Thursday, January 5, 2017

Berkaca dan Berkata


                Awal yang baik untuk memulai tahun ini dengan melanjutkan rangkaian tulisan yang telah tersusun sebelumnya yang sempat terhenti karena cukup disibukan dengan kegiatan keilmuan dan persiapan ibadah perayaan tahunan di bulan Desember yang selalu berhasil menyiratkan banyak makna dalam hidup ini.

                Sebelum masuk ke tahun yang baru ini saya kembali diingatkan kembali tentang “kasih”. Suatu hal yang tak pernah gagal mengubah banyak hal. Suatu hal yang berhasil membawa saya kepada sebuah perenungan. Perenungan yang memaksa saya untuk berkaca lebih dalam.
Perenungan yang hebat! Perenungan yang seakan berhasil menelanjangi diri.

                Masuk ke tahun yang baru, mencoba memulai tahun ini dengan berbekal susunan resolusi, mimpi, harapan, dan rencana perubahan yang baru hasil berkaca pada kehidupan di tahun  sebelumnya. Selain menuliskan “ingin menjadi lebih baik”, “semakin dekat denganTuhan”, “semakin maksimal dalam segala hal” yang selalu menjadi urutan teratas dalam daftar resolusi tahunan, saya juga menuliskan 3 harapan khusus di tahun ini. 3 hal tersebut tidak akan saya tuliskan dalam artikel ini, tetapi ketiga nya masing-masing mewakili hobi, pendidikan, dan masa depan.

                Masuk di tahun yang baru, selalu memulai nya dengan langkah optimis, sedikit berpikir “nakal” mencoba bertanya “apa yang akan Tuhan perhadapkan pada saya di tahun ini ?”, “’kejailan’ apa lagi yang akan Tuhan percayakan di Tahun ini ?” Pertanyaan-pertanyaan itu seakan berhasil membakar diri untuk memiliki motivasi tinggi dalam menjalani tahun ini.
Ya, langkah optimis, karena saya tahu bahwa saya tidak melangkah sendiri, semua nya sudah ada dalam agenda nya Tuhan, dan pasti agendaNYA tak pernah ada yang gagal.

Teringat sebuah kisah menarik, sangat menarik

                Suatu hari ada seorang pria melakukan aksi akrobatik melewati air terjun Niagara hanya dengan menggunakan seutas tali. Saat itu banyak orang yang melihat aksi dari pria tersebut. Banyak dari mereka yang mengagumi aksinya. Sampai kepada saat dimana pria tersebut bertanya kepada semua orang disamping air terjun Niagara yang melihat aksinya tersebut. Ia bertanya “apakah kalian yakin saya mampu melewati air terjun Niagara ini hanya dengan berjalan di atas tali ?” penonton pun menjawab dengan yakin “ yaaaa…. Kami yakin”. Selanjutnya pria itu menantang, “ kalau begitu, siapa yang mau ikut bersamaku melewati air terjun Niagara ini ?” . penonton semua berdiam, tak ada satupun yang mau ikut aksi pria tersebut, sampai akhirnya ada seorang anak kecil yang mau mengikuti aksinya itu. mereka berdua berhasil melewati air terjun Niagara itu dengan sangat mengesankan.

                kisah ini menarik, sangat menarik, mengajarkan bahwa banyak orang yang mengatakan bahwa dirinya percaya, namun sesungguhnya tidak mempercayakan hidupnya. Mereka melihat kemampuan pria tersebut, mereka yakin dan percaya pria itu mampu melakukannya. Namun sungguh ironi, bahkan di tengah-tengah kepercayaakn mereka, mereka tetap tidak percaya untuk mempercayakan diri mereka kepada pria yang mereka percayai itu !

                 Sama hal nya dengan momen di awal tahun ini, semua dari kita pasti memulai nya dengan langkah optimis, percaya bahwa tahun ini akan berjalan dengan sangat baik, tapi sudahkah kita juga mempercayakan hidup kita itu ?

Jika kita percaya bahwa Tuhan mampu melakukan banyak hal untuk hidup kita di tahun ini, maka percayakanlah juga hidup kita.

                Mari kita BERKACA DAN BERKATA bahwa kita mampu melakukan nya. Bukan karena kita yang melakukannya tetapi Tuhan yang mau melakukannya untuk kita.

                Dan kita akan berhasil melakukannya karena kita sudah percayakan seutuhnya pengharapan, cita-cita dan mimpi kita kepada Tuhan.


“Besar kecilnya kesuksesanmu ditemtukan oleh besar kecilnya keyakinanmu.”

-David J Schwartz-






*sumber foto :https://lifehopeandtruth.com/change/faith/