Sunday, December 3, 2017

Bukan Tuhan Transaksional

Bukan Tuhan Transaksional

Tuhan kita adalah Tuhan yg setia & adil. Ia adalah pribadi yg sempurna. Ia tahu apa yg kita butuhkan. Sekalipun ktika kita tdk mngatakannya.
Mslahnya terkadang kita "menemui" Tuhan hnya untuk "bernegosiasi" agar Tuhan mngabulkan apa yg kita inginkan.

 
Kita melakukan kebaikan agar mendpatkan sesuatu dri Tuhan.
Kecenderungan kita dlm berbuat baik didasari krn kita ingin agar Tuhan mmberikan apa yg kita inginkan. Kita menjadikan Tuhan sbagai objek dri harapan kita.

 
Kita berbuat baik diatas dasar yg salah. Melakukannya dgn hati yg curang dan tdk benar.
Jelas tertulis dalam Yeremia 17:9-10 (TB) "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya." .
Jgn jadikan Tuhan mnjadi Tuhan yg transaksional. Ttpi biarlah perbuatan baik kita didasari sbg bentuk bahwa kita mengasihi Tuhan.


Dalam firmanNya, Tuhan bilang klo Tuhan bakal mberi balasan mnurut perbuatan kita. Jadi, mari jd anak Tuhan yg slalu mengekspresikan kasih Tuhan dlm segala perbuatan kita.
Jgn sampai kita mnjadi orang2 yg "dicurangi" dan dihukum oleh Tuhan.


Semangat mengeskpresikan kasih Tuhan 😇

Thursday, November 23, 2017

Kembali

 Kembali



Wah, ga kerasa udah hampir 7 bulan sejak postingan terakhir saya di blog ini. Bulan April lalu tepatnya. Selama tujuh bulan belakangan ini saya fokus untuk mengerjakan beberapa tugas. Termasuk menyelesaikan naskah untuk buku pertama saya. dan Puji Tuhan, bersyukur banget naskah nya sudah selesai dan tinggal menunggu konfirmasi penerbit.

Saya masih ingin terus belajar dunia penulisan. salah satu cita-cita saya ingin jadi penulis pun belum berubah. selama 7 bulan belakangan ini saya jadi cukup sering mengunjungi beberapa toko buku hahnya untuk membaca dan tak jarang membeli walaupun hanya satu atau dua buku.

Langkah pertama saya, saya mencoba untuk menerbitkan buku. Buku saya ini berjudul Half Of Us Is One For Us. Buku ini berisi tulisan-tulisan yang sempat saya tulis di blog ini, namun dikembangkan dan ditambah beberapa tulisan baru. Buku saya ini berisi tentang bahwa setiap kita pada dasarnya terhubung satu sama lain. Memang ada perbedaan, namun perbedaan itu tak seharusnya dipermasalahkan.

Setiap kita adalah sebuah kesatuan. Entah itu disatukuan oleh keluarga yang sama, agama, suku, ras, adat, negara, atau apapun itu. Walaupun jika itu semua berbeda, setidaknya kita adalah sebuah kesamaan dalam ciptaan Tuhan. Jadi, apapun perbedaannya, kita adalah sebuah kesatuan.

Dari kesatuan itulah setiap kita berpotensi untuk bisa saling melengkapi. setiap orang memiliki perjalanan dan kisah hidup yang berbeda-beda, namun saya meyakini bahwa setiap pengalaman dan kisah hidup setiap orang itu berpotensi untuk bisa menguatkan dan melengkapi kisah hidup orang lain.

kita sering mendengar tentang kisah-kisah hidup orang-orang besar atau tokoh-tokoh dunia yang terkenal. semua kehidupan yang mereka tuliskan mampu memotivasi atau melengkapi kisah hidup kita. itu yang ingin saya tuliskan dalam buku saya. Bahwa pengalaman hidup setiap orang berpotensi untuk bisa menguatkan dan melengkapi hidup orang lain.

Saya memulainya dari diri saya, bagaimana pengalaman, pengetahuan, dan kisah hidup yang pernah saya lalui saya tuliskan di buku itu untuk bisa sekedar berbagi. Tentu dengan harapan bahwa akan banyak orang yang terinspirasi dari apa yang saya tulis tersebut. Tidak berhenti sampai disitu, saya pun mengharapkan kisah-kisah hidup dan pengalaman dari kalian untuk bisa memperlengkapi hidup saya. Saya juga tentu harus belajar dari kisah hidup orang lain.

