Wednesday, April 7, 2021

Tidur Di Tengah Badai

Tidur Di Tengah Badai

 

Sekali waktu di italia hiduplah seorang petani. Dia adalah seorang pria yang baik dan pekerja keras yang memiliki pertanian yang bagus dan makmur yang merupakan pencapaian seumur hidupnya. Sama seperti kita semua,  semua waktu yang telah ia habiskan dan lalui, tidak bisa terulang kembali. Setiap hari dia seperti menaruh sedikit beban tambahan ke bahunya. Selalu melakukan upaya yang lebih dalam hidupnya. Sangat melelahkan.

Suatu hari dia memutuskan untuk menemukan seseorang yang bisa membantunya mengelola pertaniannya. Orang itu harus memiliki rasa percaya diri dan peduli terhadap pertaniannya.

Jadi, suatu hari petani itu menunggangi kudanya dan pergi ke desa terdekat dengan maksud mencari seseorang yang dia butuhkan. Sambil melihat sekeliling alun-alun, dia melihat seorang pemuda. Dia tinggi tapi juga cukup kurus. Satu-satunya pria muda yang ada di sana. Jadi petani itu memutuskan untuk menemuinya.

“Saya mencari seseorang yang bisa membantu saya dengan pertanian saya, apakah Anda sedang mencari pekerjaan?”

“Saya tidak keberatan sama sekali Pak.” Pemuda itu menjawab.

“Apakah Anda memiliki pengalaman mengerjakan tugas-tugas pertanian?” Tanya petani itu.

“Saya bisa tidur selama badai malam” Jawab pemuda tersebut.

“Maaf..?” Petani itu membalas sambil terkejut.

“Saya bisa tidur selama badai malam.” Dia kembali menjawab dengan jawaban sebelumnya dengan tenang.

Petani itu mengira bahwa pemuda ini entah bagaimana pasti mengalami gangguan, jadi dia meninggalkannya di sana dan melanjutkan berkeliling di kota.

Sepanjang hari dia berjalan di jalanan kota kecil itu tetapi dia tidak dapat menemukan siapa pun yang mau bekerja di pertaniannya.

Saat malam menjelang petani itu kembali ke alun-alun untuk mendapatkan kudanya dan menuju pulang ke pertaniannya. Sesaat dia memperhatikan bahwa pemuda jangkung yang sebelumnya ia temui masih duduk disana.

“Siapa namamu?” Dia mencoba menyapa nya lagi dengan pendekatan yang berbeda.

“Ferman Campolios” Pemuda itu menjawab.

Sebagai petani yang telah lelah dan pasrah, dia pikir itu tidak akan membuat perubahan apapun untuk mencobanya lagi.

“Fairman Campolius, bisakah Anda mengerjakan pekerjaan pertanian?” Dia bertanya.

“Saya bisa tidur selama badai malam” Sekali lagi, ia menjawab dengan jawaban yang sama.

Dia tidak berpikir panjang, karena tidak mempunyai banyak pilihan lain. Akhirnya petani itu mengajak permuda tersebut ke pertaniannya. Pemuda itu terlihat cukup bahagia untuk mengikutinya.

Beberapa minggu berlalu, Ferman Campolius itu bekerja di pertanian tetapi petani itu tidak benar-benar memiliki waktu yang cukup untuk memeriksanya sejak dia sibuk sendiri sampai jam satu

Malam.

Suatu malam, badai dahsyat meletus, petani itu tahu angin akan meniup dan menakuti ternak serta meledakkan gerbang gudangnya dan serta kandang-kandang hewan peliharaannya. Jadi, dia bergegas ke kamar Ferman Campolio untuk membangunkannya.

“Ferman Campolius, bangun!!” Dia berteriak saat badai menderu di luar, tapi tetap saja dia tidak menerima jawaban Ferman Campolios.

Sekali lagi dia berteriak putus asa dengan hasil yang sama jadi dia pergi ke kandang seorang diri dan siap untuk menghadapi malapetaka ketika dia melihat kandang kuda dan gerbang gudang keduanya ditutup jerami dan karung pakan semuanya diperbaiki dengan baik dan hewan-hewan itu aman dan sehat di dalam kandang mereka.

senyum muncul di wajah petani tua itu. Campolius benar-benar bisa tidur selama malam badai.

Kalian lihat? Dalam hidup ini, jika kita tahu apa yang kita lakukan, jika kita siap, maka kita juga bisa ‘tidur dalam badai’ apa pun. Tidak peduli apa yang kita lakukan dalam hidup, tetap tenang dan selalu bersiaplah untuk melakukan pekerjaan kita dan tahu akan tanggung jawab itu.

Cerita pemuda italia itu sangat sederhana tapi memiliki nilai yang besar. Saat ditanya tentang pengalaman bekerja untuk di pertaniaan si Petani tersebut, dia hanya menjawab bahwa dia bisa tidur di badai malam. Dan dia benar-benar melakukannya. Bahkan dengan sangat baik.

Semua tanggung jawab yang diberikan oleh si Petani dapat diselesaikan dengan sangat baik. Bahkan di tengah badai malam pun (situasi yang kacau), dia bisa tidur dengan tenang, tanpa ada tanggung jawab yang terlewatkan.

Menarik.

So, sudah siap tetap tidur tenang di tengah badai malam?

No comments:

Post a Comment