Tuesday, May 4, 2021

Titik Hitam dan Kertas Ujian

Titik Hitam dan Kertas Ujian


Suatu hari seorang profesor memasuki kelasnya dan meminta murid-muridnya untuk mempersiapkan diri untuk ujian dadakan. Mereka semua menunggu dengan cemas di meja masing-masing untuk ujian dimulai. Sang Profesor membagikan ujian dengan teks terbalik, masih menghadap ke bawah. Seperti biasa setelah dia menyerahkan semuanya teks ujian tersebut, dia meminta siswa untuk membalikan kertas ujian yang sebelumnya diberikan dengan posisi terbalik. Murid-murid terkejut sebab dalam kertas tersebut tidak terdapat pertanyaan apapun. Hanya titik hitam di tengah kertas.

Profesor melihat ekspresi wajah semua orang, dan segera memberi tahu mereka hal berikut: “Saya ingin Anda menulis tentang apa yang Anda lihat disana.” Para siswa yang bingung memulai tugas yang tidak bisa dijelaskan. Di akhir kelas profesor mengambil semua kertas ujian dan mulai membacanya keras di depan semua siswa. Semuanya tanpa pengecualian mendeskripsikan tentang titik hitam dalam kertas ujian tersebut. Setelah semua kertas dalam kelas sudah dibaca, semua tampak terdiam dan profesor mulai menjelaskan, “Saya tidak akan menilai Anda dalam hal ini, saya hanya ingin memberimu sesuatu hal untuk kalian pikirkan. Tidak ada yang menulis tentang bagian putih dari kertas ujian tersebut, semua orang hanya fokus pada titik hitam”


Dan hal yang sama terjadi dalam hidup kita namun kami bersikeras untuk fokus hanya pada 
titik hitam. Masalah kesehatan, kekurangan uang yang rumit, hubungan dengan anggota keluarga, kekecewaan dengan seorang teman, “titik hitam” sangat kecil jika dibandingkan untuk semua yang kita miliki dalam hidup kita tapi merekalah yang mencemari pikiran kita, mengalihkan pandangan kita dari titik-titik hitam dalam hidup kita. Nikmati masing-masing berkat kita dalam hidup ini, hal itu yang memberi kebahagiaan kita dalam menjalani hidup. Kemudian bel berbunyi dan murid-murid pergi ke luar kelas untuk menjalani  kegiatan mereka.

Terkadang dari hal sederhana seperti kisah diatas, kita bisa mempelajari hal baik di dalamnya. Jika kita hanya fokus pada ‘kesialan’ kita tentang masalah kesehatan yang kita miliki, terkadang hal itu membuat kita lupa bahwa sebenarnya lebih dari 90% hidup kita diberkati, terdapat banyak hal indah lainnya. Kemungkinan dengan peluang itu setiap hari memberi kita kesempatan baru, harapan baru. Jangan abaikan masalah kita tetapi lebih fokus pada sesuatu yang baik dalam hidup kita.