Buku saya ini terdiri dari delapan chapter atau bagian. Chapter pertama berudul Hukum Telur, Chapter kedua Pemain Terbaik, Chapter ketiga Runtuhkan Diri, Chapter keempat Standar Hidup yang Ga Standar, Chapter kelima Sisipkan Ruang, Chapter keenam Tidak Ada yang Lengkap, Chapter ketujuh Raih Hak Bicara, Chapter kedelapan Dunia Harus Mengenalmu.

Nah, dalam tulisan selanjutnya saya akan membahas tulisan tiap Chapter dalam buku yang saya tulis.
Thank you 'n Godbless

Wednesday, April 19, 2017

Putar Arah Impian

Putar Arah Impian

Marshal, laki-laki yang lahir 20 Juli 1994   itu pasti belum banyak yang mengenalnya. Pria yang pernah bersekolah di SMP Saint Caroline dan SMAK 2 BPK Penabur Jakarta itu hanyalah pemuda biasa, lulusan Universitas Bina Nusantara tahun 2016. Namun, ada kisah yang menarik dalam hidupnya, bagaimana ia merubah harapanya yang sebelumnya ingin menjadi seorang IT di perusahaan besar, kini hanya menjadi admin official account di jejaring sosial LINE.

Tidak banyak orang yang mau merubah impiannya. Apalagi jika merubahnya menjadi sesuatu hal yang belum tentu menjanjikan. Itulah keputusan yang diambil oleh Pria kelahiran Jakarta tersebut. Berawal saat Marshal masih duduk di bangku SMA, Ia melihat salah satu temannya mengubah profil picture di jejaring sosial, dan itu sangat memberkati Marshal. Dari situ Ia punya komitmen untuk menggunakan jejaring sosial yang Ia miliki untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang.

Tahun 2015, Marshal mendapat ‘panggilan’ baru dalam hidupnya. Hari terakhir di kantor tempat Marshal magang adalah momen dimana Ia semakin yakin dengan passion baru nya menjadi saluran berkat bagi orang lain lewat media sosial. Ia yakin bahwa panggilan barunya itu berasal dari Tuhan. Di sisi lain, Ia pun merasa sedih harus melepaskan karir dan masa depannya di jurusan IT, bahkan Ia sempat berpikir bahwa akan lebih menjanjikan jika Ia bekerja pada perusahaan yang besar dan sudah pasti mendapat bayaran yang besar juga, dibandingkan dengan apa yang akan dia jalani nantinya. Namun keyakinan akan ‘panggilan’ dari Tuhan yang Marshal yakini membuatnya terus ada dalam komitmennya untuk terus maju melangkah pada passion baru nya untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang melalui media sosial.

18 Juni 2015 Marshal membuat official account di jejaring sosial LINE dengan nama BLESSING. Wadah dimana Ia akan berjalan, melangkah dan menjalani panggilannya. “Aku memigrasikan semua postingan ku di akun pribadi ke dalam BLESSING” ucapnya ketika ditanya apa yang dilakukan nya dengan official account BLESSING tersebut. Selain itu official account BLESSING juga berisi informasi, kesaksian, program, cerita motivasi dan info kegiatan-kegiatan kekristenan. Ia pun turut menjadi editor dari setiap kesaksian yang dikirim oleh sahabat BLESSING (sebutan untuk orang-orang yang mengikuti akun BLESSING di media sosial), tidak hanya itu, Ia turut mendoakan setiap Sahabat BLESSING. Marshal pun mengakui bahwa awalnya sulit membangun official account ini. Ia terus membalas satu persatu chat yang dikirim oleh Sahabat BLESSING. Bahkan beberapa orang tertentu akan di hubungi melalui Line Call, Whatsapp Call, Skype call dan dihubungi melalui nomor pribadi miliknya. Satu hal yang membuat Marshal terus semangat dalam panggilan baru nya ini adalah Ia senang melihat ketika Sahabat-sahabat BLESSING diberkati oleh ‘pekerjaan’ barunya ini.

Apa yang dilalui oleh Marshal tentu bukan tanpa tantangan. Di awal perjalanan barunya itu, orang tua Marshal tidak mendukung keputusan nya, tidak hanya itu bahkan teman-temannnya pun mengabaikannya jika ia meminta tolong untuk bantu menyebarkan konten-konten yang ia tuliskan di akun BLESSING nya di LINE. Bahkan banyak orang yang bilang bahwa keputasan saat itu adalah lebay. Semua nya seperti tidak mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya. Namun disisi lain, ia senang karena sudah seharusnya anak muda menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan memberkati banyak orang.

