Thursday, October 13, 2016

Siapa Tuan nya ?

Siapa Tuan nya ?

                Tidak ada seorang pun yang hidup nya seakan ‘bersih’ terlepas dari masalah. Sepertinya setiap orang sudah punya ‘jatah’nya masing-masing untuk menghadapi permasalahan. Masalah yang dihadapi pun bermacam-macam, karena keputus-asaan, kegagalan, kepahitan, dendam, salah ambil keputusan atau mungkin bertengkar dengan rekan sepermainan, rekan kerja, kehilangan uang, atau bahkan hal yang ringan seperti lupa membawa handphone pun bisa menjadi suatu masalah.

                Setiap orang mempersepsikan suatu masalah berbeda-beda. Ada yang jika disinggung sedikit oleh temannya, melihat itu menjadi suatu masalah, sedangkan yang lainnya bahkan menganggap hal seperti itu tidak patut dipermaslahkan. Contoh lain, jika kita menyusun suatu rencana, dan rencana itu gagal atau tidak sesuai, maka ada yang mempersepsikan hal tersebut adalah suatu masalah, sedangkan bisa saja yang lain malah percaya bahwa ada jalan lain yang bahkan lebih besar untuk menggapai tujuan rencana tersebut. Jadi ‘masalah’ ini hanyalah sebuah perepsi.

                Jadi yang terpenting bukan lagi tentang masalah nya, tapi bagaimana kita mempersepsikannya, atau dalam bahasa lain bagaimana kita meresponinya. Jika berbicara tentang respon maka salah satu indikator agar kita mampu memilii respon yang baik adalah dengan pengenalan akan diri sendiri.

                Penting bagi kita untuk mengenal secara baik diri kita sendiri, karena dengan pengenalan akan diri yang baik, kita akan mampu bertahan dalam kondisi apapun, bahkan jika kita sedang ada dalam situasi buruk pun kita tetap bisa punya respon yang benar.

                Jika kita mengenal baik diri kita, maka kita tahu bahwa kitalah ‘Tuan’ dalam diri kita. Kita yang mengatur respon apa yang keluar, dan kita yang mengatur bagaimana kita mempersepsikan masalah. Manusia pada dasarnya diciptakan dan diberikan kemampuan untuk berpikir, dan akal sehat. Bukan tanpa tujuan, namun berarti bahwa kita diberi kemampuan untuk dapat mengatur dan mengarahkan hidup kita.

                Kita adalah ‘Tuan’ dalam diri kita, kita yang mengatur semua yang ‘datang’ dalam hidup kita itu perannya seperti apa. Ketika Tuhan mempercayakan suatu hal buruk dalam hidup kita, disitulah kita melihatnya bukan lagi seperti orang yang kehilangan harapan, tetapi kita melihatnya sebagai ‘Tuan’, kita yang menentukan peran ‘masalah’ itu seperti apa, apakah kita tetap mempersepsikan sesuatu hal yang buruk itu terus menjadi suatu masalah yang harus disesali, atau kita merubahnya dan melihatnya dengan cara pandang seorang ‘Tuan’ yang melihat segala sesuatu nya secara optimis, dan penuh keyakinan. Karena pada dasarnya seorang  ‘Tuan’ tahu apa yang seharusnya dilakukan, seorang ‘Tuan’ tahu bagaimana ia menanggapi hal yang datang dalam hidupnya, termasuk dalam menanggapi hal-hal buruk pun seorang ‘Tuan’ seharusnya mampu mengatasi nya, dan seorang ‘Tuan’ lah yang harusnya mampu mempengaruhi keadaan bukan dipengaruhi oleh keadaan.

                mulai sekarang, apapun yang sedang kalian hadapi, hadapilah !

jangan biarkan masalah yang menjadi ‘Tuan’ dalam hidup kita, jangan biarkan masalah yang justru memperngaruhi hidup kita.

kita adalah ‘Tuan’ dalam diri kita. Kita yang seharusnya memperngaruhi keadaan, bukan dipengaruhi oleh keadaan.

Mundur atau menyerah bukanlah pilihan dari seorang ‘Tuan’ yang baik.

Dan selalu ingat bahwa masalah bukanlah benar-benar suatu masalah sampai kita yang menganggapnya bahwa itu adalah suatu masalah.


“Yout cant lead people if you cant lead yourself. Self-leadership qualities qualifies you to become a co-operate leader.”

-Israelmore Ayivor, Leaders’ Ladder

No comments:

Post a Comment