Tidur Di Tengah Badai
Sekali waktu di italia hiduplah
seorang petani. Dia adalah seorang pria yang baik dan pekerja keras yang
memiliki pertanian yang bagus dan makmur yang merupakan pencapaian seumur
hidupnya. Sama seperti kita semua, semua
waktu yang telah ia habiskan dan lalui, tidak bisa terulang kembali. Setiap
hari dia seperti menaruh sedikit beban tambahan ke bahunya. Selalu melakukan
upaya yang lebih dalam hidupnya. Sangat melelahkan.
Suatu hari dia memutuskan untuk menemukan
seseorang yang bisa membantunya mengelola pertaniannya. Orang itu harus
memiliki rasa percaya diri dan peduli terhadap pertaniannya.
Jadi, suatu hari petani itu
menunggangi kudanya dan pergi ke desa terdekat dengan maksud mencari seseorang
yang dia butuhkan. Sambil melihat sekeliling alun-alun, dia melihat seorang
pemuda. Dia tinggi tapi juga cukup kurus. Satu-satunya pria muda yang ada di
sana. Jadi petani itu memutuskan untuk menemuinya.
“Saya mencari seseorang yang bisa membantu saya dengan
pertanian saya, apakah Anda sedang mencari pekerjaan?”
“Saya tidak keberatan sama sekali Pak.” Pemuda itu menjawab.
“Apakah Anda memiliki pengalaman mengerjakan tugas-tugas
pertanian?” Tanya petani itu.
“Saya bisa tidur selama badai malam” Jawab pemuda tersebut.
“Maaf..?” Petani itu membalas sambil terkejut.
“Saya bisa tidur selama badai malam.” Dia kembali menjawab
dengan jawaban sebelumnya dengan tenang.
Petani itu mengira bahwa pemuda ini entah bagaimana pasti mengalami
gangguan, jadi dia meninggalkannya di sana dan melanjutkan berkeliling di kota.
Sepanjang hari dia berjalan di jalanan kota kecil itu tetapi
dia tidak dapat menemukan siapa pun yang mau bekerja di pertaniannya.
Saat malam menjelang petani itu kembali ke alun-alun untuk
mendapatkan kudanya dan menuju pulang ke pertaniannya. Sesaat dia memperhatikan
bahwa pemuda jangkung yang sebelumnya ia temui masih duduk disana.
“Siapa namamu?” Dia mencoba menyapa nya lagi dengan
pendekatan yang berbeda.
“Ferman Campolios” Pemuda itu menjawab.
Sebagai petani yang telah lelah dan pasrah, dia pikir itu
tidak akan membuat perubahan apapun untuk mencobanya lagi.
“Fairman Campolius, bisakah Anda mengerjakan pekerjaan pertanian?”
Dia bertanya.
“Saya bisa tidur selama badai malam” Sekali lagi, ia
menjawab dengan jawaban yang sama.
Dia tidak berpikir panjang, karena tidak mempunyai banyak
pilihan lain. Akhirnya petani itu mengajak permuda tersebut ke pertaniannya. Pemuda
itu terlihat cukup bahagia untuk mengikutinya.
Beberapa minggu berlalu, Ferman Campolius itu bekerja di
pertanian tetapi petani itu tidak benar-benar memiliki waktu yang cukup untuk
memeriksanya sejak dia sibuk sendiri sampai jam satu
Malam.
Suatu malam, badai dahsyat
meletus, petani itu tahu angin akan meniup dan menakuti ternak serta meledakkan
gerbang gudangnya dan serta kandang-kandang hewan peliharaannya. Jadi, dia
bergegas ke kamar Ferman Campolio untuk membangunkannya.
“Ferman Campolius, bangun!!” Dia berteriak saat badai menderu
di luar, tapi tetap saja dia tidak menerima jawaban Ferman Campolios.
Sekali lagi dia berteriak putus
asa dengan hasil yang sama jadi dia pergi ke kandang seorang diri dan siap untuk
menghadapi malapetaka ketika dia melihat kandang kuda dan gerbang gudang keduanya
ditutup jerami dan karung pakan semuanya diperbaiki dengan baik dan hewan-hewan
itu aman dan sehat di dalam kandang mereka.
senyum muncul di wajah petani tua itu. Campolius benar-benar
bisa tidur selama malam badai.
Kalian lihat? Dalam hidup ini,
jika kita tahu apa yang kita lakukan, jika kita siap, maka kita juga bisa ‘tidur
dalam badai’ apa pun. Tidak peduli apa yang kita lakukan dalam hidup, tetap
tenang dan selalu bersiaplah untuk melakukan pekerjaan kita dan tahu akan
tanggung jawab itu.
Cerita pemuda italia itu sangat
sederhana tapi memiliki nilai yang besar. Saat ditanya tentang pengalaman
bekerja untuk di pertaniaan si Petani tersebut, dia hanya menjawab bahwa dia
bisa tidur di badai malam. Dan dia benar-benar melakukannya. Bahkan dengan
sangat baik.
Semua tanggung jawab yang
diberikan oleh si Petani dapat diselesaikan dengan sangat baik. Bahkan di
tengah badai malam pun (situasi yang kacau), dia bisa tidur dengan tenang, tanpa
ada tanggung jawab yang terlewatkan.
Menarik.
So, sudah siap tetap tidur tenang di tengah badai malam?