Pengalaman masa lalunya yang kelam menjadi dasar bagi Marshal untuk bisa memberkati banyak orang. Masa lalu yang membuatnya jatuh dalam dosa, tapi ia berhasil kembali kepada jalan kebenaran. Ia kembali pada jalan yang Tuhan mau untuk Ia hidupi. Atas dasar itulah, ketika Ia berhasil keluar dari masa lalu yang kelam kepada masa depan yang penuh harapan, ia ingin memberkati banyak orang dengan hidupnya, salah satunya melalui sosial media.

Saat ini sudah banyak folowers akun BLESSING di media sosial. Di akun Instagramnya, dengan nama akun ‘sahabatblessing’ sudah memiliki hingga 57.500 followers. Di akun jejaring sosial LINE, kini official account BLESSING sudah memilki 455.415 adders/anggota.

Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan bekerja keras untuk apa yang ingin kita raih. Ketika kita sudah punya tujuan yang ingin kita capai, dan ditambah ketekunan dan kerja keras serta komitmen yang tinggi, bukan hal yang tidak mungkin bahwa kita akan mampu meraih imian kita, meskipun terkadang kita harus melalui banyak kegagalan atau bahkan penolakan dari orang-orang disekitar kita. Namun dari kisah hidup Marshal yang mau melepas impianya menjadi seorang IT di perusahaan besar, dan menggantinya menjadi hanya seorang admin akun di media sosial tidak membuatnya ragu dan kehilangan percaya diri. Satu yang Marshal yakini adalah, yang terpenting bagaimana dengan kehidupannya saat ini dan dengan media sosial yang ia miliki, Ia ingin memberkati banyak orang, dan menyebarkan kabar sukacita.


Tuesday, February 7, 2017

Lingkungan untuk Kemenangan ? Kemenangan untuk Lingkungan ? Apapun Itu, Temukan !

             
  Lingkungan untuk Kemenangan ? Kemenangan untuk Lingkungan ? apapun itu, Temukan !

                Hanya ada dua kemungkinan, jika tidak dibutuhkan, maka akan dilupakan. Namun, ironi, tak sedikit yang terbuang hanya karena asas ‘keterkenalan’ bukan atas dasar kebenaran. Pastikan kau tetap hidup dalam kebenaran, meskipun mungkin tak ada mata yang terarah kepadamu, cenderung untuk membersihkan jejak kehadiranmu. Membuangmu. Kita membutuhkan lingkungan. Namun, terkadang lingkungan benar-benar tidak benar, benar-benar bukan yang kita butuhkan. Terkadang ia hanya ada sebagai wadah, wadah untuk memindahkan semua kegelisahan di dalamnya ke dalam hidupmu.

                Mungkin lingkungan yang ada tak seperti yang ada dalam anganmu, dimana kau bisa masuk ke dalamnya, melihat isi dan berharap memutihkan diri. Kau hanya mendapat tangan-tangan yang mengarah kepadamu, atau bahkan mungkin kau tak tertunjuk di tengah-tengah kehadiranmu. Kau sudah melihat akar, dan bahkan tunas-tunas baru. Mencoba mengikis, tapi pupuk itu terlalu meyakinkan dan menjanjikan kenyamanan, kedudukan, ketenaran, dan semua hal yang mereka sebut ‘kemenangan’.

                Tidak perlu mencoba mengumpulkan kekuatan. Kekuatan itu sudah ada. Kau hanya perlu melihat lebih jauh ke dalam dirimu, dan pastikan kau mampu menguasainya. Karena jika tidak, ia hanya akan membawamu kepada kegelisahan-kegelisahan lainnya. Seperti pedang bermata dua tepatnya.

                Yakinkan dirimu dan bergembiralah. Layaknya pahlawan yang pulang membawa senyum kemenangan. Jangan ingat-ingat kesalahan dalam peperangan. Tapi, pastikan kau tak melupakan makna di dalamnya. Bahwa, apapun bentuk peperangannya, ia selalu menghadirkan coretan khusus yang memperlengkapimu kepada peperangan-peperangan selanjutnya. Dan pastikan kau menang, dan menceritakannya pada lingkunganmu. Karena kemenanganmulah yang akan mampu mengubah lingkunganmu .

                Kau bisa membawa kemenangan untuk lingkunganmu, atau kau bisa menciptakan kemenangan dalam lingkunganmu, atau bahkan kau bisa menemukan keduanya. Apapun itu, Temukan !







