Awal yang baik untuk memulai tahun ini dengan
melanjutkan rangkaian tulisan yang telah tersusun sebelumnya yang sempat terhenti
karena cukup disibukan dengan kegiatan keilmuan dan persiapan ibadah perayaan
tahunan di bulan Desember yang selalu berhasil menyiratkan banyak makna dalam
hidup ini.
Sebelum masuk ke tahun yang baru ini saya kembali
diingatkan kembali tentang “kasih”. Suatu hal yang tak pernah gagal mengubah
banyak hal. Suatu hal yang berhasil membawa saya kepada sebuah perenungan. Perenungan
yang memaksa saya untuk berkaca lebih dalam.
Perenungan yang hebat! Perenungan
yang seakan berhasil menelanjangi diri.
Masuk ke tahun yang baru, mencoba memulai tahun ini
dengan berbekal susunan resolusi, mimpi, harapan, dan rencana perubahan yang
baru hasil berkaca pada kehidupan di tahun
sebelumnya. Selain menuliskan “ingin menjadi lebih baik”, “semakin
dekat denganTuhan”, “semakin maksimal dalam segala hal” yang selalu menjadi
urutan teratas dalam daftar resolusi tahunan, saya juga menuliskan 3 harapan
khusus di tahun ini. 3 hal tersebut tidak akan saya tuliskan dalam artikel ini,
tetapi ketiga nya masing-masing mewakili hobi, pendidikan, dan masa depan.
Masuk di
tahun yang baru, selalu memulai nya dengan langkah optimis, sedikit berpikir “nakal”
mencoba bertanya “apa yang akan Tuhan perhadapkan pada saya di tahun ini ?”, “’kejailan’
apa lagi yang akan Tuhan percayakan di Tahun ini ?” Pertanyaan-pertanyaan itu
seakan berhasil membakar diri untuk memiliki motivasi tinggi dalam menjalani
tahun ini.
Ya, langkah optimis, karena saya tahu bahwa saya tidak
melangkah sendiri, semua nya sudah ada dalam agenda nya Tuhan, dan pasti
agendaNYA tak pernah ada yang gagal.
Teringat sebuah kisah menarik, sangat menarik
Suatu hari
ada seorang pria melakukan aksi akrobatik melewati air terjun Niagara hanya
dengan menggunakan seutas tali. Saat itu banyak orang yang melihat aksi dari pria
tersebut. Banyak dari mereka yang mengagumi aksinya. Sampai kepada saat dimana
pria tersebut bertanya kepada semua orang disamping air terjun Niagara yang
melihat aksinya tersebut. Ia bertanya “apakah kalian yakin saya mampu melewati
air terjun Niagara ini hanya dengan berjalan di atas tali ?” penonton pun
menjawab dengan yakin “ yaaaa…. Kami yakin”. Selanjutnya pria itu menantang, “
kalau begitu, siapa yang mau ikut bersamaku melewati air terjun Niagara ini ?”
. penonton semua berdiam, tak ada satupun yang mau ikut aksi pria tersebut,
sampai akhirnya ada seorang anak kecil yang mau mengikuti aksinya itu. mereka
berdua berhasil melewati air terjun Niagara itu dengan sangat mengesankan.
kisah
ini menarik, sangat menarik, mengajarkan bahwa banyak orang yang mengatakan
bahwa dirinya percaya, namun sesungguhnya tidak mempercayakan hidupnya. Mereka melihat
kemampuan pria tersebut, mereka yakin dan percaya pria itu mampu melakukannya.
Namun sungguh ironi, bahkan di tengah-tengah kepercayaakn mereka, mereka tetap
tidak percaya untuk mempercayakan diri mereka kepada pria yang mereka percayai
itu !
Sama hal nya dengan momen di awal tahun ini,
semua dari kita pasti memulai nya dengan langkah optimis, percaya bahwa tahun
ini akan berjalan dengan sangat baik, tapi sudahkah kita juga mempercayakan
hidup kita itu ?
Jika kita percaya bahwa Tuhan mampu melakukan banyak hal
untuk hidup kita di tahun ini, maka percayakanlah juga hidup kita.
Mari
kita BERKACA DAN BERKATA bahwa kita
mampu melakukan nya. Bukan karena kita yang melakukannya tetapi Tuhan yang mau
melakukannya untuk kita.
Dan kita
akan berhasil melakukannya karena kita sudah percayakan seutuhnya pengharapan,
cita-cita dan mimpi kita kepada Tuhan.
“Besar kecilnya kesuksesanmu ditemtukan oleh besar kecilnya
keyakinanmu.”
-David J Schwartz-
*sumber foto :https://lifehopeandtruth.com/change/faith/