Wednesday, November 16, 2016

Mari Mewarnai

Mari Mewarnai


                Salah satu hal yang saya sukai adalah ketika mengobrol bersama orang-orang terdekat. Teman seperguruan di perkuliahan, ataupun seperguruan di pelayanan, dan seperguruan-perguruan yang lain. Dengan mengobrol sepertinya saya bisa mengetahui lebih banyak tentang orang lain, tak jarang juga hal-hal yang tidak pernah diduga pun ternyata turut dibukakan. jika sudah begitu, topik apapun sepertinya bakal selalu jadi bahan yang menarik untuk diperbincangkan.

                Bukan sebuah kebetulan kalau akhir-akhir ini saya bertemu dan ngobrol bersama beberapa orang dari mereka, bahkan tak sedikit juga hal-hal yang bersifat pribadi menjadi bahan perbincangan. Banyak hal yang diceritakan, baik pertemanan, hubungan, keluarga, sampai kepada masalah argentina yang kalah dari brasil dengan skor 3-0. Selain menarik bisa ngobrol bareng, di sisi lain beruntung juga bisa punya bagian untuk bisa menolong mereka, atau setidaknya memberikan dorongan atau masukan untuk membantu mereka.

                Dari obrolan itu saya menyadari bahwa sepertinya setiap orang punya porsinya masing-masing untuk bisa terus berkembang. Berkembang dengan menghadapi hal-hal baru dalam hidupnya. Teman yang bercerita tentang pertemanan nya, merasa bahwa seakan dia yang paling bersalah, teman yang bercerita tentang hubungan nya, merasa bahwa seakan dia yang paling bingung, teman yang bercerita tentang keluarganya merasa seakan dia yang paling sedih, yang lain yang bercerita tentang kekalahan argentina malah tertawa dan bahkan makin merasa yakin dengan permainan selanjutnya.

                Ya begitulah, apa yang dihadapi berbeda-beda, dan respon yang ditunjukkan pun berbeda. Dari itu semua sepertinya kita juga bisa belajar banyak hal dari pengalaman mereka, bahwa apa yang kita alami ya harus lah kita alami, apa yang sudah Tuhan tetapkan untuk kita alami tak bisa kita hindari, tak ada pilihan untuk lari, jalan nya hanyalah, hadapi !

                Apa yang kita alami belum tentu semua hal buruk, bahkan ketika kita diperhapkan dengan hal-hal yang tidak baik itu pun bukan hal buruk yang Tuhan tentukan untuk kita, tak jarang justru kita lah yang memaknai nya sebagai hal buruk, karena kita percaya bahwa Tuhan tidak memberikan hal-hal buruk untuk umatnya,

Terkadang kita yang mempersepsikan sesuatu yang tidak menyenangkan itu menjadi hal buruk, kita yang memaknai nya buruk, padahal belum tentu demikian,

Jadi, seperti yang sudah saya sampaikan dalam artikel sebelumnya (siapa Tuannya) kita lah yang memaknai sebuah yang kita alami, maka maknai lah dengan baik

Jangan sampai kita diikat oleh asumsi yang ditimbulkan oleh pikiran kita sendiri, asumsi ketika persepi mendahului esensi,

Jangan biarkan persepsi kita menghilangkan esensi dari apa yang seharusnya kita terima

Kita yang memberi warna pada apa yang kita hadapi, maka warnai lah dengan baik

Sampai pada akhirnya orang lain dapat melihat bahwa hidup kita bukan hidup yang bermasalah, tetapi hidup yang penuh dengan warna,

Dan pastikan bahwa itu adalah warna-warna yang terbaik.


“Sudut pandang itu pandangan yang tersudut. Itupun dari sekian banyak sudut. Betapapun menarik sebuah sudut pandang ia bukan wakil seluruhan pemandangan.”

-Prie GS-

No comments:

Post a Comment