Tuesday, August 2, 2016

Standar Hidup Yang ‘Ga Standar

Standar Hidup Yang ‘Ga Standar

                Jika berbicara tentang standard hidup, maka setiap orang ingin memiliki standar hidup yang tinggi, karena standar hidup yang tinggi berbanding lurus dengan kepemilikan akan barang-barang mewah atau jasa-jasa, dan juga terkait dengan pendapatan seseorang yang tinggi. Hal-hal tersebut mengacu kepada standar hidup material. Namun, dalam artikel kali ini, kita tidak akan membahas tentang standar hidup dalam hal materialis, melainkan standar hidup dalam segi hehidupan sosial, kesehatan mental, dan pencapaian hidup, yang selanjutnya disebut dengan kualitas hidup.

                Tidak sedikit orang yang ‘hanya’ mengejar standar hidup yang tinggi dalam hal materialis tanpa memperhatikan kualitas hidupnya, dan sepertinya tidak salah jika kita melihat hal itu menjadi akar dari tinggi nya kejahatan di negeri ini, salah satu contoh nya adalah korupsi. Orang-orang menjadi sibuk untuk memperkaya dirinya dengan segala bentuk materi dibanding memperkaya dirinya dengan hal-hal yang menunjang kualitas hidup mereka.

                Saya sangat tergugah dengan kisah hidup dari salah satu legenda hidup pemain basket dunia, Michael Jordan.  Dikenal sebagai pemain basket terbaik sepanjang masa, Michael Jordan tidak begitu saja mendapatkan keberhasilannya itu. Ia harus berjuang keras meraihnya. Meskipun kemampuannya tak diragukan lagi, tinggi badannya tidak memenuhi syarat untuk menjadi salah satu anggota tim basket kampusnya.

                Michael merasa marah sekaligus dipermalukan, tapi energi emosionalnya itu ia curahkan dan gunakan untuk menjadikan dirinya seorang pemain yang jauh lebih baik.

“Setiap kali berlatih dan merasa lelah juga mulai timbul niatan untuk menyerah, saya akan menutup mata dan membayangkan daftar nama pemain di kamar ganti tanpa nama saya tertera di sana,” kata Jordan. “Dan biasanya hal itu akan membuat saya bangkit kembali.”

                Michael akhirnya berhasil menjadi anggota tim kampus dua tahun kemudian, memperoleh beasiswa ke University of North Carolina, dan lalu direkrut Chicago Bulls.

“Sepanjang karier saya, lebih dari 9.000 tembakan saya meleset. Saya juga pernah kalah dalam 300 pertandingan. Paling tidak, 26 kali saya dipercaya untuk melakukan syuting penentu kemenangan namun gagal. Saya telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam hidup. Dan itulah sebabnya, saya bisa berhasil…,” ungkap Michael Jordan suatu ketika merefleksi masa lalunya.

                Dari kisah diatas Michael Jordan berhasil menunjukan standar hidup nya yang tinggi, kemampuan nya dalam memotivasi diri dan keberhasilannya dalam mencapai mimpinya menjadi kunci dari kesuksesannya.


                Ada 2 hal yang ingin saya bagikan dari kisah Michael Jordan, bagaimana dia berhasil membuat standar yang tinggi dalam hidupnya

Yang pertama : Mempunyai Tujuan

                Dari kisah itu kita bisa melihat bahwa Michael Jordan memiliki tujuan dalam hidupnya yakni menjadi pemain basket professional. Beberapa kali ia nyaris menyerah dan putus asa, namun kemampuan nya dalam memotivasi dirinya mampu membawanya terus ada dalam jalur kesuksesan nya itu. Itulah pentingnya menetapkan suatu tujuan, agar kita tidak mudah menyerah dan tidak mudah putus asa.

Yang kedua : Mau Menerima Tanggung Jawab

                Dari kesaksiannya, Michael Jordan berkata bahwa ia paling tidak 26 kali dipercaya untuk melakukan syuting penentu kemenangan, namun ia gagal. Sebenarnya ia bisa saja dalam kesempatan nya yang kedua, atau ketiga menolak untuk mengambil tanggung jawab untuk melakukan syuting penentu kemenangan itu, namun Michael Jordan terus mau menerima tanggung jawab itu, bahkan ia berkata kegagalan itu lah yang membuatnya berhasil. Janganlah takut untuk menerima tanggung jawab, karena daris etiap tanggung jawab itu kita belajar banyak hal, dan menjadikan kita seseorang yang memiliki mental yang sehat.

                Dan terakhir, dalam artikel kali ini akan saya tutup dengan sedikit kesaksian yang saya alami beberapa minggu belakangan ini. Dalam minggu belakangan ini, tampaknya Tuhan ingin membuat hidup saya lebih ‘seru’. Terlihat dari banyak nya waktu yang harus saya gunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sekan ‘tiba-tiba’ datang. Waktu itu juga yang telah menyita jadwal menulis saya di minggu lalu. Tugas deadline, minggu UAS, jadwal ujian yang berubah-ubah, jadwal ikut seminar, jadwal study tour dan hal lainnya yang turut menyita waktu, bahkan jam main game online pun turut tersita haha.

                Tapi melalui kejadian di minggu lalu itu, saya jadi mengerti dan belajar suatu hal, bahwa tanggung jawab yang udah Tuhan percayakan, walaupun semuanya seakan datang bersamaan, tetapi saya masih bisa menyelesaikan semuanya, dan saya semakin percaya bahwa jika Tuhan memberikan tanggung jawab pada hidup kita, Tuhan juga turut memberikan kesanggupan dan kekuatan yang baru juga bagi kita untuk dapat menyelesaikan nya. Dan dan pada akhirnya yang keluar dari mulut saya bukanlah keluhan, melainkan ucapan syukur, karena Tuhan udah bantu saya menyelesaikan setiap tanggung jawab yang Tuhan berikan.

So, temen-temen, jangan mau punya standar hidup yang standar atau biasa-biasa aja. Setiap kita punya mimpi/tujuan hidup, tugas kita selanjutnya adalah percayalah pada mimpi itu, dan jangan batasi diri, buatlah sebuah tujuan, dan jangan takut menerima tanggung jawab, dan jangan lupa juga libatkan Tuhan dalam pencapaina mimpi kita. Capailah standar hidup yang ga standar !

“If you cannot do great things, do small things in great way”
-Napoleon Hill-


Semangat ‘n God bless

No comments:

Post a Comment