BENAR dan BENAR
Tentu kita semua tahu kalo dunia ini diciptakan secara seimbang. Jika ada siang, maka ada malam, ada panas maka ada dingin, ada terang maka ada gelap, demikian juga dengan manusia, ada laki-laki dan ada perempuan, ada tinggi ada rendah, dan tentu ada BENAR maka ada SALAH.
Yang BENAR
pun terkadang tiap orang pengetahuan tentang ke-BENAR-an nya berbeda. Terlepas dari
latar belakang suku, agama, ras, adat istiadat, atau hal-hal lainnya seperti
jabatan atau umur. Sebagai contoh, ada orang yang sedang buru-buru mau pergi
kerja atau kuliah, atas dasar buru-buru dan menghindari telat, maka ia
mem-BENAR-kan dirinya untuk melawan rambu-rambu lalu lintas. Itu adalah salah
satu contoh, dan mungkin masih banyak contoh-contoh atau pengalaman-pengalaman
yang pernah kita alami lainnya.
Contoh di atas adalah salah satu contoh yang mungkin hampir kebanyakan
orang melakukan nya, atau mungkin kalian termasuk salah satu nya ? perlu diakui
bahwa penulis disini pun pernah melakukan nya, hehe. Tapi yang penting semakin
banyak kita mengakui kesalahan atau mengenal kesalahan kita, maka semakin mudah
kita memperbaiki diri, karena tulisan ini dibuat bukan untuk menghakimi
seseorang atau kelompok tertentu, tapi untuk mengevaluasi dan memotivasi diri
menjadi pribadi yang lebih baik lagi tentunya.
Nah, balik lagi ke topik, kita pasti sering melihat di sekitar
kita orang-orang yang hidup nya bisa teguh berdiri di atas kebenaran, dan
sebalik nya kita juga pasti sering melihat orang-orang yang tidak melakukannya.
Ada kisah menarik, sebagai contoh yang kedua, contoh kali
ini berasal dari pengalaman Christian Herter, yang sedang berjuang untuk bisa
memenangkan masa jabatan gubernur Massachusetts kedua kalinya. Disuatu sore,
sampailah ia di café yang saat itu sedang memberikan makanan gratis kepada
setiap pengunjung. Christian Herter saat itu merasa lapar karena ia belum makan
sejak siang.
Ia pun ikut mengantri untuk mendapatkan makanan gratis
tersebut, akhirnya tiba berhadapan dengan wanita yang bertugas menghidangkan
daging ayam. Wanita itu menaruh sepotong daging ayam ke piring Herter. Karena didorong
oleh rasa laparnya, Herter menyapa petugas wanita itu dengan permohonan, “maafkan
saya, saya lapar sekali, bolehkah saya minta tambah ayam sepotong lagi?” wanita
itu menjawab, “maaf, saya hanya boleh memberikan sepotong ayam kepada setiap
orang” “tapi saya lapar sekali” Herter mencoba meyakinkan. “Tidak, hanya satu
potong untuk satu orang,” sahut pelayan wanita itu.
Chritian Herter sangat terkenal sebagai gubernur yang ramah
dan penyabar, namun kali ini ia bertekad untuk menggunakan sedikit kekuasaannya
“Anda tahu siapa saya ?” kata Herter, “sayalah gubernur
Massachusetts!” akan tetapi dengan tidak gentar sedikit pun pelayan wanita itu
pun menjawab, “anda tahu siapa saya ? sayalah wanita yang diberikan wewenang
untuk memberikan ayam satu orang satu potong. Silahkan bapak duduk karena masih
banyak yang mengantri!”, demikian wanita itu menjawab.
Dari kisah itu kita bisa belajar, bahkan seseorang akan
menggunakan kekuasan atau jabatan nya untuk mem-BENAR-kan dirinya. Dan dari
kisah itu kita juga bisa belajar bahwa kita tidak perlu takut untuk bisa
menyuarakan kebenaran.
Penting untuk kita semua tahu bahwa setiap kita diberikan
wewenang oleh Tuhan untuk menyatakan kebenaran,
kita juga diberikan kuasa dan kemampuan dari Tuhan untuk melakukan nya.
Karena selain karena perintah Tuhan, kita juga harus
menyatakan kebenaran itu karena lingkungan sekitar kita membutuhkan nya.
SALAH tetaplah SALAH
walalupun banyak orang yang mempercayainya
BENAR teteplah BENAR
walaupun tidak ada yang mempercayainya
SALAH tetaplah SALAH
walaupun banyak orang yang melakukannya
BENAR tetaplah BENAR
walaupun hanya kita yang melakukannya
SALAH tetaplah SALAH walaupun
banyak yang mendukungnya
BENAR tetaplah BENAR
walalupun tanpa dukungan
“kesalahan jika terus dibiarkan
akan ditentang ketika dibenarkan”

