Friday, June 1, 2018

Panggung Pertunjukan

Panggung Pertunjukan


Saya sangat menyukai sepak bola, sejak duduk di bangku sekolah dasar, ini adalah olahraga sekaligus permainan yang ga pernah saya lewatkan. saya sempat punya keinginan beberapa kali untuk masuk sekolah sepak bola, tapi setelah ngobrol dengan orang tua dan berharap berharap bisa terwujud, ternyata keinginan itu tetap hanya menjadi sebuah angan karena tidak pernah terwujud sampai sekarang. Alasannya beragam sih ya, tapi yang paling saya inget dari orang tua saya dulu karena masuk sekolah sepak bola itu tidak menjanjikan apapun, jadi ya hanya seperti sekedar tempat bermain bola seperti biasa.

Masuk SMP tetap tidak tergantikan. Pagi ketika di kelas, saya udah keringetan dulu karena sebelum masuk kelas kadang saya main bola dulu sama temen-temen yang lain. Bahkan bisa berlanjut di jam istirahat dan pulang sekolah.

Dan disini lah perjalanan itu dimulai. Di bangku SMA. Momen dimana saya bisa ikut turnamen bola pertama saya. Walaupun bukan dalam bentuk pertandingan sepak bola di lapangan besar, dengan waktu 2x45 menit dan bermain sebelas orang. Saya memulai nya dengan mengikuti turnamen futsal. Sejak SMA saya aktif dalam mengikuti ekskul futsal ini.

Saya masih inget, saat itu di minggu terakhir di bulan mei, turnamen berlangsung selama 4 hari. Hari pertama adalah pertandingan pertama di babak penyisihan grup. Saat itu jumlah pemain dalam satu tim di turnamen itu adalah 10 orang. Di pertandingan pertama 9 orang pemain dalam tim saya semua mendapat porsi bermain, hanya saya yang tidak bermain sama sekali. Bagi saya dipertandingan pertama di hari pertama tidak mendapat porsi bermain sih ga masalah, karena mungkin pelatih melihat saya belum cukup siap untuk langsungf bermain di pertandingan pertama,

Keesokan hari nya, hari kedua turnamen futsal itu, lagi-lagi 9 orang pemain di tim saya bermain semua kecuali saya yang lagi-lagi tidak mendapat porsi bermain. Saya mulai kesel sebenernya tapi apa boleh buat, itu adalah keputusan pelatih, jadi saya harus bisa menghargainya, dan ditambah juga teman-teman saya yang lain mencoba meyakinkan saya bahwa pertandingan selanjutnya saya pasti dapet porsi untuk bermain.

Dan disinilah hari dimana saya tidak bisa menutupi kekecewaan saya di depan pelatih dan rekan-rekan saya yang lain. ya, hari ketiga turnamen itu, hari rabu tepatnya, hari dimana saya sangat berharap kesempatan saya bermain di turnamen futsal itu akan segera terwujud. babak pertama berakhir, tapi saya masih juga dipinggir lapangan. Sampai akhirnya babak kedua dimulai, saya masih menantikan kesempatan itu. saya beberapa kali melihat jam, sepertinya teman-teman saya yang lain mulai mengerti apa keingingan saya, dan sepertinya pelatihpun menyadarinya. Dan sampai akhir dari pertandingan di hari ketiga itu saya tetap tidak bermain !

Kami menang dalam pertandingan itu, semua pemain, pelatih, dan teman-teman yang datang mendukung semua menikmati kemenangan hari itu. berbeda dengan yang lain, saat itu saya langsung segera prepare barang-barang untuk segera pulang. Pulang dari kegitan futsal hari itu saya sempat bercerita semua kekecewaan saya ke teman sekelas saya sekaligus teman satu tim di tim futsal itu. saya marah ! saya kesel ! semua itu saya tuangkan dalam cerita saya ke teman saya. Teman saya tidak banyak menanggapi apa yang saya katakana, sepertinya dia tahu bahwa saya tidak membutuhkan jawaban apapun dari setiap keluhan saya, saya hanya ingin mengeluarkan nya saja.

Pertandingan di babak penyisihan grup berakhir, kami menyelesaikan semua pertandingan di penyidihan grup dengan hasil sangat memuaskna yakni tiga kali kemenangan yang berarti kami tak terkalahkan di babah penyisihan grup ini.

Akhirnya, di hari kamis, hari itu tim kami lolos di babak perempat final, kami semua datang dengan rasa optimis untuk menang dan melangkah ke babak semifinal, saya pun demikian, saya datang dengan rasa optimis yang tinggi, selain untuk menang, saya masih mengharapkan kesempatan saya bermain bisa datang di pertandingan hari itu.

Dan benar saja, sebelum babak satu berakhir, pelatih memanggil saya untuk segera bersiap memasuki lapangan pertandingan. Saya sempat kaget, saya tidak banyak melakukan persiapan sebelum masuk ke lapangan karena saya hanya berpikir apa yang harus saya lakukan setelah saya dilapangan pertandingan ? ini pertandingna pertama saya.

Sebelum masuk ke lapangan, saya masih inget banget, saya sudah dipinggil lapangan disisi garis out lapangan, dan dari lapangan pertandingan terdengar seseorang berteriak sangat kencang “ayoo hendrikk, masuk, masuk, bisa, bisa”. Saya masih inget saat itu saya dipinggir lapangan kebingungan mencari siapa yang berteriak, dan saya masih inget banget, dia adalah kapten tim yang biasa saya panggil dengan nama a’imam. Saya ga tau, dan ga ngerti kenapa, satu hal yang saya rasa saat itu, saya masuk lapangan itu dengan penuh rasa percaya diri, dan tidak lama saya ada di lapangan. saya langsung mencetak gol bahkan dengan cara yang tidak biasa.



Akhirnya hari itu datang juga. Momen yang kayanya udah lama banget saya tunggu-tunggu. Saya seakan mempertaruhkan semuanya disini. Ya dilapangan ini, dan ya ini panggung saya.

Saya merasa di lapangan inilah saya bisa menjadi apa yang saya mau.

Saya tidak bermain lama saat itu, namun dengan semangat yang diberikan, dan gol yang saya ciptakan, saya merasa itu semua menjawab kekesalan saya yang beberapa hari sebelumnya udah numpuk.

Bagi saya, kesempatan bermain saat itu meberikan pengalaman yang liar biasa dalam hidup saya, apa yang udah lama saya nantikan bisa terwujud.

Saya ga akan pernah lupa kejadian ini, dan kalau meliat dari “kacamata” yang lain, saya seperti melihat gambaran hidup saya dalam sebuah lapangan pertandingan futsal. Saya melihat kekecewaan, saya melihat kesempatan, saya melihat peluang, saya melihat keberhasilan, saya melihat banyak hal disini.

Dan yang membanggakan adalah saya pernah mengalaminya.

Lihat adakah ia yang meneriakimu,

Lihat adakah kesempatan itu datang ?

Atau haruskah melewatkan beberapa hal untuk menemui kesempatan dan waktu terbaik ?

Saya mengalaminya, saya seakan mempertaruhkan semuanya disini. Ya dilapangan ini, dan ya, ini panggung saya.


Nikmati pertunjukannnya 

No comments:

Post a Comment