hal tersebut mengacu kepada standar hidup material. Namun, dalam artikel kali ini, kita tidak akan membahas tentang standar hidup dalam hal materialis, melainkan standar hidup dalam segi hehidupan sosial, kesehatan mental, dan pencapaian hidup, yang selanjutnya disebut dengan kualitas hidup.

                Tidak sedikit orang yang ‘hanya’ mengejar standar hidup yang tinggi dalam hal materialis tanpa memperhatikan kualitas hidupnya, dan sepertinya tidak salah jika kita melihat hal itu menjadi akar dari tinggi nya kejahatan di negeri ini, salah satu contoh nya adalah korupsi. Orang-orang menjadi sibuk untuk memperkaya dirinya dengan segala bentuk materi dibanding memperkaya dirinya dengan hal-hal yang menunjang kualitas hidup mereka.

                Saya sangat tergugah dengan kisah hidup dari salah satu legenda hidup pemain basket dunia, Michael Jordan.  Dikenal sebagai pemain basket terbaik sepanjang masa, Michael Jordan tidak begitu saja mendapatkan keberhasilannya itu. Ia harus berjuang keras meraihnya. Meskipun kemampuannya tak diragukan lagi, tinggi badannya tidak memenuhi syarat untuk menjadi salah satu anggota tim basket kampusnya.

                Michael merasa marah sekaligus dipermalukan, tapi energi emosionalnya itu ia curahkan dan gunakan untuk menjadikan dirinya seorang pemain yang jauh lebih baik.

“Setiap kali berlatih dan merasa lelah juga mulai timbul niatan untuk menyerah, saya akan menutup mata dan membayangkan daftar nama pemain di kamar ganti tanpa nama saya tertera di sana,” kata Jordan. “Dan biasanya hal itu akan membuat saya bangkit kembali.”

                Michael akhirnya berhasil menjadi anggota tim kampus dua tahun kemudian, memperoleh beasiswa ke University of North Carolina, dan lalu direkrut Chicago Bulls.

“Sepanjang karier saya, lebih dari 9.000 tembakan saya meleset. Saya juga pernah kalah dalam 300 pertandingan. Paling tidak, 26 kali saya dipercaya untuk melakukan syuting penentu kemenangan namun gagal. Saya telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam hidup. Dan itulah sebabnya, saya bisa berhasil…,” ungkap Michael Jordan suatu ketika merefleksi masa lalunya.

                Dari kisah diatas Michael Jordan berhasil menunjukan standar hidup nya yang tinggi, kemampuan nya dalam memotivasi diri dan keberhasilannya dalam mencapai mimpinya menjadi kunci dari kesuksesannya.


                Ada 2 hal yang ingin saya bagikan dari kisah Michael Jordan, bagaimana dia berhasil membuat standar yang tinggi dalam hidupnya

Yang pertama : Mempunyai Tujuan

                Dari kisah itu kita bisa melihat bahwa Michael Jordan memiliki tujuan dalam hidupnya yakni menjadi pemain basket professional. Beberapa kali ia nyaris menyerah dan putus asa, namun kemampuan nya dalam memotivasi dirinya mampu membawanya terus ada dalam jalur kesuksesan nya itu. Itulah pentingnya menetapkan suatu tujuan, agar kita tidak mudah menyerah dan tidak mudah putus asa.

Yang kedua : Mau Menerima Tanggung Jawab

                Dari kesaksiannya, Michael Jordan berkata bahwa ia paling tidak 26 kali dipercaya untuk melakukan syuting penentu kemenangan, namun ia gagal. Sebenarnya ia bisa saja dalam kesempatan nya yang kedua, atau ketiga menolak untuk mengambil tanggung jawab untuk melakukan syuting penentu kemenangan itu, namun Michael Jordan terus mau menerima tanggung jawab itu, bahkan ia berkata kegagalan itu lah yang membuatnya berhasil. Janganlah takut untuk menerima tanggung jawab, karena daris etiap tanggung jawab itu kita belajar banyak hal, dan menjadikan kita seseorang yang memiliki mental yang sehat.

                Dan terakhir, dalam artikel kali ini akan saya tutup dengan sedikit kesaksian yang saya alami beberapa minggu belakangan ini. Dalam minggu belakangan ini, tampaknya Tuhan ingin membuat hidup saya lebih ‘seru’. Terlihat dari banyak nya waktu yang harus saya gunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sekan ‘tiba-tiba’ datang. Waktu itu juga yang telah menyita jadwal menulis saya di minggu lalu. Tugas deadline, minggu UAS, jadwal ujian yang berubah-ubah, jadwal ikut seminar, jadwal study tour dan hal lainnya yang turut menyita waktu, bahkan jam main game online pun turut tersita haha.

                Tapi melalui kejadian di minggu lalu itu, saya jadi mengerti dan belajar suatu hal, bahwa tanggung jawab yang udah Tuhan percayakan, walaupun semuanya seakan datang bersamaan, tetapi saya masih bisa menyelesaikan semuanya, dan saya semakin percaya bahwa jika Tuhan memberikan tanggung jawab pada hidup kita, Tuhan juga turut memberikan kesanggupan dan kekuatan yang baru juga bagi kita untuk dapat menyelesaikan nya. Dan dan pada akhirnya yang keluar dari mulut saya bukanlah keluhan, melainkan ucapan syukur, karena Tuhan udah bantu saya menyelesaikan setiap tanggung jawab yang Tuhan berikan.

So, temen-temen, jangan mau punya standar hidup yang standar atau biasa-biasa aja. Setiap kita punya mimpi/tujuan hidup, tugas kita selanjutnya adalah percayalah pada mimpi itu, dan jangan batasi diri, buatlah sebuah tujuan, dan jangan takut menerima tanggung jawab, dan jangan lupa juga libatkan Tuhan dalam pencapaina mimpi kita. Capailah standar hidup yang ga standar !

“If you cannot do great things, do small things in great way”
-Napoleon Hill-


Semangat ‘n God bless