Jalani dan Hidupi
Pagi ini, kayanya banyak orang yang ‘sarapan’ dengan menu
kekecewaan. Selain karena hari senin, mungkin telat ke kantor, kejebak
kemacetan dan lain sebagainya, khusus untuk para pecinta sepak bola, atau
penggemar Lionel Messi, ditambah kekalahan timnas Argentina dalam laga Final
Copa Amerika Latin, kayanya nyesek nya nambah. Kaya ada pait-pait nya gitu.
Semoga hari ini ga bener-bener dimulai dengan rasa kecewa
ya, karena tentu masih lebih besar Anugerah Tuhan yang kita terima, dari pada
kekecewaan kan ?
balik lagi ke topic tentang final Copa Amerika pagi ini, ada
kisah menarik di laga final pagi tadi yang mempertemukan antara Argentina v
chili.
Eksekutor
yang gagal mencetak gol dari titik 12 pas.
Kalah 4-2
dalam adu pinalti
Lagi-lagi gagal membawa negara nya juara dalam
turnamen internasional.
Itu adalah sedikit gambaran tentang Lionel Messi dalam
pertandingan pagi ini. Siapa yang ga kenal dengan Lionel Messi ? pemain sepak
bola dengan 5x gelar pemain terbaik di dunia ini pasti kita mengenalnya.
Ini bukan kekalahan pertamanya di laga puncak nya bersama
timnas Argentina. selain gagal di tahun sebelumnya dalam turnamen yang sama, ia
juga hanya mampu membawa Argentina sebagai runner-up di piala dunia tahun 2014
yang lalu. Total Messi udah bermain 4x di laga final dan semua berakhir
kekalahan.
Banyak keberhasilan yang telah dicapai oleh Messi, baik
secara tim maupun individu. Namun, tidak sedikit juga kegagalan yang ia alami.
Terbaru, kegagalan nya membawa tim Argentina menjuarai liga Copa Amerika Latin.
Banyak ejekan atau tuduhan yang diberikan kepada nya karena kegagalan nya
mencetak gol dalam drama adu pinalti tadi pagi. Lewat kegagalan itu, banyak
tuduhan dan ejekan yang dilayangkan pada dirinya.
Nah, kalo kita perhatiin baik-baik, kita juga sama seperti
Messi. Bukan dari segi sepak bola nya, tapi kita semua pasti pernah mengalami
kemenangan atau keberhasilan dalam hidup kita, dan tentu kita mengalami saat-saat
kegagalan juga. Tentu banyak reaksi juga yang diberikan lingkungan terhadap
diri kita. Jika kita melihat dari kisah Lionel Messi di atas, walaupun ia gagal
membawa Argentina menjuarai liga tersebut, hal itu tidak menjadikan Messi
kehilangan gelar pemain terbaik dunia, tidak juga menghilangkan gelar-gelar
atau keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai oleh Messi
sebelum-sebelumnya.
Sama seperti Lionel Messi, kita semua memiliki gelar pemain
terbaik, namun gelar yang kita miliki bukan berasal dari dunia, tetapi Tuhan
sendiri yang memberikan nya pada kita. Ingatlah bahwa setiap kita adalah
‘pemain-pemain’ terbaik nya Tuhan. Pemain terbaik itu peran nya tak
tergantikan. Seperti di artikel sebelum nya, setiap kita punya peran
masing-masing. Dan itu tak tergantikan.
Nah, mungkin sekarang kita lagi ada di ‘masa-masa kegagalan’
tapi ingatlah bahwa kegagalan yang kita alami itu tidak akan menghapuskan gelar
kita, sebagai ‘PEMAIN TERBAIK’ nya Tuhan. Dan pemain terbaik itu tidak akan
terhentikan oleh kegagalan. Justru kegagalan adalah salah satu hal yang turut
‘membentuk’ pemain terbaik
Ada sebuah statement menarik dari seorang penasihat,
pengarang, sekaligus motivator asal Amerika bernama Zig Ziglar,
“Jika kamu belajar dari kekalahan, kamu tidak benar-benar kalah”
Jadi, sekarang kita punya dua pilihan; menghidupi
kemenangan yang Tuhan berikan atau menghidupi kesalahan yang kita lakukan ?
Tentu pilihan terbaik adalah ketika kita mau menjalani dan menghidupi
kemenangan yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita. Jangan sampai kemenangan
kita luntur karena kenyamanan kita menghidupi kesalahan-kesalahanyang kita
lakukan. Semangat ‘n God Bless.
“It’s
fine to celebrate success but it is more important to heed the lessons of
failure.”
“Merayakan kesuksesan itu baik akan tetapi
belajar dari kegagalan itu lebih penting.” ~ Bill Gates~






