Panggung Pertunjukan
Saya sangat menyukai sepak bola, sejak duduk di bangku
sekolah dasar, ini adalah olahraga sekaligus permainan yang ga pernah saya
lewatkan. saya sempat punya keinginan beberapa kali untuk masuk sekolah sepak
bola, tapi setelah ngobrol dengan orang tua dan berharap berharap bisa terwujud,
ternyata keinginan itu tetap hanya menjadi sebuah angan karena tidak pernah
terwujud sampai sekarang. Alasannya beragam sih ya, tapi yang paling saya inget
dari orang tua saya dulu karena masuk sekolah sepak bola itu tidak menjanjikan
apapun, jadi ya hanya seperti sekedar tempat bermain bola seperti biasa.
Masuk SMP tetap tidak tergantikan. Pagi ketika di kelas,
saya udah keringetan dulu karena sebelum masuk kelas kadang saya main bola dulu
sama temen-temen yang lain. Bahkan bisa berlanjut di jam istirahat dan pulang
sekolah.
Dan disini lah perjalanan itu dimulai. Di bangku SMA. Momen
dimana saya bisa ikut turnamen bola pertama saya. Walaupun bukan dalam bentuk
pertandingan sepak bola di lapangan besar, dengan waktu 2x45 menit dan bermain
sebelas orang. Saya memulai nya dengan mengikuti turnamen futsal. Sejak SMA
saya aktif dalam mengikuti ekskul futsal ini.
Saya masih inget, saat itu di minggu terakhir di bulan mei,
turnamen berlangsung selama 4 hari. Hari pertama adalah pertandingan pertama di
babak penyisihan grup. Saat itu jumlah pemain dalam satu tim di turnamen itu
adalah 10 orang. Di pertandingan pertama 9 orang pemain dalam tim saya semua
mendapat porsi bermain, hanya saya yang tidak bermain sama sekali. Bagi saya
dipertandingan pertama di hari pertama tidak mendapat porsi bermain sih ga
masalah, karena mungkin pelatih melihat saya belum cukup siap untuk langsungf
bermain di pertandingan pertama,
Keesokan hari nya, hari kedua turnamen futsal itu, lagi-lagi
9 orang pemain di tim saya bermain semua kecuali saya yang lagi-lagi tidak
mendapat porsi bermain. Saya mulai kesel sebenernya tapi apa boleh buat, itu
adalah keputusan pelatih, jadi saya harus bisa menghargainya, dan ditambah juga
teman-teman saya yang lain mencoba meyakinkan saya bahwa pertandingan
selanjutnya saya pasti dapet porsi untuk bermain.
Dan disinilah hari dimana saya tidak bisa menutupi
kekecewaan saya di depan pelatih dan rekan-rekan saya yang lain. ya, hari
ketiga turnamen itu, hari rabu tepatnya, hari dimana saya sangat berharap
kesempatan saya bermain di turnamen futsal itu akan segera terwujud. babak
pertama berakhir, tapi saya masih juga dipinggir lapangan. Sampai akhirnya
babak kedua dimulai, saya masih menantikan kesempatan itu. saya beberapa kali
melihat jam, sepertinya teman-teman saya yang lain mulai mengerti apa keingingan
saya, dan sepertinya pelatihpun menyadarinya. Dan sampai akhir dari
pertandingan di hari ketiga itu saya tetap tidak bermain !
Kami menang dalam pertandingan itu, semua pemain, pelatih,
dan teman-teman yang datang mendukung semua menikmati kemenangan hari itu.
berbeda dengan yang lain, saat itu saya langsung segera prepare barang-barang untuk segera pulang. Pulang dari kegitan
futsal hari itu saya sempat bercerita semua kekecewaan saya ke teman sekelas
saya sekaligus teman satu tim di tim futsal itu. saya marah ! saya kesel !
semua itu saya tuangkan dalam cerita saya ke teman saya. Teman saya tidak
banyak menanggapi apa yang saya katakana, sepertinya dia tahu bahwa saya tidak
membutuhkan jawaban apapun dari setiap keluhan saya, saya hanya ingin
mengeluarkan nya saja.
Pertandingan di babak penyisihan grup berakhir, kami menyelesaikan
semua pertandingan di penyidihan grup dengan hasil sangat memuaskna yakni tiga
kali kemenangan yang berarti kami tak terkalahkan di babah penyisihan grup ini.
Akhirnya, di hari kamis, hari itu tim kami lolos di babak
perempat final, kami semua datang dengan rasa optimis untuk menang dan
melangkah ke babak semifinal, saya pun demikian, saya datang dengan rasa
optimis yang tinggi, selain untuk menang, saya masih mengharapkan kesempatan
saya bermain bisa datang di pertandingan hari itu.
Dan benar saja, sebelum babak satu berakhir, pelatih
memanggil saya untuk segera bersiap memasuki lapangan pertandingan. Saya sempat
kaget, saya tidak banyak melakukan persiapan sebelum masuk ke lapangan karena
saya hanya berpikir apa yang harus saya lakukan setelah saya dilapangan
pertandingan ? ini pertandingna pertama saya.
Sebelum masuk ke lapangan, saya masih inget banget, saya
sudah dipinggil lapangan disisi garis out
lapangan, dan dari lapangan pertandingan terdengar seseorang berteriak sangat
kencang “ayoo hendrikk, masuk, masuk, bisa, bisa”. Saya masih inget saat itu saya
dipinggir lapangan kebingungan mencari siapa yang berteriak, dan saya masih
inget banget, dia adalah kapten tim yang biasa saya panggil dengan nama a’imam.
Saya ga tau, dan ga ngerti kenapa, satu hal yang saya rasa saat itu, saya masuk
lapangan itu dengan penuh rasa percaya diri, dan tidak lama saya ada di
lapangan. saya langsung mencetak gol bahkan dengan cara yang tidak biasa.
Akhirnya hari itu datang juga. Momen yang kayanya udah lama banget saya
tunggu-tunggu. Saya seakan mempertaruhkan semuanya disini. Ya dilapangan ini,
dan ya ini panggung saya.
Saya merasa di lapangan inilah saya bisa menjadi apa yang
saya mau.
Saya tidak bermain lama saat itu, namun dengan semangat yang
diberikan, dan gol yang saya ciptakan, saya merasa itu semua menjawab kekesalan
saya yang beberapa hari sebelumnya udah numpuk.
Bagi saya, kesempatan bermain saat itu meberikan pengalaman
yang liar biasa dalam hidup saya, apa yang udah lama saya nantikan bisa
terwujud.
Saya ga akan pernah lupa kejadian ini, dan kalau meliat dari
“kacamata” yang lain, saya seperti melihat gambaran hidup saya dalam sebuah lapangan
pertandingan futsal. Saya melihat kekecewaan, saya melihat kesempatan, saya
melihat peluang, saya melihat keberhasilan, saya melihat banyak hal disini.
Dan yang membanggakan adalah saya pernah mengalaminya.
Lihat adakah ia yang meneriakimu,
Lihat adakah kesempatan itu datang ?
Atau haruskah melewatkan beberapa hal untuk menemui
kesempatan dan waktu terbaik ?
Saya mengalaminya, saya seakan mempertaruhkan semuanya
disini. Ya dilapangan ini, dan ya, ini panggung saya.
Nikmati pertunjukannnya