Friday, April 14, 2023

Anak Kecil, Pria Tua dan Perlombaan Lari

Anak Kecil, Pria Tua dan Perlombaan Lari

 

Dahulu kala ada seorang anak laki-laki atletis yang haus akan kesuksesan. Untuk siapa pun, kemenangan adalah segalanya dan kesuksesan pun terkadang diukur hanya dengan jumlah kemenangan yang mampu diraih. Suatu hari anak laki-laki itu sedang mempersiapkan diri untuk lomba lari di desanya yang kecil. Dirinya dan dua anak laki-laki lainnya bersiap untuk berkompetisi. Desa sangat ramai. Warga telah berkumpul untuk menyaksikan tontonan olahraga. Setelah mendengar kabar mengenai anak laki-laki kecil yang mengikuti perlombaan itu, seorang pria tua yang bijak rela melakukan perjalanan jauh untuk menjadi saksi perlombaan besar di desa kecil itu.

Perlombaan dimulai.

Tampak seperti panas yang datar di garis finis, seperti sebuah fatamorgana terlihat di ujung dekat garis finish. Anak laki-laki itu memacu lebih cepat dan memperkuat tekadnya. Dia berhasil mencapai garis akhir dan menjadi yang pertama. Kerumunan sangat gembira dan bersorak serta melambai pada bocah itu Orang tua bijak itu tetap diam dan tenang tanpa mengungkapkan perasaan. Namun bocah lelaki itu merasa bangga dan terhormat mendapat sorakan yang ramai.

Perlombaan kedua diadakan dan dua penantang muda yang bugar maju untuk berlari dengan seorang anak laki-laki. Perlombaan dimulai dan tentu saja anak laki-laki kecil itu masuk dan finis pertama sekali lagi. Lagi-lagi kerumunan sangat gembira dan bersorak serta melambaikan tangan pada bocah itu menyambut kemenangannya. Orang tua bijak itu tetap diam dan tenang kembali tanpa mengungkapkan perasaan apapun. Namun anak laki-laki itu merasa bangga.

Orang tua yang bijak melangkah maju dan memberi anak laki-laki kecil itu dua penantang baru; seorang wanita tua yang lemah dan seorang pria buta. “Apa ini perlombaan kuis?” anak laki-laki kecil ini bertanya, seakan heran melihat dua penantang baru nya. “Bukan, ini perlombaan. Sama seperti yang sebelumnya kau lakukan” jawab orang bijak itu.

Perlombaan dimulai dan anak laki-laki itu adalah satu-satunya yang mencapai garis fakhir, sedangkan dua penantang lainnya masih berdiri di garis start. Anak laki-laki kecil itu sangat gembira dia mengangkat tangannya dengan gembira di tengah-tengah kerumunan penonton yang menyambut kemenangannya. Namun, pria tua bijak itu tetap diam, tidak menunjukkan ekspresi apapun terhadap anak laki-laki kecil itu.

Apa yang telah terjadi? mengapa orang-orang tidak bergabung dalam kesuksesan saya? Dia bertanya. Pria tua bijak itu menjawab, “mengapa kau tidak mencoba mengajak kedua penantang mu itu untuk ikut berada di garis akhir?” Mendengar itu, anak kecil sedikit berdiri di tengah orang buta dan wanita tua yang lemah, lalu membawa kedua penantang itu berjalan perlahan ke garis finis dan melewatinya. Orang-orang dan kerumunan sangat gembira dan bersorak dan melambai pada bocah itu. Orang bijak tersenyum dengan lembut menganggukkan kepalanya. Anak kecil itu merasa bangga dan terhormat. “Pak tua, saya tidak mengerti, kerumunan itu bersorak untuk siapa? yang mana salah satu dari kami bertiga yang mereka soraki? Anak kecil itu bertanya kepada pria tua bijak.

Pria tua yang bijak menatap mata anak laki-laki itu sambil meletakkan tangannya di bahu anak laki-laki itu dan menjawab dengan lembut, “nak, untuk lomba ini kamu telah memenangkan lebih banyak dari pada lomba apa pun yang pernah kamu ikuti sebelumnya dan untuk lomba ini orang banyak bersorak bukan untuk pemenang manapun, tetapi karena kalian semua pada akhirnya berhasil ada di garis akhir”

Dalam hidup, apa yang Kita jalani? untuk apakah kita merasakan rasa haus akan kesuksesan? Haus memenangkan pencapaian-pencapaian dalam hidup. Namumn terkadang yang tidak kalah penting adalah bukan tentang hanya sekedar kita menang, tapi tentang “siapa yang kita lawan?” dan jika Kita selalu menang melawan semua orang maka orang-orang akan segera berhenti bersorak untuk kita.

Di akhir hidup kita, jika kita melihat ke belakang, pertanyaannya adalah siapa yang berlari di sebelah kita dalam lomba ini? Jika mereka lebih lemah dan tua apakah kita membantu mereka melewati garis akhir? apakah kita semua menyelesaikannya bersama-sama? karena itu adalah balapan terbaik yang pernah kita jalankan, yaitu menyelesaikan pertandingan dan membantu orang lain menyelesaikan pertandingannya juga.

            Jadi larilah. Lomba ini sama seperti kehidupan kita, tapi jangan lupa, tidak penting jika kita menang, hal lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjalankan dan menyelesaikan lomba tersebut.