Situasi seperti ini menghadirkan banyak respon. Dari mulai yang biasa saja, merasa takut, sampai yang semakin mendekatkan diri pada Tuhan. Dari mulai optimis, pesimis, khawatir semua datang bergantian. Tak bisa dipungkiri, ketidakjelasan berakhirnya pandemi ini, ditambah faktor ekonomi yang mulai turut terdampak, menghadirkan rasa khawatir pada setiap orang.
Dalam Ulangan 11:8-32, yang memiliki judul perikop Ketaatan mendatangkan berkat, ketidaktaatan mendatangkan kutuk, menceritakan tentang Musa yang mendapat pesan dari Tuhan dan menyampaikan nya kepada bangsa Israel.
11:8 "Jadi kamu harus berpegang pada seluruh perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya kamu kuat untuk memasuki serta menduduki negeri, ke mana kamu pergi mendudukinya, 11:9 dan supaya lanjut umurmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka dan kepada keturunan mereka, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 11:10 Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur. 11:11 Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; 11:12 suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.
Dari ayat 8-12 itu, kita melihat bahwa Tuhan meberikan sebuah janji kepada bangsa Israel. Janji bahwa DIA akan menyertai. Di ayat 10, Tuhan memberitahukan bahwa apa yang DIA berikan adalah sesuatu yang lebih baik dari tempat dimana sebelumnya mereka berada. Tuhan membawa mereka kepada tempat yang jauh lebih baik. Dijelaskan bahwa tempat tersebut berlimpah air sebanyak hujan yang turun dari langit. Bahkan di ayat 12, dikatakan bahwa tempat tersebut adalah tempat yang dipelihara oleh Tuhan, dan Tuhan mengawasinya sepanjang Tahun.
Di ayat selanjutnya, dijelaskan apa yang harus bangsa Israel lakukan. Melalui perantaraan Musa, Tuhan mengatakan pada bangsa Israel 11:13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Dikatakan bahwa yang harus mereka lakukan adalah mengasihi Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hati dan segenap jiwa.
Di ayat-ayat selanjutnya, Tuhan memberikan pilihan kepada bangsa Israel, yakni berkat dan kutuk. Kita bisa melihatnya di ayat 26-28 : 11:26 Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk : 11:27 berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; 11:28 dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.
Ada pilihan yang harus kita pilih. Ada keputusan yang harus kita ambil.
di akhir perikop ini, dikatakan 11:32 maka haruslah kamu melakukan dengan setia segala ketetapan dan peraturan yang kupaparkan kepadamu pada hari ini."
Ada penyertaan Tuhan dan ada berkat kepada setiap kita yang mau datang beribadah kepada-Nya dengan segenap hati dan segenap Jiwa. Jika kita idak melakukannya, maka kutuklah yang menjadi bagian kita.
Mari kita percaya bahwa dalam masa sesulit apapun, seperti kondisi saat ini di tengah pandemi corona virus yang sedang melanda dunia, dan krisis ekonomi yang mulai menghampiri, mari kita datang beribadah kepada-Nya dengan segenap hati dan segnap jiwa. Bukan sekedar karena kita mengejar berkat, tapi dijelaskan di ayat terakhir dalam peikop itu adalah tentang kesetiaan, bukan hanya datang pada Tuhan ketika kita hanya mencari berkat.
Dan selalu ingat, percaya, dan imani, bahwa DIA Ada dan Menyertai setiap kita.
No comments:
Post a Comment