Menembus Kemustahilan
Kemustahilan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ini berasal dari kata “mustahil”
dan memiliki arti “tidak mungkin (terjadi)”. Dari pengertian tersebut, mungkinkah
kita dapat ‘menembus’ sesuatu yang tidak mungkin terjadi ? sebelumnya kita
harus mengetahui bahwa kita menganggap sesuatu itu mustahil ketika kita tidak
mampu menguraikan atau menjabarkan sesuatu secara hukum kausalitas atau hukum sebab-akibat.
Ketika sesuatu itu tidak dapat dijabarkan secara logis maka biasa nya hal itu
disebut mustahil. Sebagai contoh, mungkin beberapa ratus tahun yang lalu, adalah
mustahil jika kita ingin berbicara dengan seseorang yang jaraknya ribuan kilometer
jauhnya dari kita, atau kita ingin menempuh jarak yang sangat jauh dengan waktu
yang singkat, tapi saat ini kita telah mengenal berbagai macam alat komunikasi
yang dapat membantu kita untuk dapat berkomunikasi dengan siapa saja walaupun
dengan jarak yang sangat jauh, dan mengenal pelbagai alat transportasi yang
membantu kita untuk pergi ke tempat yang jauh dengan waktu yang singkat.
Pernahkah
teman-teman mengalami kemustahilan dalam hidup ? jika pernah, maka kalian
bukanlah satu-satu nya orang yang pernah mengalamim kemustahilan dalam hidup. Sama
seperti seorang tokoh dunia bernama Alan Mathison Turing, dia adalah seorang
peneliti dan ahli dalam bidang matematika dan berkebangsaan Inggris. Dengan kepintaran
nya dalam ilmu matematika, ia turut serta dalam perang dunia II dan bekerja
secara rahasia untuk pemerintah Inggris.
Kepintaran nya dalam matematika
membawanya dalam sebuah tugas rahasia bersama beberapa orang lainnya untuk memecahkan
pesan yang dienkripsi oleh mesin Enigma Jerman, yang menyediakan data intelejen
penting untuk sekutu. Ia seperti diperhadapkan dengan kemustahilan, karena buat
sebagian orang pada saat itu sangatlah tidak mungkin jika mengalahkan mesin
Enigma buatan Jerman.
Dalam tugas
rahasia nya itu, untuk memecahkan Enigma Jerman, ia bekerja keras untuk
menciptakan sebuah mesin tandingan yang diharapkan mampu memecahkan berbagai
pesan yang dienskripsi oleh Enigma. Setelah upaya beberapa tahun untuk menyelesaikan
mesin buatan nya sendiri, dan bahkan harus mengalami banyak penolakan dan
cacian dari rekan setim dan atasan nya, akhirnya mesin buatan nya berhasil. Mesin
yang dikenal sebagai Bombe itu ia namai dengan nama ‘Christoper’. Akhirnya dengan
mesin ciptaan nya sendiri ia mampu memecahkan pesan-pesan rahasia dari mesin Enigma
Jerman dan membawa Inggris memenangkan perang tersebut. Mesin itulah yang
selanjutnya dikembangkan menjadi komputer
Cerita yang
menarik bukan ? siapa sangka bahwa kemenangan Inggris dalam Perang Dunia II
tidak lepas dari peran penting seorang ahli matematika. Dari cerita itu kita
bisa menilai bahwa Alan Turing tidak hanya mampu membawa Inggris mengalahkan
Jerman, namun Alan Turing juga berhasil untuk mengalahkan keterbatasan dirinya.
Itulah yang membawa nya berhasil menembus kemusatahilan. Itu juga lah yang terpenting
bagi kita untuk dapat menembus kemustahilan. Sekarang, kemustahilan apa yang
sedang kita hadapi ? kunci nya adalah jangan membatasi diri kita, dan
lampauilah keterbatasan diri kita, karena ketika kita mampu mengatasi
keterbatasan diri kita, kita juga mampu mengatasi kemustahilan itu.
Dalam hal
ini kemustahilan juga identik dengan kekuasaan. Selain kekuasaan dalam diri
kita yang mampu mengalahkan keterbatasan diri, kita juga perlu kekuasan yang
tidak terbatas untuk dapat menembus kemustahilan, dan kekuasaan yang tak
terbatas itu hanya kita dapati dalam Tuhan. Tuhan juga yang berkuasa untuk
memampukan kita melakukan segalanya. Seperti sebuat statement yang sering kita dengar bahwa tidak ada yang mustahil
bagi Tuhan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk tetep terus menggantungkan
hidup kita pada Tuhan.
So,
jangan batasi diri, dan gantungkanlah hidup kita pada Tuhan agar kita mampu
mengatasi setiap kemustahilan yang kita hadapi. Semangat ‘n God Bless
Kata "mustahil" hanya ada dalam kamus
orang-orang dungu.
~Napoleon~
~Napoleon~
No comments:
Post a Comment