*Chapter 7 Buku "Half Of Us Is One For Us
Raih Hak Bicara
Saya sangat suka ‘menjelajah’ Youtube. Saya sering melakukannya di malam hari sebelum tidur. Seperti biasa, untuk memecah kesunyian malam itu, saya mencari-mencari video untuk saya tonton sebelum tidur. Biasanya saya suka menonton video orang-orang yang ahli dalam hal “Public Speaking”. Karena ketika saya menontonnya, saya suka ‘membedah’ cara-cara mereka dalam berbicara di depan umum. Buat saya, hal itu sangat menyenangkan. Karena menyenangkan dan saya menikmati kegiatan itu, saya selalu menghabiskan sekitar 40-70 menit untuk menonton satu video, bahkan lebih. Namun pencarian saya malam itu terhenti pada video yang berisi wawancara salah satu orang paling berpengaruh di dunis e-commerce. Ya, dialah Jack Ma, CEO Alibaba Group.
Durasi video yang
saya tonton tidak begitu lama, bahkan cenderung singkat. Dalam wawancaranya di
video itu, ia berbicara tentang pengalaman dirinya yang mengalami banyak
penolakan sebelum akhirnya bisa meraih banyak hal seperti yang ia miliki saat
ini. Dari video itu, meski singkat, tapi saya seakan telah mengikuti kisah
hidup yang panjang.
Seperti biasa, ketika
menonton video-video di Youtube, kita pasti ditawari beberapa video yang
terkait dengan video yang kita tonton. Begitupun malam itu. Setelah menonton
video pertama itu, saya melihat banyak video lain yang menceritakan tentang
kisah hidup pria yang lahir tahun 1964 itu. Sangat banyak. Dan rata-rata video
yang saya tonton berisi bagaimana Jack Ma menceritakan kembali hidupnya dan
membagikannya dalam acara-acara di televisi.
Dari kisah itu, ada dua hal yang saya dapat pelajari :
Pertama, Penolakan itu mahal
Yap, penolakan itu pengalaman yang mahal.
Sama seperti “mimpi”. Jika belum “ditertawakan” oleh
orang lain, berarti mimpi itu kurang tinggi.
Keberhasilan pun demikian, ia tidak lengkap tanpa
penolakan.
Sebut saja Oprah Winfrey, J.K Rowling, Kolonel Sanders,
dan juga tokoh yang sudah kita bahas sebelumnya, Jack Ma.
Mereka orang-orang yang berhasil dalam bidangnya
masing-masing yang telah menerima banyak penolakan sebelum mendapatkan apa yang
mereka miliki sekarang.
Jadi, seperti apa yang telah saya katakan sebelumnya
bahwa, Penolakan itu pengalaman yang mahal.
John Waters yang adalah seorang produser Film pun
mengatakan demikian.
“Camkan
bahwa penolakan itu gratis. Mintalah apa yang anda sukai dan anda harus
terbiasa ditolak. Penolakan memang sulit tapi anda harus bertahan dengan banyak
penolakan sebelum diterima. Kalau anda benar-benar menyukai sesuatu, jangan
pernah berpikir “mampukah aku melakukan itu ?” anda tidak akan mampu.
Anda
harus berkata “aku akan melakukan ini dan tak seorang pun akan menghentikanku”
namun anda harus percaya bahwa anda tidak boleh sekedar mngatakannya. Mungkin
ini memerlukan waktu lama, karena pertama kali orang tidak pernah berkata anda
bagus. Atau kalau orang berkata demikian, anda hanya akan bertahan sekali saja
kemudian berakhir.
Penolakan itu gratis,
maka orang-orang akan dengan mudah ‘melakukannya’. dan kita, harus siap
menerimannya.
Keberhasilan tersusun
dari banyak penolakan. Seperti yang pernah dilalui oleh Jack Ma. Bahkan untuk
masuk sekolah tingkat Dsaar saja ia harus tertolak dua kali. Dan untuk masuk
sekolah tingkat menengah pertama, ia mengalami penolakan sampai tiga kali. ditambah
lagi ia pernah ditolak untuk masuk Universitas Harvard sampai 10 kali. Dan
bahkan idenya tentang perusahaan e-commerce
yang ia miliki saat ini, sebelumnya menerima banyak penolakan sebelum akhirnya
menjadi salah satu perusahaan e-commerce
terbesar di dunia dan terbesar di China, seperti saat ini.
Jangan biarkan penolakan menghentikan mimpi kita.
Apa yang telah kita susun harus kita realisasikan.
Jangan jadikan penolakan itu sepert tembok beasar yang
menghalangi laju kita, tapi jadikan penolakan itu hanyalah sekedar batu
loncatan untuk kita meraih mimpi-mimpi kita.
Maka semakin banyak penolakan, semakin banyak batu
loncatan.
Semakin dekat dengan apa yang ingin kita raih
Tetap ada dalam mimpi yang sama, bahkan ketika melalui banyak Penolakan,
itulah mimpi kita sebenarnya
Kedua, Penolakan itu menarik
Ya, sangat menarik.
Ia awalnya terdengar sangat sumbang saat berada di bawah.
Namun ketika kita sudah ada di posisi yang lebih tinggi ,
maka kisah tentang penolakan itu akan terdengar sangat merdu.
Orang-orang tidak akan memperthitungkan apa yang kita
bicarakan ketika kita bukanlah siapa-siapa.
Sepertinya ketika kita bukanlah siapa-siapa, kita seperti
orang yang tidak punya hak bicara. Tidak semua orang mau mendengar apa yang
kita katakan.
Tidak semua orang
mampu mendapatkan hak bicaranya. Orang-orang cenderung memperhatikan apa yang
kita katakan ketika kita ada di posisi tinggi.
Saya yakin, bahkan
teramat yakin bahwa banyak orang yang ingin menceritakan pengalaman hidup mereka
untuk orang lain. Ingin bisa berbagi dari apa yang pernah dilalui.
Maka, mari raih hak bicara kita. Mari maksimalkan diri
dan ambil posisi tertinggi utuk bisa meraih hak bicara. Dan agar apa yang kita
katakan dapat diperhitungkan.
Karena ketika kita ada dalam posisi tertinggi, maka
apapun yang kita katakan akan didengar orang lain, bahklan ketika kita tidak
mengatajkan apapun , hasil dan buah dari apa yang kita lakukan akan mengatakan
banyak hal pada mereka.
No comments:
Post a Comment