Matahari sudah terlalu tinggi ketika aku baru saja bangun.
ini bukan pilihan yang tepat untuk lanjut bermalas-malasan, setelah aku melihat jam sudah menunjukan pukul 10 lewat. tujuanku langsung tertuju pada kamar mandi dan bersiap pergi kerja.
Celana hitam panjang, kaos ungu bertuliskan namaku di tengahnya, menjadi pilihanku untuk aku pakai bekerja hari ini. maklum, ini hari Minggu, jadi bisa cukup santai untuk berpakaian ke kantor. aku memakai kaos kaki abu-abu dengan aksen hitam dan sepatu abu-abu sebelum akhirnya mengunci pintu dan pergi. 3 menit 20 detik adalah rekor tercepat yang pernah aku tempuh berjalan dari kosan menuju kantor. Saat itu situasinya aku masuk jam 7 pagi, dan kalian pasti sudah bisa menebaknya. Benar, aku bangun kesiangan. dan hampir telat menuju kantor.
Selesai absen, aku langsung menuju ke ruangan, setelah sebelumnya mengisi peunuh botol minum di kantin tadi. Aku melihat temanku tersenyum dari dalam ruangan menyambutku. Dia sudah ada disana sejak jam 7 pagi tadi. Aku menyimpan tas, dan kembali duduk menatap layar.
Tidak begitu banyak kerjaan yang harus diselesaikan di hari minggu. Jadi aku biasa mengisi waktu dengan menjelajahi media sosialku, instagram. Ada sebuah pesan yang belum aku baca dari seorang teman. Oia, aku baru ingat, semalam kami sempat berbicara banyak tentang dunia kerja, kami berbagi banyak hal sebelum akhhirnya aku tertidur.
Dia salah satu temanku sejak duduk di bangku sekolah menengah. Kami dipertemukan lagi di instagram ini. Dia bercerita banyak dengan sulitnya mencari pekerjaan, aku hanya menyediakan kuping, mendengarkan.
Hari-hari, bahkan minggu-minggu sebelumnya aku selalu berpikir untuk bisa kembali ke Bandung, dan mencari pekerjaan disana. Tapi dari obrolanku bersama teman di instagram malam itu sedikit menamparku. Aku jauh lebih beruntung bisa ada seperti saat ini, punya kesempatan lebih dulu untuk bisa terjun di dunia kerja setelah menyelesaikan kuliah selama empat tahun di bandung. Aku yang sebelumnya terkadang mengeluh dan lupa bersyukur, kini tersadarkan oleh cerita temanku yang semalam aku dengarkan.
Memang benar, lingkungan kita selalu menjadi guru terbaik. kita hanya perlu siap mendengarkan dan mengambil pelajaran. Dan aku senang telah lebih dulu melakukannya. aku tersenyum sebelum membalas pesan temanku di instagram itu, "makasih loh, udh mau cerita banyak, haha, tenang aja, kerja keras ga pernah bohong, aku doakan kamu segera mendapat kabar baik"
Aku mengirim pesan itu , sebelum akhirnya aku tertunduk dan bersyukur, "makasih Tuhan, aku bersyukur"
tempat kita dapat membaca berbagai artikel menarik yang akan menambah pengetahuan, Motivatif - Inspiratif selamat membaca, enjoy it!
Sunday, December 16, 2018
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Problem Solving Kita semua pasti setuju kalau umur bukanlah satu-satu nya hal untuk mengukur kedewasaan seseorang. Sel...
-
Menaklukan Samurai Pada suatu ketika di Jepang kuno seorang siswa muda tinggal di kuil bergengsi. Ia melayani Zen Master yang paling terken...
-
Anak Kecil, Pria Tua dan Perlombaan Lari Dahulu kala ada seorang anak laki-laki atletis yang haus akan kesuksesan. Untuk siapa pun, keme...