Standar
Hidup Yang ‘Ga Standar
Jika berbicara
tentang standard hidup, maka setiap orang ingin memiliki standar hidup yang
tinggi, karena standar hidup yang tinggi berbanding lurus dengan kepemilikan akan
barang-barang mewah atau jasa-jasa, dan juga terkait dengan pendapatan
seseorang yang tinggi. Hal-hal tersebut mengacu kepada standar hidup material. Namun,
dalam artikel kali ini, kita tidak akan membahas tentang standar hidup dalam hal
materialis, melainkan standar hidup dalam segi hehidupan sosial, kesehatan
mental, dan pencapaian hidup, yang selanjutnya disebut dengan kualitas hidup.
Tidak sedikit
orang yang ‘hanya’ mengejar standar hidup yang tinggi dalam hal materialis
tanpa memperhatikan kualitas hidupnya, dan sepertinya tidak salah jika kita
melihat hal itu menjadi akar dari tinggi nya kejahatan di negeri ini, salah
satu contoh nya adalah korupsi. Orang-orang menjadi sibuk untuk memperkaya
dirinya dengan segala bentuk materi dibanding memperkaya dirinya dengan hal-hal
yang menunjang kualitas hidup mereka.
Saya sangat
tergugah dengan kisah hidup dari salah satu legenda hidup pemain basket dunia,
Michael Jordan. Dikenal sebagai pemain basket terbaik sepanjang masa, Michael Jordan
tidak begitu saja mendapatkan keberhasilannya itu. Ia harus berjuang keras
meraihnya. Meskipun kemampuannya tak diragukan lagi, tinggi badannya tidak
memenuhi syarat untuk menjadi salah satu anggota tim basket kampusnya.
Michael
merasa marah sekaligus dipermalukan, tapi energi emosionalnya itu ia curahkan
dan gunakan untuk menjadikan dirinya seorang pemain yang jauh lebih baik.
“Setiap kali berlatih dan merasa lelah juga mulai timbul niatan untuk
menyerah, saya akan menutup mata dan membayangkan daftar nama pemain di kamar
ganti tanpa nama saya tertera di sana,” kata Jordan. “Dan biasanya hal itu akan membuat saya
bangkit kembali.”
Michael akhirnya berhasil menjadi anggota tim kampus dua tahun kemudian, memperoleh beasiswa ke University of North Carolina, dan lalu direkrut Chicago Bulls.
“Sepanjang karier saya, lebih dari 9.000 tembakan saya meleset. Saya
juga pernah kalah dalam 300 pertandingan. Paling tidak, 26 kali saya dipercaya
untuk melakukan syuting penentu kemenangan namun gagal. Saya telah berkali-kali
mengalami kegagalan dalam hidup. Dan itulah sebabnya, saya bisa berhasil…,” ungkap Michael Jordan suatu ketika merefleksi masa lalunya.
Dari
kisah diatas Michael Jordan berhasil menunjukan standar hidup nya yang tinggi,
kemampuan nya dalam memotivasi diri dan keberhasilannya dalam mencapai mimpinya
menjadi kunci dari kesuksesannya.
Ada
2 hal yang ingin saya bagikan dari kisah Michael Jordan, bagaimana dia berhasil
membuat standar yang tinggi dalam hidupnya
Yang pertama : Mempunyai Tujuan
Dari
kisah itu kita bisa melihat bahwa Michael Jordan memiliki tujuan dalam hidupnya
yakni menjadi pemain basket professional. Beberapa kali ia nyaris menyerah dan
putus asa, namun kemampuan nya dalam memotivasi dirinya mampu membawanya terus
ada dalam jalur kesuksesan nya itu. Itulah pentingnya menetapkan suatu tujuan,
agar kita tidak mudah menyerah dan tidak mudah putus asa.
Yang kedua : Mau Menerima Tanggung Jawab
Dari
kesaksiannya, Michael Jordan berkata bahwa ia paling tidak 26 kali dipercaya
untuk melakukan syuting penentu kemenangan, namun ia gagal. Sebenarnya ia bisa
saja dalam kesempatan nya yang kedua, atau ketiga menolak untuk mengambil
tanggung jawab untuk melakukan syuting penentu kemenangan itu, namun Michael Jordan
terus mau menerima tanggung jawab itu, bahkan ia berkata kegagalan itu lah yang
membuatnya berhasil. Janganlah takut untuk menerima tanggung jawab, karena
daris etiap tanggung jawab itu kita belajar banyak hal, dan menjadikan kita
seseorang yang memiliki mental yang sehat.
Dan terakhir,
dalam artikel kali ini akan saya tutup dengan sedikit kesaksian yang saya alami
beberapa minggu belakangan ini. Dalam minggu belakangan ini, tampaknya Tuhan
ingin membuat hidup saya lebih ‘seru’. Terlihat dari banyak nya waktu yang
harus saya gunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sekan ‘tiba-tiba’
datang. Waktu itu juga yang telah menyita jadwal menulis saya di minggu lalu. Tugas
deadline, minggu UAS, jadwal ujian
yang berubah-ubah, jadwal ikut seminar, jadwal study tour dan hal lainnya yang turut menyita waktu, bahkan jam
main game online pun turut tersita
haha.
Tapi melalui
kejadian di minggu lalu itu, saya jadi mengerti dan belajar suatu hal, bahwa
tanggung jawab yang udah Tuhan percayakan, walaupun semuanya seakan datang
bersamaan, tetapi saya masih bisa menyelesaikan semuanya, dan saya semakin
percaya bahwa jika Tuhan memberikan
tanggung jawab pada hidup kita, Tuhan juga turut memberikan kesanggupan dan
kekuatan yang baru juga bagi kita untuk dapat menyelesaikan nya. Dan dan
pada akhirnya yang keluar dari mulut saya bukanlah keluhan, melainkan ucapan
syukur, karena Tuhan udah bantu saya menyelesaikan setiap tanggung jawab yang
Tuhan berikan.
So, temen-temen, jangan mau punya standar hidup yang standar atau
biasa-biasa aja. Setiap kita punya mimpi/tujuan hidup, tugas kita selanjutnya
adalah percayalah pada mimpi itu, dan jangan batasi diri, buatlah sebuah
tujuan, dan jangan takut menerima tanggung jawab, dan jangan lupa juga libatkan
Tuhan dalam pencapaina mimpi kita. Capailah standar hidup yang ga standar !
“If you
cannot do great things, do small things in great way”
-Napoleon
Hill-
Semangat ‘n
God bless

No comments:
Post a Comment