Monday, May 7, 2018

Jalan Raya

Jalan Raya

                “Serius harus pergi nih ?” Saya masih ragu ketika melihat jam menunjukan baru beberapa menit berlalu sejak lewatnya jam tengah hari, dan  Si Raja Siang sedang gagah-gagahnya di atas sana. Ngeselin ga sih, kalau harus bawa motor siang-siang,  di bawah terik matahari, berteman dengan panas, debu dan asap kendaraan lain? Jawabannya udah pasti ngeselin. Bahkan lebih tepat lagi kalau saya tambahin “banget” di belakangnya. Iya, ngeselin banget. Tapi, udah dua minggu belakangan ini, saya harus berteman dengan itu semua.

                Sambil liat GPS d hp, saya coba itung-itungan dengan jarak, dan memilih jalan tercepat. Agak jauh memang, GPS menunjukan jarak tempuh sekitar 9,3 KM. Mengingat ada tugas yang harus saya selesaikan, mau tidak mau saya harus lakukan. Siang itu saya kembali bertemu dengan teman baru saya di jalan raya. Iya, saya kembali menyapa teriknya matahari, debu, dan asap di jalanan. Kalau saja keluhan bisa mempersingkat jarak yang harus saya tempuh, mungkin saya akan mengeluh sepanjang jalan biar bisa cepet nyampe, tapi apa boleh buat, itu ga mungkin, jadi saya lebih memilih untuk (terpaksa) menikmati perjalanan.


                Dalam perjalanan itu Saya melihat ribuan kendaraan. Ada yang searah namun beda tujuan, ada yang satu tujuan, namun bertemu dari arah yang lain, ada kendaraan yang berlawanan arah, ada juga yang saling menyusul, dan bahkan ada juga kendaraan yang hanya diparkir begitu saja, mungkin hanya pelengkap jalan raya. Situasi ini seolah menggambarkan bagaimana saya dengan tujuan saya, dan orang lain dengan tujuannya. Saya melihat banyak orang yang punya tujuan yang sama dengan saya. Tujuan sama, dengan cara yang sama atau tujuan sama dengan cara yang berbeda. Di sisi lain, tidak sedikit juga yang berlawanan arah. Bertemu dengan mereka yang setujuan dan  arah yang sama membuat saya mengerti bahwa bersinergi itu perlu. Bertemu dengan mereka yang ada di jalur yang lain pun membuat saya mengerti bahwa berbeda itu seru, bahkan membuka banyak hal-hal baru. Setiap orang sedang menjalani tujuannnya. Dan bagaimana dengan kendaraan yang hanya diparkir begitu saja ? bisa jadi itu adalah mereka yang sedang istirahat karena lelah atau mungkin bahkan menyerah.

                Saya juga melewati puluhan persimpangan jalan. Di persimpangan jalan adalah tempat dimana saya dapat melihat banyak kendaraan dengan tujuan dan arah yang berbeda. Ada saatnya juga saya berhenti untuk hanya melihat dan membiarkan kendaraan lain melaju. Saya bisa melihat arah tujuan orang lain, bagaimana mereka menjalani tujuannya, dan belajar banyak darinya.

                Dan yang pasti selalu ada di jalan raya adalah bunyi klakson. Entah berapa banyak klakson yang saya dengar. Baik klakson untuk memberi jalan ataupun klakson untuk mengganggu perjalanan. Seru memang kalau ada yang klakson untuk sekedar memberi jalan, bikin adem, perjalanan makin lancar, kaya ada manis-manisnya gtu. Tapi ada juga kadang yang suka nambah kesel kalau lagi di jalan ada klakson ga jelas, ganggu, bikin ribut. Kayanya memang setiap perjalanan pasti ada aja yang begituan. Kalau membahas tujuan, banyak banget tujuan yang ingin saya ambil. Belajar dari pengalaman sebelumnya, tidak hanya dukungan, ejekan, atau orang-orang yang meremehkan atau merendahkan pun pasti ada. Tapi bagi saya jauh lebih penting untuk peduli dan yakin sama apa yang saya lakukan daripada harus meperdulikan persepsi mereka tentang apa yang saya lakukan. Pilihan yang saya ambil adalah pilihan yang akan saya jalani, bukan mereka. Analoginya, bukankah jauh lebih penting untuk fokus sama tujuan perjalanan daripada dengerin klakson orang lain ?
Salah satu guru saya waktu di SMA pernah menulis status di facebook, dan saya masih inget banget sampai saat ini.

JANGAN HIRAUKAN MEREKA YG BERUSAHA MENJATUHKANMU...

KARENA MEREKA AKAN KALAH DENGAN SENDIRINYA KETIKA MELIHATMU MASIH TEGAK BERDIRI”


No comments:

Post a Comment