*sumber foto : https://www.dreamstime.com/stock-photography-lonely-winner-image27945152

Thursday, January 5, 2017

Berkaca dan Berkata


                Awal yang baik untuk memulai tahun ini dengan melanjutkan rangkaian tulisan yang telah tersusun sebelumnya yang sempat terhenti karena cukup disibukan dengan kegiatan keilmuan dan persiapan ibadah perayaan tahunan di bulan Desember yang selalu berhasil menyiratkan banyak makna dalam hidup ini.

                Sebelum masuk ke tahun yang baru ini saya kembali diingatkan kembali tentang “kasih”. Suatu hal yang tak pernah gagal mengubah banyak hal. Suatu hal yang berhasil membawa saya kepada sebuah perenungan. Perenungan yang memaksa saya untuk berkaca lebih dalam.
Perenungan yang hebat! Perenungan yang seakan berhasil menelanjangi diri.

                Masuk ke tahun yang baru, mencoba memulai tahun ini dengan berbekal susunan resolusi, mimpi, harapan, dan rencana perubahan yang baru hasil berkaca pada kehidupan di tahun  sebelumnya. Selain menuliskan “ingin menjadi lebih baik”, “semakin dekat denganTuhan”, “semakin maksimal dalam segala hal” yang selalu menjadi urutan teratas dalam daftar resolusi tahunan, saya juga menuliskan 3 harapan khusus di tahun ini. 3 hal tersebut tidak akan saya tuliskan dalam artikel ini, tetapi ketiga nya masing-masing mewakili hobi, pendidikan, dan masa depan.

                Masuk di tahun yang baru, selalu memulai nya dengan langkah optimis, sedikit berpikir “nakal” mencoba bertanya “apa yang akan Tuhan perhadapkan pada saya di tahun ini ?”, “’kejailan’ apa lagi yang akan Tuhan percayakan di Tahun ini ?” Pertanyaan-pertanyaan itu seakan berhasil membakar diri untuk memiliki motivasi tinggi dalam menjalani tahun ini.
Ya, langkah optimis, karena saya tahu bahwa saya tidak melangkah sendiri, semua nya sudah ada dalam agenda nya Tuhan, dan pasti agendaNYA tak pernah ada yang gagal.

Teringat sebuah kisah menarik, sangat menarik

                Suatu hari ada seorang pria melakukan aksi akrobatik melewati air terjun Niagara hanya dengan menggunakan seutas tali. Saat itu banyak orang yang melihat aksi dari pria tersebut. Banyak dari mereka yang mengagumi aksinya. Sampai kepada saat dimana pria tersebut bertanya kepada semua orang disamping air terjun Niagara yang melihat aksinya tersebut. Ia bertanya “apakah kalian yakin saya mampu melewati air terjun Niagara ini hanya dengan berjalan di atas tali ?” penonton pun menjawab dengan yakin “ yaaaa…. Kami yakin”. Selanjutnya pria itu menantang, “ kalau begitu, siapa yang mau ikut bersamaku melewati air terjun Niagara ini ?” . penonton semua berdiam, tak ada satupun yang mau ikut aksi pria tersebut, sampai akhirnya ada seorang anak kecil yang mau mengikuti aksinya itu. mereka berdua berhasil melewati air terjun Niagara itu dengan sangat mengesankan.

                kisah ini menarik, sangat menarik, mengajarkan bahwa banyak orang yang mengatakan bahwa dirinya percaya, namun sesungguhnya tidak mempercayakan hidupnya. Mereka melihat kemampuan pria tersebut, mereka yakin dan percaya pria itu mampu melakukannya. Namun sungguh ironi, bahkan di tengah-tengah kepercayaakn mereka, mereka tetap tidak percaya untuk mempercayakan diri mereka kepada pria yang mereka percayai itu !

                 Sama hal nya dengan momen di awal tahun ini, semua dari kita pasti memulai nya dengan langkah optimis, percaya bahwa tahun ini akan berjalan dengan sangat baik, tapi sudahkah kita juga mempercayakan hidup kita itu ?

Jika kita percaya bahwa Tuhan mampu melakukan banyak hal untuk hidup kita di tahun ini, maka percayakanlah juga hidup kita.

                Mari kita BERKACA DAN BERKATA bahwa kita mampu melakukan nya. Bukan karena kita yang melakukannya tetapi Tuhan yang mau melakukannya untuk kita.

                Dan kita akan berhasil melakukannya karena kita sudah percayakan seutuhnya pengharapan, cita-cita dan mimpi kita kepada Tuhan.


“Besar kecilnya kesuksesanmu ditemtukan oleh besar kecilnya keyakinanmu.”

-David J Schwartz-






*sumber foto :https://lifehopeandtruth.com/change/faith/