KEPUTUSAN TERBAIK
“kudu kumaha tah bang ?”
seseorang menyapaku melalui pesan di instagram,
sesaat aku bingung melihat isi pesannya, namun ketika melihat pengirimnya, aku hanya tersnyum, aku mengerti, ini masih ttg obrolan kami yg blum selesai bbrpa hari lalu,
aku meneguk teh dalam cangkir yg sisa separoh, yg biasa aku simpan depan komputer, tepat di tempat terbaik versiku.
aku mulai mngetik, mncoba mnjawab, “percayalah, keputusan terbaik itu tidak lahir secara instan broh, wlopun mngkin ‘terlihat’ instan, tpi org yg mmilikinya pasti prnh punya pengalaman pertarungan hebat” jawabku, mncoba menanggapi pertanyaanya,
“lalu bagaimana dgn org yg hanya ‘terlihat’ hebat, pdhal sbenernya ga begitu?” lanjutnya bertanya padaku,
pertanyaan ini menarik, aku merasa pertanyaan ini tdk hadir begitu saja, tpi lahir dri rasa ingin tau yg besar, dan ditambah bumbu keresahan dri rekanku,
“itu dia menariknya” jawabku, “ga sedikit org yg hnya ‘terlihat’ hebat itu hnya terbawa sensasi, blum mnyentuh esensi” lanjutku,
“lalu apa yg mnentukan kehebatan sesungguhnya ?” tanyanya lagi,
“keputusan broh, liat aja keputusan yg dia ambil, itu isi pikirannya :)”
“yassssss, nuhun bang” balasnya
“mantap, 🤙” lanjutku, mnutup pembicaraan sore itu,
aku tertawa, mngingat bagaimana seru nya kami berbincang di hari2 sblumnya,
dan aku jg tertawa, sadar bahwa teh dalam cangkir sudah lenyap tak tersisa.
😁🤙🤙